
"Terkadang berjalan pelan-pelan membuat mu lebih banyak melihat banyak hal, tak perlu terburu-buru untuk mencapai setiap pos. Yang terpenting jalan yang kau tempuh tidak salah."
"Tuan putri ayo cepat ikut hamba." Lia menarik tangan tuan putri sambil berlari meninggalkan kamar ibunda.
"Sebenarnya siapa orang-orang yang berpakaian serba hitam itu?" Tuan Putri berbicara sambil mengikuti Lia yang berlari ke arah pintu belakang kediaman ibunda.
"Hamba tidak tahu, yang terpenting kalau kita mau selamat kita harus meninggalkan tempat ini." Lia sudah berada di depan pintu belakang lalu dia membuka pintu belakang tersebut di sana sudah ada dua orang pria yang berpakaian serba hitam.
"Hahahaha, kalian mau kemana?" si pria yang berpakaian serba hitam tersebut tertawa ke arah Lia dan tuan putri.
"Bukan urusan mu." Lia yang berdiri di hadapan kedua pria yang memakai pakaian serba hitam.
"Wah ternyata kau cukup berani juga," kata si pria tersebut.
"Kenapa aku harus takut kepada kalian." Lia yang tidak merasakan takut sama sekali ketika menghadapi kedua pria tersebut.
"Baiklah kita lihat seberapa hebatnya kau." Si pria tersebut sudah memasang kuda-kuda serta dia sudah berancang-ancang untuk menyerang Lia.
Lia yang bisa membaca pergerakan dari kedua pria tersebut dengan cepat mengakis serangan yang dilakukan secara bersama dari kedua si pria tersebut. Lia juga memberikan serangan yang bertubi-tubi kepada kedua orang pria tersebut.Tuan Putri yang berada di belakang Lia melihat ke arah Lia dan dua orang pria yang memakai pakaian serba hitam.
Tuan putri yang melihat ke arah Lia yang sudah mulai kelelahan menghadapi kedua orang pria tersebut. Tua putri mencari sesuatu yang bisa di buat sebagai senjata untuk membantu Lia menghadapi kedua orang pria yang berpakaian serba hitam itu. Tuan putri melihat sebuah kayu. balik yang berada tidak jauh dari tempat dia berdiri.
Tua Putri segera berlari mengambil kayu balok tersebut. Tuan putri yang sudah memegang kayu balok di tangan lalu dia berjalan ke arah kedua pria tersebut yang tanpa henti terus menyerang ke arah Lia. Kedua pria tersebut tidak menyadari keberadaan tuan putri yang sudah berada di belakang nya. Lalu tuan putri memukul balok tersebut ke arah seorang pria yang berpakaian serba hitam tersebut.
Bough........... Bough
__ADS_1
Tuan putri memukul bagian kepala kepada seorang pria yang berpakaian serba hitam tersebut. Sehingga si pria tersebut jatuh pingsan sedangkan si Pria yang satu lagi langsung memukul tangan tuan putri sehingga kayu balok yang ada di tangan tuan putri terjatuh.
Lia yang melihat si pria tersebut menyerang ke arah tuan putri. Lia menendang kaki si pria yang berpakaian serba hitam hingga si pria tersebut jatuh ke tanah. Setelah itu Lia memukul perut si pria tersebut dengan kuat sehingga pria tersebut pingsan.
"Tuan putri ayo kita pergi dari sini." Lia memegang tangan tuan putri, Lia dan tuan putri berjalan ke arah pagar istana.
Sesampai di depan pagar istana Lia da tuan putri melihat ke arah pagar istana yang cukup tinggi untuk di panjat mereka.
"Apakah tuan putri bisa manjat?" tanya Lia.
"Bisa tapi kalau setinggi itu aku gak bisa," jawab tuan putri.
"Tuan putri naik lah ke bahu hamba." Lia berjongkok di depan pagar istana.
