
"Ada model manusia yang tidak pernah merasa bersalah sama sekali, padahal ia telah menyakiti orang lain dengan tega dan sengaja."
Pangeran kedua berserta beberapa prajurit menunggangi kuda menuju jalan ke arah hutan. Pangeran kedua dan beberapa prajurit menunggangi kuda melewati jalan perkampungan. Di jalan perkampungan menuju ke arah hutan banyak terdapat rumah-rumah penduduk yang berada di perkampungan.
Rumah penduduk yang berada di perkampungan hampir rata-rata berbentuk rumah panggung. Mereka sengaja membangun rumah yang tinggi agar saat banjir air sungai tidak masuk ke dalam rumah tersebut. Sampai saat ini rumah di daerah tersebut masih di bangun rumah panggung.
Pangeran kedua dan beberapa prajurit terus menunggangi kudanya. Mereka ingin segera cepat sampai ke dalam hutan. Setelah melewati beberapa perkampungan akhirnya pangeran kedua dan beberapa prajurit sudah sampailah di dekat hutan.
Mereka menunggangi kuda lalu masuk ke dalam hutan. Mereka sudah masuk ke dalam hutan tersebut. Mereka tahu bahwa hutan tersebut sangat luas, kalau mereka bersama-sama mencari pangeran pertama akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk menemukan pangeran pertama di dalam hutan tersebut.
"Pangeran kedua, bagaimana kalau kita membagi menjadi empat kelompok untuk mencari pangeran pertama?"Seorang prajurit yang menunggangi kudanya di samping kuda pangeran.
"Aku setuju dengan ide tersebut." Pangeran kedua yang melirik ke arah prajurit tersebut.
"Baiklah, kalau begitu saya akan membagi menjadi empat kelompok," kata Prajurit tersebut.
"Setelah kamu membagi menjadi empat kelompok, maka suruh mereka untuk berpencar ke arah utara, timur, selatan dan barat," kata pangeran kedua.
"Baiklah pangeran kedua," kata prajurit tersebut.
Pangeran kedua menyuruh beberapa prajurit yang ikut dengannya untuk berhenti menunggangi kudanya. Mereka berhenti menunggangi kudanya, lalu seorang prajurit tersebut memberitahukan kepada prajurit lainnya kalau mereka akan di bagi empat kelompok.
Setiap kelompok beranggotakan empat orang prajurit, setelah terbentuk menjadi empat kelompok maka prajurit tersebut mulai berkumpul sesuai dengan kelompok yang telah di bagi oleh pangeran kedua.
Mereka sudah berkumpul sesuai dengan kelompoknya, lalu prajurit tersebut memberitahukan kepada mereka untuk mempermudah proses pencarian pangeran pertama maka mereka menyuruh keempat kelompok tersebut untuk berpencar.
Prajurit tersebut memberitahukan kepada mereka bahwa kelompok pertama akan mencari pangeran pertama ke arah utara hutan tersebut. Kelompok kedua akan mencari pangeran pertama di bagian arah timur hutan tersebut. Kelompok ketiga akan mencari pangeran pertama ke arah selatan dan kelompok keempat akan mencari pangeran pertama kearah barat hutan tersebut.
Mereka semua telah mengetahui pembagian daerah setiap kelompok untuk mencari keberadaan pangeran pertama. Prajurit tersebut memberitahukan kepada mereka bahwa sebelum matahari terbenam mereka harus kembali ke tempat ini lagi.
__ADS_1
Setelah itu mereka berpamitan ama pangeran kedua. Pangeran kedua menyuruh mereka untuk melihat setiap sudut yang ada di hutan tersebut sesuai berdasarkan pembagian tugas yang telah mereka dapat.
Mereka mengatakan kepada pangeran kedua akan melihat dengan teliti setiap sudut hutan yang telah di tentukan oleh pangeran kedua.
"Bagaimana dengan pangeran kedua mau tetap disini atau ikut mencari pangeran pertama?" tanya seorang prajurit.
"Aku akan ikut mencari pangeran pertama," jawab pangeran kedua.
