
"Andaikan menghapus ingatan itu mudah maka aku ingin melakukannya. Karena begitu banyak kenangan yang membuat aku sakit bila mengingatnya."
Sebulan kemudian........
Setelah meninggalnya pangeran pertama kondisi kesehatan raja menurun. Raja menjadi sering sakit-sakitan, kondisi raja saat ini sedang sakit. Para pejabat istana yang mengetahui kondisi raja yang sedang sakit saat ini, mereka berbondong-bondong datang ke istana untuk menjenguk raja.
Di Kediaman Raja
Raja sedang berada di dalam kamarnya bersama ratu. Selama raja sakit ratulah orang yang selalu menjaga, merawat dan menemani raja, seperti saat sekarang ini raja sedang berbaring di atas tempat tidurnya.
Raja melihat ke arah ratu yang sedang duduk di pinggir tempat tidur. Raja melihat wajah ratu yang terlihat sedih dan lesu, mata ratu juga terlihat sembab seperti habis menangis. Raja sedih melihat kondisi ratu yang seperti itu. Dia juga tahu kondisi ratu seperti itu di sebabkan oleh raja.
Ratu yang menyadari bahwa raja yang terus saja melihat ke arahnya.
"Apa raja butuh sesuatu?" Ratu yang menatap mata raja.
"Iya." Raja yang berbicara dengan suara yang begitu lemah.
"Apa yang raja butuhkan?" tanya ratu.
"Aku haus," jawab raja.
"Raja mau minum apa?" tanya ratu.
"Air putih," jawab raja.
"Tunggu sebentar hamba ambilkan." Ratu turun dari tempat tidur lalu dia berjalan ke arah meja yang ada di dalam kamar tersebut. Di atas meja tersebut terdapat sebuah teko dan gelas.
Ratu yang sudah berada di depan meja tersebut lalu dia memegang teko tersebut, dia menuangkan air dari teko tersebut ke dalam sebuah gelas yang berada di atas meja tersebut. Setelah itu ratu mengambil sebuah gelas yang berisi air putih dari atas meja tersebut.
Ratu berjalan sambil membawa sebuah gelas yang berisi air putih di tangannya. Sesampai ratu di samping tempat tidur raja. Raja yang melihat ke arah ratu yang sudah berdiri di samping tempat tidur raja sambi memegang sebuah jelas yang berisi air putih.
Raja yang mencoba untuk duduk si atas tempat tidur, tetapi raja mengalami kesulitan untuk bisa duduk di atas tempat tidur. Ratu yang melihat raja yang tidak bisa duduk lalu dia menghampiri raja yang berada di atas tempat tidur.
"Apa raja mau duduk?" Ratu naik keatas tempat tidur raja.
"Iya," jawab raja.
"Baiklah sini hamba bantu." Ratu yang sudah berada di atas tempat raja, dia sudah berada si samping raja. Tuan putri membantu raja agar bisa duduk di atas tempat tidur. Akhirnya Raja bisa duduk di atas tempat tidur.
"Ini air minumnya raja." Ratu memberikan segelas air putih kepada raja.
"Iya, glug.....glug." Raja mengambil segelas air putih dari tangan ratu lalu dia meminum air tersebut. Setelah selesai minum air dari dalam gelas yang di berikan oleh ratu, raja memberikan gelas tersebut kepada ratu.
"Apa raja ingin makan sesuatu?" Ratu mengambil gelas dari tangan raja, ratu turun dari tempat tidur lalu dia berdiri di samping tempat tidur.
__ADS_1
"Tidak ada." Raja yang menggeleng kepalanya
"Bagaimana dengan buah, apa ada buah yang ingin raja makan?" tanya ratu.
"Ada," jawab raja.
"Raja mau buah apa?" tanya ratu.
"Rambe," jawab raja.
"Baiklah hamba akan menyuruh prajurit untuk mencari buat rambe," kata ratu.
"Aku ingin pangeran kedua yang mencari buah rambe," kata raja.
