
"Don't force someone to love you, even though you love them."
"Lia sebenarnya ramuan ini terbuat dari apa?" tanya Tuan putri.
"Daun singkong tuan putri," jawab Lia.
"Apa kamu yakin daun singkong bisa menyembuhkan luka aku?" Tuan putri yang terlihat ragu dengan ramuan yang berasal dari daun singkong yang di buat Lia.
"Insyaallah saya yakin tuan putri, karena saya pernah mencoba memakai ramuan yang berasal dari daun singkong untuk mengobati jari telujuk saya yang terluka kena pisau.
"Bagaimana keadaan jari telunjuk kamu?" tanya tuan putri.
"Alhamdulillah udah sembuh, ini coba tuan putri lihat sendiri." Lia menujukkan jari telunjuk yang pernah kena pisau.
"Apa benar bisa sembuh hanya pakai daun singkong?" Tuan putri yang masih terlihat begitu penasaran, walaupun dia sudah melihat ke arah jari telunjuk Lia.
"Insyallah bisa tuan putri, saya sudah mencobanya hasilnya luka di jari telunjuk saya sembuh." Lia yang mencoba menyakinkan tuan putri untuk mempercayai Lia.
Malam Harinya......
Tuan Putri masih duduk di depan sebuah rumah yang akan di jadikan tempat istirahat tuan putri selama masih berada di pondo po. Tuan putri masih menunggu kabar mengenai pangeran pertama. Sampai malam hari tetapi pangeran pertama belum juga kembali ke pondo po.
Tuan putri memiliki firasat bahwa sudah terjadi sesuatu dengan pangeran. Tuan putri berdiri dari bangku, lalu dia mengambil obor ( lampu yang terbuat dari bambu). Tuan putri berjalan sambil membawa obrol di tangannya.
"Tuan putri mau kemana?" Lia yang melihat tuan putri berjalan sambil membawa obrol, dia segera berlari ke arah tuan putri.
"Aku ingin kehutan untuk mencari pangeran pertama." Tuan putri yang terus saja berjalan tanpa memperdulikan Lia yang terus berlari untuk menyusulnya.
"Tuan putri tidak boleh kehutan ini sudah malam." Lia memegang tangan tuan putri.
" Lepaskan lepaskan aku." Tuan putri yang mencoba melepaskan tangannya dari Lia.
"Hamba tidak akan melepaskan tangan tuan putri." Lia yang begitu kuat memegang tangan tuan putri.
Tap........
Tap........
Tap........
Seorang laki-laki berjalan menghampiri kami yang sedang ribut.
"Ada apa ini?" Seorang pria yang sudah berdiri di hadapan mereka sambil memegang sebuah obor.
__ADS_1
"Tuan putri mau pergi kehutan pangeran," jawab Lia.
"Apa itu benar tuan putri?" tanya pangeran kedua.
"Iya itu benar aku mau mencari keberadaan pangeran pertama di dalam hutan." Tuan putri yang berusaha untuk melepaskan tangannya dari tangan Lia.
"Tuan putri ini sudah malam sebaiknya anda istirahat," kata pengeran kedua.
"Aku tidak mau istirahat sebelum aku menemukan pangeran pertama," kata tuan putri.
"Baiklah kalau begitu mau tuan putri, Lia lepaskan tangan tuan putri," kata pangeran kedua.
"Tapi pangeran kedua." Lia yang terlihat ragu untuk melepaskan tangannya dari tangan tuan putri.
"Tidak ada tapi ini perintah." Pangeran kedua yang berbicara dengan suara lantang dan kerasa.
"Baiklah pangeran." Lia melepaskan tangannya dari tangan tuan putri.
Setelah tangan Lia terlepas dari tangan tuan putri. Tuan putri merasa senang karena dia merasa terbebas dari Lia. Tiba-tiba saja pangeran kedua langsung menggendong tuan putri seperti karung yang dipikulnya.
"Pangeran kedua turunkan aku." Tuan putri yang memukul punggung pangeran kedua.
