Time Travel Lia

Time Travel Lia
Perasaan Abi


__ADS_3

"Wanita yang cantik akan membuka mata lelaki, tetapi wanita yang baik akan membuka hati lelaki."


Hari ini seluruh penduduk di desa Rokan di kerahkan untuk mencari keberadaan Lia. Mak Ulong dan beberapa orang naik perahu menyusuri setiap sudut sungai Rokan untuk menemukan keberadaan Lia.


Sementara mama berada di pinggir sungai untuk melihat proses pencarian Lia. Mama berdoa agar Lia di ketemukan dengan selamat sehingga mereka bisa berkumpul.


Sebuah mobil berhenti tidak jauh dari pinggir sungai, lelaki yang mengendarai mobil tersebut memakirkan mobilnya. Setelah itu lelaki itu turun dari mobil dia menutup pintu mobil lalu berjalan ke arah mama.


Lelaki tersebut menghampiri mama yang sedang duduk di atas rumput. Mama yang berada di pinggir sungai, lelaki tersebut duduk di samping mama.


"Mama," kata lelaki tersebut.


"Hiks.....hiks." Mama yang melihat ke arah samping ternyata lelaki tersebut papa.


"Sudah mama jangan nagis malu di lihatin ama yang lain." Papa yang memeluk badan mama lalu papa mengusap punggung mama.


"Hiks,Pa kapan nyampai?"Mama yang menangis dalam pelukan papa.


"Pa baru aja nyampai, mama jangan nangis lagi papa sudah disini." Papa melepaskan pelukan ama mama lalu papa mengeluarkan sapu tangan dari saku celana. Papa menghapus air mata mama dengan sapu tangan.


"Gimana mama gak nangis papa? Mbak Lia sampai sekarang belum di ketemukan." Mama yang matanya terlihat bengkak dan sembab karena banyak menangis.

__ADS_1


"Iya papa tahu mama, sekarang kita sedang berusaha buat menemukan keberadaan mbak Lia. Kita juga berdoa semoga Allah selalu melindungi mbak Lia dimanapun di berada. Sehingga kita bisa menemukan Mbak Lia dalam keadaan sehat walafiat." Papa yang memegang tangan mama.


"Aamiin.....papa." Mama melihat ke arah wajah papa yang tampak lelah, papa yang baru saja pulang dari luar kota setelah mendengar berita Lia menghilang di sungai.


"Mama mbak Fina dan Ry mana?" papa yang melihat kesekelilingnya.


"Mbak Fina di rumah nenek, kalau Ry lagi pergi beli minum ama Ijal," jawab mama.


"Apa mama udah makan?" tanya papa.


"Belum." Mama mengelengkan kepalanya.


"Kenapa mama gak makanan?" Papa yang terlihat khawatir melihat ke arah mama.


"Kalau begitu mama harus ikut papa." Papa berdiri dari tempat duduk lalu papa memegang tangan mama.


"Mama mau di sini aja papa, mama mau menunggu mbak Lia datang kesini," kata mama.


"Mama dosa loh seorang istri tidak nurut ama suaminya. Apa mama mau berdosa?"tanya papa.


"Tidak papa." Mama berdiri lalu mama dan papa berjalan sambil bergandengan tangan ke arah mobil.

__ADS_1


Siang Harinya......


Setelah jam sekolah berakhir Abi menunggu Ry di depan pintu kelas. Abi sengaja menunggu Ry untuk bisa pulang bersama. Satu persatu teman sekelas Ry sudah keluar dari kelas tetapi Abi belum juga melihat Ry keluar dari kelas.


Za yang terakhir kali keluar dari kelas lalu mengunci kelasnya. Abi yang melihat Za mengunci kelasnya lalu berjalan menghampiri Za.


"Eza." Abi yang sudah berdiri di samping Eza.


"Iya pak Abi." Za memasukan kunci kelas ke dalam saku bajunya lalu Za menoleh ke arah di sampingnya, ternyata Abi sudah berdiri di samping Eza.


"Ry mana?" tanya Abi.


"Ry izin tidak sekolah pak Abi," jawab Za.


"Ry izin kenapa Eza?" tanya Abi.


"Ada urusan keluarga pak," jawab Za.


"Oo... begitu, makasih ya Za. Kalau begitu saya pamit dulu." Abi yang berjalan meninggalkan Za yang masih berdiri di depan kelas.


Abi yang sudah berada di parkiran motor lalu Abi mengeluarkan ponselnya. Abi menghubungi nomor ponsel Ry tetapi tidak aktif. Setelah itu Abi menghubungi nomor ponsel Riski juga tidak aktif.

__ADS_1


Perasaan Abi menjadi tidak enak sehingga Abi memutuskan untuk pergi ke rumah Ry. Abi mengendarai motornya ke arah rumah Ry. Sesampai di halaman rumah Ry Abi memberhentikan motornya.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2