
"Ikan lele di bawah pohon bakau, bakau dibawa dari Arizona. Waktu aku bertemu engkau langsung malu dan terpesona."
Istana
Pangeran kedua dan beberapa prajurit telah tiba di halaman istana dengan membawa sebuah tandu. Pangeran kedua turun dari kuda lalu dia berjalan ke arah pintu istana. Para prajurit yang membawa tandu tersebut juga ikut berjalan ke arah pintu istana.
Pangeran kedua sudah berada di depan pintu istana, prajurit yang menjaga pintu tersebut membukan pintu untuk pangeran kedua sehingga pangeran kedua bisa masuk ke dalam istana tersebut. Setelah pangeran kedua berjalan masuk kedalam istana prajurit yang menjaga pintu tersebut menutup kembali pintu istana. Pangeran kedua berjalan menghampiri raja dan ratu. Raja yang sedang duduk di kursi singgah sana, sedangkan ratu duduk di kursi sebelah raja.
Pangeran kedua sudah berdiri di hadapan raja dan ratu. Pangeran kedua berlutut di hadapan raja dan ratu sebagai simbol penghormatan kepada raja dan ratu. Setelah selesai berlutut pangeran kedua berdiri di hadapan raja dan ratu.
"Selamat siang ayahnda raja dan ibunda ratu." Pangeran kedua yang bergantian melirik ke arah raja dan ratu yang sedang duduk di hadapannya.
"Siang pangeran kedua, apa apa kamu kemari?" tanya raja.
"Ada yang ingin hamba sampaikan kepada ayahnda raja dan ibunda ratu." Raja melihat ke arah pangeran kedua.
"Pangeran kedua datang kesini bersama siapa?" tanya ratu.
"Pangeran pertama dan beberapa prajurit," jawab pangeran kedua.
"Dimana pangeran pertama?" Ratu berdiri dari kursinya lalu dia berjalan kearah pangeran kedua.
"Tunggu sebentar ibunda ratu hamba akan membawanya kesini." Pangeran kedua berjalan ke arah pintu istana.
Sementara di depan pintu istana beberapa prajurit yang membawa tandu ingin mencoba masuk ke dalam istana, tetapi penjaga pintu istana melarang beberapa prajurit yang membawa tandu tersebut untuk masuk ke dalam istana.
Sehingga terjadi perdebatan antara beberapa prajurit yang membawa tandu dengan penjaga pintu istana. Beberapa prajurit membawa tandu berusaha untuk masuk ke dalam istana sehingga penjaga pintu istana menodongkan tombak kepada beberapa prajurit yang membawa tandu tersebut kalau berusaha masuk ke dalam istana tersebut.
Pangeran kedua yang mendengar suara ribut-ribut di luar istana segera berjalan ke arah pintu istana. Sesampainya pangeran kedua berjalan kearah pintu istana tersebut, dia membuka pintu istana tersebut.
Ceklek.......Ceklek
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Pangeran kedua berjalan ke arah penjaga pintu istana.
__ADS_1
"Saya melarang mereka masuk pangeran kedua, tapi mereka tetap ingin masuk kedalam istana." Seorang penjaga pintu istana mengadu kepada pangeran kedua agar beberapa prajurit yang membawa tandu tersebut mendapat hukuman dari pangeran kedua.
"Biarkan mereka masuk." Pangeran kedua berbicara dengan suara yang lantang.
"Tapi pangeran kedua." Seorang penjaga pintu istana yang masih ragu membiarkan beberapa prajurit yang membawa tandu tersebut masuk.
"Tidak ada tapi-tapi ini perintah raja menyuruh mereka masuk." Pangeran kedua yang menatap tajam ke arah penjaga pintu istana tersebut.
"Baiklah kalian boleh masuk." Seorang penjaga pintu istana menggeserkan badannya agar beberapa prajurit tersebut bisa berjalan masuk membawa tandu tersebut.
Beberapa prajurit tersebut berjalan membawa tandu tersebut masuk ke dalam istana. Pangeran kedua juga berjalan masuk kedalam istana, beberapa prajurit yang membawa tandu tersebut sudah berada di hadapan raja dan ratu.
"Kenapa kalian membawa tandu kedalam istana?" ratu yang berdiri di hadapan mereka.
