
"Dulu Hawa tipu Adam pakai buah, sekarang Hawa tipu Adam pakai filter."
Seorang itu masuk kedalam kamar lalu menghampiri Lia dan tabit.
"Kamu sudah sadar?"Dia berdiri di samping tempat tidur.
"Iya, apakah lu yang udah menyelamatkan gue?"Lia melihat ke arah seorang yang berdiri di samping tempat tidurnya.
"Lu dan gue itu apa?" Dia yang keningnya berkerut karena tidak mengerti dengan perkataan wanita itu.
"Hahaha, dasar katrok masak gitu aja gak tahu sih." Lia yang tertawa melihat ke arah wanita yang menyelamatkannya ternyata wanita kampungan tidak mengerti bahasa gaul.
"Katrok itu apa lagi?" Dia melihat ke arah wanita yang berada di atas tempat tidur.
"Masak bahasa begitu aja lu kagak tahu sih, benar-benar kampungan banget," kata Lia.
"Lu, gue dan katrok itu apa? saya juga tidak mengerti dengan bahasa yang kamu gunakan," tanya tabit.
"Ya payah banget, ternyata tabit juga gak tahu. Baiklah gue kasih tahu ama kalian lu itu saya, gue itu kamu dan katrok itu kampungan,"kata Lia.
"Ooo... begitu," kata mereka berdua dengan serentak.
"Nama lu siapa?" tanya Lia.
__ADS_1
"Nama saya Siti, kalau nama kamu siapa?" tanya Siti.
"Lia," jawab Lia.
"Bagaimana kondisi dia sekarang tabit?" tanya Siti.
"Kondisi dia sudah membaik," jawab tabit.
"Bagaimana kamu bisa terapung di sungai Rokan?" tanya Siti.
"Sore itu setelah gue pulang dari Kkn, gue berkeliling desa mengunakan motor saat itu gue melihat sungai. Gue mengendarai motor ke arah sungai tersebut. Sesampai gue di pinggir sungai, gue melihat anak-anak berenang di sungai. Mereka kelihat asik berenang di sungai sehingga membuat gue jadi pengen berenang di sungai," kata Lia
"Kkn dan motor itu apa?" tanya Siti.
"Iya aku gak tahu motor itu apa? makanya kasih tahu aku," kata Siti.
"Motor itu kendaraan roda," kata Lia.
"Roda dua itu seperti apa?" tanya Siti.
"Bannya ada 2," jawab Lia.
"Ban itu apa?"tanya Siti.
__ADS_1
"Omg ban juga kagak tahu, sebenarnya kalian itu hidup di zaman apa sih?" tanya Lia.
"Kamu lanjutkan lagi ceritanya saya penasaran," kata tabit.
"Gue turun dari motor lalu berjalan ke arah pinggir sungai. Gue meletakan tas gue di pinggir sungai setelah itu gue masuk ke dalam sungai. Gue berenang di dalam sungai lalu gue sampai di dasar sungai. Gue berusaha berenang naik ke atas permukaan air tetapi tubuh gue kehabisan tenaga sehingga gue tidak bisa berenang naik ke atas permukaan air. Karena terlalu lama berada di dasar air gue kehabisan nafas sehingga gue tidak bisa bernafas. Gue pikir pas di dasar sungai gue bakal meninggal dunia." Lia yang teringat kejadian saat dia berada di dasar sungai Rokan.
"Kamu beruntung masih bisa selamat dari dasar sungai lalu mengapung di permukaan sungai," kata tabit
"Ya beruntunglah orang indonesia mana ada ruginya," kata Lia.
"Indonesia itu apa? bahasa kamu itu aneh-aneh membuat saya pusing." Siti memegang kepalanya yang pusing mendengar perkataan Lia.
" Omo Indonesia itu negara kita, kelihatan banget kalau lu gak pernah sekolah makanya lu gak tahu," kata Lia.
"Yang boleh sekolah itu hanya bangsawan kerajaan kalau orang seperti saya yang hanya pelayanan tuan putri tidak di bolehkan untuk bersekolah." Siti yang wajahnya tertunduk sedih.
"Tunggu dulu ini maksudnya apa kok ada kerajaan dan tuan putri?" Lia yang bingung mendengar perkataan Siti.
"Aku memang yang menemukan kamu di sungai saat badan kamu tersangkut ama akar pohon yang ada di dalam sungai tersebut. Setelah aku membawa kami di pinggir sungai, aku memeriksa bahwa kamu masih bernapas sehingga tuan putri menyuruh aku membawa kamu ke tabit," kata Siti.
"Jadi benaran disini ada kerajaan dan tuan putri?" tanya Lia.
"Iya, apa kamu ingin bertemu dengan tuan putri?" tanya Siti.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...