Time Travel Lia

Time Travel Lia
Tuan Putri Pingsan


__ADS_3

"Aku hanya tersenyum itu caraku menghiasi luka, aku hanya tertawa itu caraku untuk bersembunyi. Kamu datang saat hati ini hampa dan kamu pergi saat hati ini di penuhi oleh kamu."


Seorang prajurit sudah datang bersama tabit, raja menyuruh tabit tersebut untuk segera memeriksa pangeran pertama. Tabit tersebut menghampiri pangeran pertama yang ada di dalam tandu tersebut. Tabit yang sudah berada di samping pangeran pertama lalu memeriksa denyut nadi pangeran pertama.


Denyut nadi pangeran pertama sudah tidak ada lalu tabit melihat ke arah badan pangeran pertama yang sudah seperti mayat. Tabit juga memegang tangan pangeran pertama, dia merasa bahwa suhu tubuh pangeran pertama sudah dingin.


"Bagaimana keadan pangeran pertama tabit?" Raja yang melihat ke arah tabit tersebut.


"Maafkan hamba raja, pangeran pertama sudah meninggal dunia." Tabit berjalan ke arah raja lalu dia bersujud di hadapan raja.


"Bangun kamu pasti bohong, pangeran pertama tidak boleh meninggal dunia." Raja memegang kerah pakaian tabit tersebut sehingga tabit tersebut berdiri di hadapan raja.


"Hamba tidak bohong raja, pangeran pertama sudah meninggal dunia. Kalau raja tidak percaya dengan hamba silahkan raja tanya kepada pada pangeran ke dua." Tabit mencoba menyakinkan raja bahwa yang dia katakan itu semua benar.


"Apa benar yang di katakan tabit itu pangeran kedua?" Raja melepaskan tangannya dari kerah pakaian tabit lalu raja menghampiri pangeran kedua yang berdiri tidak jauh dari raja.


"Maafkan hamba ayanda itu semua memang benar, bahwa pangeran pertama sudah meninggal dunia." Pangeran kedua langsung sujud di kaki raja.


"Ini tidak mungkin kalian pasti bohong ana aku masi hidup." Ratu yang berdiri lalu dia melirik ke arah pangeran kedua.


"Maafkan hamba ayahnya raja dan ibunda ratu ini semua salah hamba yang tidak menjaga pangeran pertama." Pangeran kedua yang mencium kaki raja.


"Kalian semua telah membunuh pangeran pertama." Ratu merasakan kepala pusing dia melihat semuanya berputar-putar di matanya sehingga dia sempoyongan.


Bruuukk..... Bruuukk


Mendengar suara seorang terjatuh mereka melihat ke arah suara tersebut, ternyata Ratu yang terjatuh ke lantai. Raja segera berjalan menghampiri Ratu yang terjatuh di lantai. Raja sudah sampai di dekat ratu lalu dia segera mengendong ratu. Raja mengendong ratu seperti bridel style, Raja berjalan sambil mengendong ratu.


Seorang prajurit lalu membukakan pintu istana saat melihat raja mengendong tuan putri. Raja berjalan melewati pintu tersebut sambil mengendong ratu.

__ADS_1


Esokan Harinya.......


Pagi ini istana kerajaan Rokan sedang di landa duka karena pangeran pertama putra raja dan ratu meninggal dunia. Mayat pangeran pertama di letakkan di atas tempat tidur yang berada di dalam istana.


Berita tentang meninggalnya pangeran pertama sudah menyebar keseluruh sudut kerajaan Rokan. Rakyat yang mendengar berita meninggalnya pangeran pertama merasa begitu sedih dan terpukul.


Mereka begitu menyayangi sosok pangeran pertama yang di kenal sebagai pangeran yang paling baik hati di antara keempat pangeran lainya. Bahkan Mereka tidak menyaka bahwa pangeran pertama akan meninggal secepat ini.


Seluruh rakyat kerajaan Rokan Hilir sudah berkumpul di halaman istana. Mereka sengaja berkumpul di halaman istana untuk melihat pangeran pertama untuk terakhir kalinya. Walaupun mereka tidak dapat melihat pengeran pertama karena kondisi halaman istana yang sudah tampak begitu ramai karena seluruh rakyat sudah ada di halaman istana.