"Pangeran kedua mau ikut kelompok berapa?" tanya prajurit tersebut.
"Kelompok keempat, kalau kamu mau ikut kelompok berapa?"tanya pangeran kedua.
"Saya akan ikut kelompok pertama pangeran kedua," jawab prajurit tersebut.
"Baiklah kalau begitu kita berpencar." Pangeran kedua menunggangi kudanya ke arah barat.
Di Pondo Po
Siti berjalan berjalan ke arah kamar tuan putri, dia yang sudah berada di depan pintu kamar tuan putri lalu membuka pintu kamar tuan putri. Siti berjalan masuk ke dalam kamar tuan putri. Sesampai di dalam kamar putri Siti berjalan menghampiri Lia yang tertidur di atas tikar.
Siti yang sudah berdiri di samping Lia lalu berjongkok badannya.
"Bangun." Siti mencoba membangun Lia.
Lia masih tertidur dengan nyenyak walaupun hanya beralaskan tikar. Dia hanya berselimut dengan kain panjang yang dia bawa. Siti yang melihat ke arah Lia yang belum juga bangun.
Siti binggung dengan Lia yang masih saja susah untuk di bangunkan. Siti menarik kain panjang yang menyelimuti badan Lia.
"Lia bangun ini udah siang." Siti membangunkan Lia sambil memegang lengannya.
Tetapi cara tersebut masih saja tidak berhasil membuat Lia terbangun. Akhirnya Siti mencari ide lain untuk membangunkan Lia. Siti berdiri lalu berjalan kearah pintu kamar tuan putri. Dia berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam rumah tersebut.
__ADS_1
Sesampai di dalam kamar mandi tersebut Siti mengambil sebuah gayung yang ada di dalam bak mandi tersebut. Siti memasukkan air ke dalam gayung tersebut, dia hanya mengisi sedikit air kedalam gayung tersebut.
Siti berjalan sambil membawa gayung tersebut ke arah kamar tuan putri. Siti yang sudah berada di kamar tuan putri, dia berjalan ke arah Lia yang masih tertidur dengan nyenyak di atas lantai yang beralaskan tikar.
Siti yang sudah berada di samping Lia, dia memasukkan tangannya ke dalam gayung tersebut. Dia mengeluarkan tangannya dari gayung tersebut lalu dia menyimpratkan air yang ada di tangan ke arah wajah Lia.
Lia yang wajah basah terkena air dari cimpratan tangan Siti, dia merasa wajahnya basah.
"Ya hujan." Dengan mata yang masih tertutup, Lia merasa sedang terkena air hujan di dalam mimpinya sehingga membasahi wajahnya.
"Lia bangun atap rumah bocor." Siti yang sengaja berbohong dengan Lia agar Lia bangun dari tidurnya.
Mendengar perkataan Siti, Lia memulai membuka kedua matanya. Lia melihat Siti yang sedang berdiri di sampingnya sambil memegang gayung.
"Apa kamu yang menyipratkan air ke wajah aku?" Lia bangun dari tidur lalu berubah posisi menjadi duduk.
"Iya, habis kamu begitu susah di bangunkan sehingga aku mengunakan cara tersebut," kata Siti.
Di Dalam Hutan
Pangeran kedua dan keempat orang prajurit sudah berada di dalam hutan yang berada di sebelah barat. Mereka berusaha untuk memeriksa setiap sudut-sudut yang berada di hutan tersebut. Tetapi mereka belum menemukan tanda-tanda atau jejak dari pangeran pertama.
Mereka mencari pangeran pertama sambil berteriak menyebut nama pangeran pertama. Tapi sama sekali belum juga ada hasilnya, mereka berharap dan berdoa semoga kelompok lainya bisa menemukan pangeran pertama.
Mereka merasa lelah karena belum bisa menemukan pangeran pertama sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar. Mereka berhenti menunggangi kuda lalu mereka turun dari kuda. Mereka memilih duduk di bawah pohon yang berada di hutan tersebut.
...~ Bersambung ~...
Hai Guys Mampir di novel baru Ry yang berjudul Perjuangan Ucup
__ADS_1