"Tapi aku berat." Tuan putri yang terlihat ragu untuk naik ke atas bahu Lia.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau." Tuan putri naik ke atas bahu Lia.
"Tuan putri sekarang panjat lah pagar itu." Lia berdiri dari jongkok sambil menempel di dinding tersebut.
"Iya aku panjat." Setelah mengatakan itu tuan putri berusaha memanjat pagar tembok tersebut.Tuan putri berhasil memanjat tembok tersebut.
"Sekarang tuan putri cepat lambat dari pagar itu, tuan putri bersembunyi lah di semak-semak," kata Lia.
"Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya tuan putri.
__ADS_1
"Hamba akan menyusul tuan putri jadi cepatlah tuan putri melompat dari pagar tembok itu." Lia yang menyuruh tuan putri untuk melompat.
Pagi Harinya.........
Lia sudah berhasil keluar dari istana lalu dia mencari tuan putri yang sedang bersembunyi di dalam semak-semak. Lia melihat ke arah semak-semak yang berada tidak jauh dari pagar istana. Lia memeriksa semak-semak tersebut tetapi tidak menemukan keberadaan tuan putri.
Lia berjalan ke arah semak-semak yang berada jauh dari pagar tersebut.Tetapi Lia tidak menemukan tuan putri di sana. Lia melihat sebuah pohon besar lalu dia berjalan ke arah pohon tersebut. Sesampai di pohon tersebut Lia melihat tuan putri yang masih tertidur sambil ber. sadar di pohon tersebut.
Tuan putri dan Lia berjalan pergi meninggalkan istana. Mereka sudah berada di desa yang terdekat dengan Kerajaan. Mereka sudah berada di warung makan mereka beristirahat sambil menunggu makan datang.Setelah selesai makan Lia membayar semua makan. Lia bertanya kepada pemilik warung apakah ada tempat menjual kuda di dekat sini. Si pemilik warung makan menjual kuda milik kepada Lia.
Tuan Putri dan Lia sudah berada di dalam hutan, tuan putri sedang menaiki kudanya sedangkan Lia memegang tali kuda tersebut sambil berjalan. Saat mereka sedang berjalan di dalam hutan tiba-tiba saja ada yang memanah kuda yang sedang tuan putri naikan. Sehingga membuat kuda tersebut jatuh tersungkur ke tanah.
"Tuan putri tidak apa-apa? " Lia yang mengulurkan tangan ke arah tuan putri.
"Aku baik-baik saja." Tuan putri menerima uluran tangan dari Lia. Sekarang tuan putri berdiri.
Lia melihat ke arah kuda yang telah meninggal karena terkena panah. Lia memegang tangan tuan putri untuk berlari meninggal tempat tersebut. Lia merasa tempat tersebut sudah tidak aman. Orang yang memanah kuda tersebut belari mengejar tuan putri dan Lia.
Tuan putri dan Lia terus berlari ke arah dalam hutan tersebut. Karena sudah lelah berlari akhirnya mereka berhenti di depan sebuah pohon besar sambil bersembunyi di balik pohon tersebut. Seorang pria yang memakai pakai serba hitam terus mencari keberadaan mereka berdua.
Akhirnya Lia dan tuan putri ketangkep oleh seorang yang berpakaian serba hitam tersebut. Lia berusaha melepaskan diri dengan cara berantem melawan si pria tersebut. Lia berhasil mengalahkan si pria tersebut tetapi si pri tersebut ternyata bersama beberapa orang lainnya.
Tuan putri dan Lia yang terus saja berlari dari kejaran mereka sudah sampai di pinggir jurang. Mereka terus saja berjalan mendekati ke arah tuan putri dan Lia. Tuan putri dan Lia tidak punya pilihan lain selain menjatuhkan diri dari jurang tersebut.
Tuan Putri dan Lia jatuh dari jurang tersebut saat jatuh ternyata di bawah jurang tersebut terdapat sungai Rokan Hilir.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...