"Maaf raja pangeran kedua untuk saat ini tidak bisa di ganggu," kata ratu.
"Apa yang sedang pangeran kedua kerjakan?" tanya raja.
"Sementara ini pangeran kedua menggantikan raja mengerjakan tugas-tugas raja," jawab ratu.
"Seandainya saja pangeran pertama masih hidup pasti dia yang akan mengantikan tugas aku sebagai raja." Wajah raja yang terlihat sedih karena memikirkan pangeran pertama.
"Sudahlah, sekarang yang terpenting raja harus segera sembuh dari sakit ini," kata ratu.
"Seandainya saja tuan putri itu seorang pangeran maka aku akan segera mengangkat dia untuk mengantikan aku sebagi raja," kata raja.
"Aku juga ingin segera sembuh, rasa aku sudah bosan berbaring di atas tempat tidur ini." Raja yang berbicara dengan wajah sedih.
"Makanya raja harus makan dan meminum ramuan dari tabit," kata ratu.
"Iya," jawab raja.
"Apa raja masih ingin makan buah rambe?" tanya ratu.
"Iya," jawab Raja.
"Apa boleh kalau yang mencari buah rambe tersebut tuan putri?" tanya ratu.
"Boleh," jawab raja.
Di Luar Istana
Lia, Siti dan tuan putri sedang berada di luar istana. Tuan putri mendapat tugas dari ratu untuk mencari buah rambe, raja yang ingin memakan buah rambe. Buah yang memiliki bentuk mirip seperti duku, bulat kecil-kecil dan kulit luarnya berwarna kuning.
Mereka bertiga sedang berjalan kaki mencari pohon buah rambe. Lia dan Siti tidak mengetahui tugas yang ratu berikan kepada tuan putri, yang Lia dan Siti ketahui mereka itu menemani tuan putri untuk mencari sesuatu. Tetapi sampai sekarang sesuatu yang mereka cari belum di temukan.
__ADS_1
"Tuan putri kita ini mencari apa?" Lia yang berhenti berjalan kaki.
"Buah." Tuan putri yang juga berhenti berjalan kaki.
"Apa nama buahnya?" tanya Siti.
"Rambe," jawab tuan putri.
" Seperti apa bentuk buahnya?" tanya Lia.
"Emang kamu tidak tahu bentuk buah rambe?" tanya Siti.
"Tidak tuan putri." Lia menggelengkan kepalannya.
"Ayo sekarang kita mencari buah rambe!" Tuan putri yang berjalan terlebih dahulu meninggalkan Lia dan Siti yang berada di belakang tuan putri.
"Baiklah tuan putri." Siti dan Lia berjalan menghampiri raja yang sudah jalan terlebih dahulu.
"Seperti apa bentuk buah rambe?" tanya Lia.
"Apa kamu tahu buah duku?" tanya Siti.
"Tahu," jawab Lia.
"Buah rambe itu hampir mirip kayak buah duku," jawab Siti.
"Apanya yang mirip ama buah duku?" tanya Lia.
"Bentuknya bulat kecil-kecil kulit luar berwarna kuning," jawab Siti.
"Bagaimana dengan rasa nya?" tanya Lia.
"Asam," jawab Lia.
"Aku pikir buah rambe itu rasanya manis," kata Lia.
" Tidak, rasa buah rambe itu asam," kata Lia.
Tuan putri yang berjalan terlebih dahulu meninggalkan Siti dan Lia yang sedang berbicara mengenai buah rambe. Siti dan Lia belum menyadari bahwa tuan putri sudah jauh berjalan kaki meninggal Siti dan Lia.
Tuan putri berjalan kaki sambil melihat ke kanan kiri, tuan putri yang sedang mencari pohon rambe. Pohon rambe sudah susah sekali di cari, karena sudah berjalan sejauh ini tetapi tuan putri belum juga menemukan pohon rambe.
...~ Bersambung ~...
Hai Guys Mampir ke novel Ry yang baru bejudul Perjuangan Ucup.
__ADS_1