Sedangkan di dalam istana para pejabat istana sudah berkumpul. Anggota keluarga kerajaan sudah berada di dalam istana, mayat pangeran pertama masih di baringkan di atas tempat tidur. Para pejabat istana dan anggota keluarga kerajaan sedang membacakan surat yaasin untuk pangeran pertama.


Anggota kerajaan masih menunggu ketiga pangeran dan seorang putri yang belum tiba di kerajaan.


Tak.......Tik.......Tuk


Tak.......Tik......Tuk


Tak.......Tik.......Tuk


Mereka melihat ke arah halaman istana yang di penuhi oleh rakyat yang memakai pakai serba berwarna hitam. Mereka merasa yakin bahwa ada kabar duka cita yang terjadi di istana. Mereka buru-buru menunggangi kuda, kuda yang mereka tunggangi sudah melewati gerbang istana.


Mereka sudah berada di depan istana lalu turu dari kudanya. Mereka berjalan ke arah pintu istan. Ketika mereka sudah berada di depan pintu istana.


Tok......Tok......Tok


"Assalamualaikum." Kelima orang yang berdiri di depan pintu istana.


"Walaikumsalam, silahkan masuk." Seluruh orang yang berada di dalam menjawab salam orang yang berada di luar.

__ADS_1


"Iya." Pangeran ketiga membuka pintu istana lalu dia terlebih dahulu jalan kemudian disusuli oleh pangeran keempat, pangeran kelima, tuan putri dan Lia.


Mereka berjalan ke arah dalam istana, mereka melihat sekeliling-keliling dalam istana yang tampak begitu ramai. Seluruh yang ada di dalam istana memakai pakaian berwarna hitam.


"Akhirnya kalian sampai juga." Raja yang berjalan menghampiri ketiga pangeran, seorang putri dan seorang dayang istana.


"Iya ayahnda raja." Pangeran ketiga yang berjongkok di hadapan raja, pangeran keempat, pangeran kelima, putri dan seorang dayang juga melakukan hal yang sama terhadap raja.


"Kami sudah menunggu kalian dari kemarin." Raja yang sudah berdiri di hadapan mereka.


"Sebenarnya ini ada apa ayahnda Raja." Pangeran ketiga mengangkat wajahnya melihat kearah raja.


"Sebaiknya kalian berdiri dan melihat nya sendiri," kata Raja.


"Baiklah ayahnda raja." Pangeran ketiga berdiri dari jongkoknya, begitu juga pangeran keempat, pangeran kelima, putri dan seorang dayang berjalan kearah tempat tidur.


Mereka berjalan menghampiri seorang yang sedang berbaring di atas tempat tidur tersebut. Saat mereka sudah berada di dekat sana betapa terkejutnya mereka melihat pangeran kedua yang sedang berbaring di atas tempat tidur tersebut.


"Hiks......Hiks ini tidak mungkin." Tuan putri yang menangis sambil berteriak histeris.


"Tuan putri harus tenang." Lia memeluk badan tuan putri agar dia merasa tenang.


"Hiks.....Hiks, katakan kepada aku ini hanya mimpikan?" Tuan putri yang masih shock saat melihat pangeran pertama yang berbaring di atas tempat tidur dengan keadaan tidak bernyawa.


"Tuan putri yang sabar, ini semua sudah menjadi takdir Allah." Lia memeluk badan tuan putri sambil mengelus punggung tuan putri.


"Ini tidak mungkin terjadi, kenapa harus pangeran pertama yang meninggal?" Tuan putri yang belum bisa menerima keadaan bahwa pangeran pertama sudah meninggal dunia.


Tuan putri yang terus saja menangis, dia merasa kepalanya pusing lalu dia melihat semua berputar-putar sehingga tuan putri pingsan. Tuan putri pingsan di pelukan Lia sehingga dia tidak terjatuh.

__ADS_1


...~ Bersambung ~ ...


__ADS_2