
"Selamat malam jiwa-jiwa yang tersakiti oleh harapannya sendiri."
Si laki-laki tersebut membawa segelas air putih. Dia berjalan masuk ke dalam kamar mama Ry.
"Ini minum dulu budhe."Dia memberikan segelas air putih ama mama Ry.
"Glug....glug."Mama mengambil segelas air putih dari tangan dia lalu mama meminum air tersebut.
Malam Harinya.......
Kami sudah berkumpul di pinggir sungai Rokan terkecuali papa. Karena papa masih berada di luar kota sehingga besok papa baru bisa ke desa.
"Eli, sebaiknya besok kita lanjutkan pencarian Lia di sungai ini."Mak Ulong yang berdiri di samping mama.
"Iya mama, ini sudah malam kita kesulitan mencarinya dengan kondisi yang gelap," kata Rizki.
"Mama lebih baik sekarang kita pulang dulu kerumah nenek." Fina yang membujuk mama untuk kerumah nenek.
"Tapi bagaimana dengan mbak Lia? pasti saat ini dia kedinginan dan ke takutan di dalam sungai itu." Mama yang wajahnya sedih dan khawatir ama Lia.
"Mama percaya Lia pasti akan baik-baik saja karena Allah bersamanya. Mari kita pulang ke rumah nenek lalu shalat dan mendoakan Lia agar Lia besok bisa ketemu." Fina memegang tangan mama lalu Fina menyakinkan untuk pulang kerumah nenek.
__ADS_1
Setelah melaksanakan shalat berjamah serta berdoa. Kami duduk di atas tikar ruangan tamu, kami makan bersama dengan menu sederhana yaitu mie rebus. Kami semua tidak ada yang berselera makan karena memikirkan nasib Lia yang menghilang di sungai Rokan.
Nenek menyuruh kami makan sehingga kami makan walaupun dengan keadaan yang terpaksa bahkan nasi dan mie yang masuk ke dalam mulut kami sulit untuk bisa tertelan. Kami semua sudah menyelesaikan makan malam.
"Ulong bagaimana kejadian Lia bisa menghilang di sungai Rokan?" Mama yang melihat ke arah mama Ulong.
Flashback..........
Mak Ulong menceritakan apa yang dia dengar dari seorang ibuk yang mau mandi ke sungai Rokan. Ibuk tersebut berjalan ke arah sungai Rokan lalu dia melihat Lia yang memakirkan motornya di dekat sungai.
Lia berjalan ke arah pinggir sungai lalu melihat anak-anak yang sedang asik berenang di sungai. Lia yang melihat itu jadi mempunyai keinginan untuk berenang di sungai Rokan.
Sehingga ibuk tersebut berteriak menyuruh anak-anak tersebut untuk berenang menemukan Lia yang masuk ke dalam sungai tersebut. Anak-anak tersebut berenang lalu mencari keberadaan Lia di dalam sungai tersebut tetapi mereka tidak menemukan Lia.
Mereka sudah berusaha mencari Lia tetapi tidak menemukan mereka yang mengenal bahwa Lia itu cucu dari nenek Fatimah lalu seorang anak berjalan pergi kerumah nenek Fatimah.
Nenek berdiri di depan rumah merasa gelisah karena Lia belum juga pulang. Nenek menyuruh mak Ulong untuk pergi menyusul Lia ke Puskemas. Mak Ulong menyusul Lia ke Puskemas tetapi Lia sudah pulang dari.
Mak Ulong merasa cemas setelah mendengar bahwa Lia sudah pulang dari tadi. Akhirnya mak Ulong berkeliling desa untuk mencari keberadaan Lia.
Mak Ulong mengendarai motor ke arah sungai Rokan lalu mak Ulong melihat motor Lia yang terpakir tidak jauh dari sungai tersebut. Mak Ulong menghampiri motor tersebut lalu memakirkan motornya di samping motor Lia.
__ADS_1
Mak Ulong turun dari motor lalu berjalan ke arah pinggir sungai Rokan. Mak Ulong melihat beberapa warga yang terlihat berkumpul di sana. Mak Ulong yang ingin bertanya tentang keberadaan Lia.
"Hei, apa kalian melihat pemilik motor tersebut?" Mak Ulong menghampiri warga tersebut.
"Saya melihat Ulong," jawab seorang ibuk.
"Dimana keberadaan keberadaan keponakan saya?" tanya mak Ulong.
"Dia tadi berenang di situ tetapi." Ibuk tersebut menujukan mengunakan jarinya ke arah sungai Rokan.
"Tetapi apa?"tanya mak Ulong.
"Dia tidak muncul lagi dari dalam sungai," kata ibuk tersebut.
Jedaaarr.......
Jedaaarr.......
Jedaaarr.......
...~ Bersambung~...
__ADS_1