Time Travel Lia

Time Travel Lia
Gajah Bengkak Vs Cicak


__ADS_3

"Kalah hari ini bisa menang hari esok, mati hari ini tidak akan pernah hidup kembali."


Betapa terkejut Ry saat membalikan badan Ry tidak melihat nenek berada di belakang Ry.


"Lah nenek kemana tadi di sini?"


"Waduh gawat nih kok nenek gak ada ya,"


Ry memikirkan nenek yang di bonceng tapi sekarang kok tidak ada. Ry berpikir keberadaan nenek sekarang di mana.


Ry yang sedang sibuk dengan pikirannya tidak menyadari sebuah motor sudah berhenti di sampingnya.


"Aduh....sakit." Ry tersadar dari lamunan ketika seorang menarik telinga Ry.


"Kamu tega banget ninggalin nenek di jalan." Nenek yang marah ama Ry.


"Ampun.....nek Ry gak tahu nenek." Ry yang menoleh ke arah samping melihat nenek yang sedang menarik telinga Ry.


"Ini semua gara - gara kamu ngebut bawa motor." Nenek melepaskan tangan dari telinga Ry.


"Maaf nek." Ry yang menyesali perbuatan ngebut sehingga membuat nenek tertinggal di jalan.


"Hmmmm, nek Fatimah kalau gitu saya pamit pulang dulu." Si cowok yang sengaja berdehem lalu melihat ke arah Ry dan nenek.


"Terima kasih ya cu, sampaikan salam nenek buat ayah bunda." Nenek melihat ke arah si cowok tersebut.


"Iya nenek Fatimah." Si cowok mengendarai motornya meninggal halaman rumah mak Ulong.


"Nek dia siapa?" tanya Ry.


"Itu cucu sahabat nenek, dia yang sudah menolong nenek saat jatuh di jalan tadi," kata nenek.

__ADS_1


"Terus gimana keadaan nenek? apa ada yang luka nek?" Ry memakirkan motornya lalu Ry turun dari motornya, Ry memeriksa keadaan nenek.


"Alhamdulillah keadaan nenek baik, tidak ada yang luka cuma pantat nenek aja yang sakit pas terjatuh tadi," kata nenek.


"Maafin Ry ya nek, ini semua salah Ry." Ry yang menyesal karena telah membuat nenek terjatuh dari motor sehingga meninggalkannya di jalan.


"Udah nek maafin, ayo kita ke rumah mak Ulong!" nenek memegang tangan Ry.



Tok.....Tok....Tok


"Assalamualaikum." Ry dan Nenek yang berdiri di depan pintu rumah.


"Walaikumsalam." Seorang laki-laki membuka pintu rumah.


Ceklek......Ceklek


"Iya nenek." Ijal mencium punggung tangan nenek.


"Nih salim tangan Ry sekalian." Ry mengulurkan tangan ke arah Ijal.


"Idih ogah aku nyalim tangan kamu yang jari jempol semua."Ijal menepis tangan Ry.


"Kalian ini kalau udah ketemu pasti berantem terus, apa kalian mau nenek nikahkan sekarang?" nenek berjalan masuk ke dalam rumah mak Ulong.


"Idih ogah aku nikah ama gajah bengkak model dia." Ijal yang berjalan di belakang nenek.


"Ckckck, Ry juga gak mau ama kamu dasar cicik. Kurus mirip papan triplek kalau ketiup angin mah terbang.


"Udah- udah jangn ribut terus pusing kepala nek, Ijal panggil abah dan emak ke sini." Nenek yang duduk di sofa ruangan tamu.

__ADS_1


"Iya nek." Ijal berjalan meninggalkan nenek dan Ry di ruangan tamu.


Ry duduk di sofa yang sama ama nenek. Ry melihat ke arah setiap sudut rumah mak Ulong.


Tap.......


Tap.......


Tap.......


Mak Ulong datang menghampiri nenek dan Ry.


"Emak." Mak Ulong menyalim punggung tangan nenek. Setelah itu mak Ulong melihat ke arah samping nenek.


"Mak Ulong." Ry menyalim punggung tangan mak Ulong.


"Wah anak gadis abah udah besar dan cantik." Mak Ulang mengusap rambut Ry.


"Ckckck, ngembang lah hidung si gajak bengkak di bilang cantik ama abah." Ijal yang sudah berada di ruangan tamu.


"Ya elah secara Ry itu cewek udah pasti cantik gak mungkin di bilang ganteng, dasar cicak." Ry yang menatap tajam ke arah Ijal.


"Kalian kalau sudah bertemu tidak pernah akur." Mak Ulong yang duduk di sofa ruangan tamu.


"Gimana mau akur mak Ulong? si Ijal mulai dulu ngejek Ry gajak bengkak. Padahal Ry bukan gajah bengkak," Ry yang mengadu ama mak Ulong.


"Ckckck, dasar tukang ngadu si gajah bengkak," kata Ijal.


"Nah tuh lihat Ijal mak Ulong ngatain Ry gajak bengkak," kata Ry.


"Ijal sekali lagi berani ngejek Ry, gak abah kasih uang jajan." Mak Ulong mengancam Ijal.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2