"Maaf raja dan ratu kami hanya mengikuti apa yang di perintah pangeran kedua." Seorang prajurit menundukan kepalanya sambil berbicara di hadapan raja dan ratunya.
"Dimana pangeran pertama?"Ratu yang menatap tajam ke arah mereka.
"Apa ayahnda raja dan ibunda ratu sudah siap bertemu dengan pangeran pertama?" Pangeran kedua yang sudah berdiri di samping tandu tersebut.
"Baikalah, Prajurit turunkan tandu tersebut." Pangeran kedua yang menyuruh tandu tersebut di turunkan.
"Baiklah, kami akan menurunkan tandu ini pangeran kedua." Seorang prajurit berbicara lalu dia menyuruh prajurit lainnya untuk menurunkan tandunya, beberapa prajurit tersebut menurunkan tandunya.
"Apa yang ada di tandu tersebut?" tanya raja.
"Pangeran pertama," jawab pangeran kedua.
"Buka tandu sekarang." Ratu berbicara dengan suara yang begitu tegas.
Seorang prajurit tersebut lalu membuka kain yang menutup tandu tersebut. Ratu berjalan mendekat ke arah tandu tersebut, saat kain tandu tersebut terbuka ratu melihat pangeran pertama yang sedang berbaring di dalam tandu tersebut.
Ratu menghampiri pangeran pertama yang sedang berbaring sambil menutup matanya.
__ADS_1
"Pangeran pertama ini ibunda." Ratu yang sudah berada di samping tandu mencoba membangunkan pangeran pertama.
"Kenapa pangeran pertama keadaannya seperti ini?" tanya ratu.
"Cepat kalian panggilkan tabit ke istana." Raja yang berdiri dari kursi singgah sananya lalu berjalan menghampiri pangeran pertama dan ratu.
"Baik raja saya akan memanggil tabit kesini." Seorang prajurit tersebut berdiri dari jongkoknya lalu dia berjalan ke arah pintu istana.
"Apa yang terjadi dengan pangeran pertama?" Raja yang sudah berdiri di hadapan pangeran kedua.
"Hamba tidak tahu ayahnda raja." Pangeran kedua yang menundukkan kepalannya.
"Bagaimana bisa kamu tidak tahu pangeran kedua?" Raja yang berbicara dengan nada yang tegas.
"Maafkan hamba ayahnda raja tetapi hamba benar-benar tidak tahu." Pangeran kedua yang tertunduk dengan wajah yang sedih.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada pangeran pertama?" Raja yang menatap tajam ke arah pangeran kedua.
"Hamba juga tidak mengetahui yang terjadi dengan pangeran pertama ayahnda," jawab pangeran kedua.
"Bagaimana dengan lomba berburu di hutan ?" tanya raja.
Pangeran kedua yang tampak diam, mendengar pertanyaan dari raja. Pangeran kedua binggung bagaimana cara memberitahukan tentang kejadian pangeran pertama yang menghilang saat lomba berburu di hutan.
"Kenapa kamu diam, cepat katakan apa telah terjadi sesuatu saat lomba berburu?" Raja yang menatap tajam ke arah pangeran kedua.
"H....amba." Pangeran kedua yang berbicara dengan gagap.
"Cepat katakan pangeran kedua." Raja yang berteriak ke arah pangeran kedua.
Pangeran kedua menceritakan kejadian yang terjadi saat lomba berburu di hutan kepada raja. Raja mendengar dengan seksama cerita dari pangeran kedua. Raja mulai marah saat mereka merahasiakan tentang pangeran pertama yang menghilang di hutan. Raja menyalakan pangeran kedua yang tidak bisa melindungi pangeran pertama.
Bahkan raja mengatakan seharusnya pangeran pertama tidak mengalami nasib seperti ini. Raja menyesalkan semua yang terjadi kepada pangeran pertama, sebenarnya raja akan melantik pangeran pertama menjadi putra mahkota setelah dia pulang dari pondo po.
__ADS_1
Sekarang nasi telah menjadi bubur raja tidak bisa berbuat apa-apa setelah melihat kondisi pangeran pertama dengan keadaan yang begitu mengenaskan.
...~ Bersambung ~...