Time Travel Lia

Time Travel Lia
Sakit Apa?


__ADS_3

"Aku memang bukan yang terbaik, tapi aku selalu berusaha menjadi yang lebih baik untuk kamu."


"Yang jelas ini ruangan kalian berdua, saya tidak ingin dengar perdebatan kalian lagi." Bidan berbicara dengan suara yang tegas.


"Iya mengerti ibuk bidan," Lia dan pak mentri menjawab secara serentak.


"Ingat kalian di sini harus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat jangan membuat malu puskesmas dengan kalian berdua ribut di sini," kata bidan Ratna.


"Iya ibuk bidan," jawab Lia dan pak mentri serentak.


Setelah bidan Ratna kembali ke ruanganya, tinggal Lia dan pak mentri di ruangan tersebut.


"Minggir kamu dari situ, itu kursi aku." Pak Mentri menyuruh Lia pergi dari kursi tempat duduknya.


Lia yang berjalan ke arah pintu meninggal pak mentri di ruangan tersebut. Lia duduk di bangku yang ada di depan ruangan tersebut.


Malam Harinya......


Nenek dan Lia naik ke atas tempat tidur yang berada di dalam kamar. Nenek membaringkan badannya di atas tempat tidur. Sedangkan Lia duduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Cu nenek udah ngatuk, apa cu udah ngatuk?" nenek yang mulutnya menguap karena merasa kantuk.


"Belum nek, ya udah nenek tidur aja dulu," kata Lia.


"Iya cu," kata nenek.


"Selamat malam nenek, semoga mimpi yang indah." Lia melihat ke arah nenek.


"Malam juga cu, nenek tidur dulu ya." Nenek membaca doa sebelum tidur lebih dahulu lalu nenek menutup kedua matanya.


Setelah nenek tertidur Lia mengeluarkan ponsel yang ada di saku bajunya. Lia melihat ponsel tidak ada sinyal. Lia wajah berubah menjadi cemberut karena tidak ada sinyal di desa ini.


Lia merebahkan badannya di samping nenek sambil memandang foto Abi yang sedang tersenyum yang berada di dalam ponselnya. Lia merasa kantuk sehingga akhirnya Lia tertidur.


Tiga Hari Kemudian........


Siang harinya saat jam makan siang, Lia yang berada di ruangan sendirian. Pak Mentri yang lebih dahulu pergi untuk melaksanakan shalat dzuhur dan makan siang di rumah bersama istrinya.


Sedangkan Lia di suruh pak mentri untuk berjaga di puskesmas takut nya ada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan sehingga Lia bisa membantu masyarakat.

__ADS_1


Sementara bidan Ratna sedang berada di rumah seorang warga yang sedang membantu seorang ibu yang akan melahirkan bayinya.


Seorang wanita dan seorang anak berjalan terburu - buru masuk ke dalam puskemas tersebut. Mereka berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Buk dokter tolong anak saya." Seorang wanita dan seorang anak menghampiri Lia yang sedang duduk.


"Baik buk, ayo dek silahkan berbaring di sini." Lia berdiri dari kursi lalu Lia mengambil teleskop lalu berjalan ke arah ranjang pasien.


"Iya buk dok," Seorang wanita tersebut membantu anak untuk naik ke atas tempat tidur.


"Anak ibu kenapa?" Lia yang memasang teleskop di telinga lalu memeriksakan anak tersebut.


"Anak saya setelah pulang sekolah mencret ibuk," kata wanita tersebut.


"Sudah berapa kali dia buang air besar?" Lia yang memegang mengetuk perut anak tersebut secara pelan dengan jari - jarinya.


"7 kali, sebenarnya anak saya sakit apa buk dok?" Si wanita terlihat panik melihat ke wajah anak tersebut.


...~ Bersambung ~ ...

__ADS_1


__ADS_2