"Pangeran kedua jangan turunkan tuan putri." Lia yang berjalan mengikuti pangeran kedua yang telah mengendong tuan putri seperti karung beras
"Ckckck, kalian jangan berisik," kata pangeran kedua.
"Siapa yang berisik pangeran?" tanya Lia.
"Ckckck jalin berdua," jawab pangeran kedua."
"Kami berdua gak berisik pangeran kedua," kata Ry.
Pangeran kedua mengendong tuan putri sampai masuk ke dalam kamar yang berada di rumah tersebut yang telah di siap tuan guru untuk tuan putri. Pangeran kedua menurunkan tuan putri di atas tempat tidur.
"Tuan putri sebaiknya tidur ini sudah malam." Pangeran kedua yang berdiri di samping tuan putri.
"Aku tidak akan tidur," kata tuan putri.
"Kenapa tuan putri susah sekali di kasih tahu?" Pangeran kedua yang terlihat frutasi menghadapi tuan putri.
"Aku emang susah di kasi tahu, aku merasa khawatir ama pangeran pertama yang belum juga kembali dari hutan. Apa pangeran kedua tidak khawatir ama pangeran pertama?" tanya tuan putri.
"Aku juga khawatir, tapi ini sudah malam tuan putri aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk pangeran pertama," kata pangeran pertama.
__ADS_1
"Ckckck, diantara ke empat pangeran tidak ada yang peduli ama pangeran pertama. Mungkin kalian semua berharap bahwa pangeran pertama sudah meninggal di dalam hutan sehingga tahta dia sebaik putra mahkota di ganti kan oleh pangeran kedua," kata Tuan putri.
"Kenapa tuan putri bisa berpikiran seperti itu? tapi aku tidak pernah berpikir akan menjadi putra mahkota," kata pangeran pertama.
"Kalian semua tidak ada yang peduli kepada pangeran pertama ketika dia belum kembali kepomso pondo po," kata Tuan putri.
Hiks.......
Hiks.......
Hiks........
Tuan putri menangis tersedu-sedu, pangeran kedua duduk di pinggir tempat tidur. Dy memeluk badan tuan putri, dia mengelus punggung tuan putri. Tuan putri yang masih saja terus menagis di dalam pelukan pangeran kedua.
Lia yang melihat mereka berpelukan tiba-tiba saja air mata ikut mengalir. Lia menjadi teringat ama Ry, dia juga merasa merindukan Ry adeknya. Lia merasa menyesal sudah bersikap seenaknya ama Ry. Lia berharap agar bisa kembali kemasa depan.
Lia berjanji akan memperbaiki semua yang telah dia lakukan di masa depan. Dia ingin segera kembali ke masa depan tetapi dia belum memilik cara untuk kembali ke masa depan.
"Cup.....cup, tuan putri nangis sudah cukup." Pangeran kedua yang mencoba menenangkan tuan putri yang masih merasa sedih karena pangeran pertama belum berada di pondo Po.
"Hiks......Hiks, belum cukup." Tuan putri yang masih saja terus menangis.
"Aku mohon tuan putri berhentilah menangis." Pangeran dua yang mencoba membujuk tuan putri untuk berhenti menangis.
"Hiks.....Hiks, aku tidak akan berhenti menangis sebelum pangeran kedua mengabulkan permintaan aku," kata tuan putri.
"Apa yang tuan putri inginkan?"tanya pangeran kedua.
"Aku ingin pangeran kedua membawa pangeran pertama kembali kesini, apakah bisa?" tanya tuan putri kepada pangera kedua.
"Aku akan berusaha untuk membawa pangeran pertama kembali ke pondo po tuan putri," kata pangeran kedua.
"Pangeran kedua janji." Tuan putri melepaskan pelukan dari pangeran kedua.
"Insyallah aku janji," kata pangeran kedua.
"Baiklah aku harap pangeran kedua menepati janjinya," kata tuan putri.
"Nah sekarang tuan putri tidur dulu," kata pangeran kedua.
"Baiklah aku akan tidur sekarang pangeran kedua," kata tuan Putri.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1