Time Travel Lia

Time Travel Lia
Menunggu Para Pangeran


__ADS_3

"Kalau perempuan minta maaf ketika dia berbuat salah, itu bukan perempuan tapi itu bidadari."


Berarti Ry bidadari dong soalnya Ry akan meminta maaf kalau salah. Selain itu ada tiga hal yang akan Ry katakan secara langsung tolong, maaf dan terima kasih.


"Karena kamu masih keturunan keluarga kerajaan Rokan Hilir," jawab Tuan Guru.


"Hahaha, itu tidak mungkin." Lia yang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan Tuan guru.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bahkan kedatangan kamu kesini pun pasti memiliki tujuan tersendiri," kata Tuan guru.


"Apa maksud Tuan guru?" Lia yang berhenti tertawa lalu melihat ke arah Tuan guru.


"Tuan putri hamba pamit dulu." Setelah pamit kepada tuan putri, Tuan guru pergi meninggalkan Tuan putri dan kedua dayangnya.


"Tunggu Tuan guru." Lia berdiri dari tempat duduk lalu berlari ke arah Tuan guru. Lia berlari dengan terburu-buru ke arah Tuan guru.


"Ada apa?" Tuan guru yang berhenti berjalan karena Lia sudah berdiri di hadapannya, Lia menghalangi jalan tuan guru.


"Apa benar kalau aku masih keturunan kerajaan ini Tuan guru?" Lia yang menatap ke arah Tuan guru.


"Iya," jawab Tuan guru.


"Bagaimana bisa aku masih keturunan keluarga kerajaan Rokan Hilir?" tanya Tuan putri.


"Yang jelas nenek kamu yang bernama Fatimah itu masih keturunan Raja Rokan Hilir sehingga darah yang mengalir di tubuh ibu kamu yang bernama Eli itu darah keturunan kerajaan," kata Tuan Guru.


"J...a...di aku ini keturunan keluarga kerajaan." Lia yang begitu terkejut sehingga berbicara dengan gagap.


"Iya," jawab Tuan guru


"Tuan guru aku ingin kembali ke masa depan. Apa Tuan guru tahu cara supaya aku bisa kembali ke masa depan?" tanya Tuan Guru


"Aku tidak tahu caranya, yang jelas keberadaan kamu di sini saat ini di butuhkan," kata tuan guru.


Sore Harinya........


Setelah selesai mandi kami semua berkumpul di halaman Pondo po untuk menunggu kedatangan para pangeran. Tuan putri duduk di bangku yang telah di siapkan, tuan putri menatap ke arah lurus sambil melihat para pangeran yang datang karena lomba berburu sudah selesai.


Matahari sudah mulai tenggelam tetapi para pangeran belum ada yang tiba di Pondo Po, sehingga membuat tuan putri merasa cemas. Tuan putri berdiri dari bangku lalu tuan putri berjalan mondar mandir di depan bangku tersebut. Siti dan Lia yang melihat ke arah tuan putri yang terlihat begitu cemas.

__ADS_1


"Tuan putri sebaiknya duduk." Siti yang melihat tuan putri berdiri dengan berjalan mondar mandir lalu menyuruh tuan putri.


"Aku tidak bisa duduk dan hanya berdiam diri di sini." Tuan putri yang berjalan pergi.


"Tunggu tuan putri mau kemana?" Lia berjalan menyusul tuan putri yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Aku ingin pergi kehutan." Tuan putri yang terus saja berjalan.


"Tuan putri tidak boleh pergi kesana." Lia memegang tangan tuan putri.


"Lepaskan tangan mu dari tangan aku." Tuan putri yang berhenti berjalan melihat kearah Lia yang berani memegang tangan tuan putri.


"Aku tidak akan melepaskan tuan putri, sebaiknya kita tunggu para pangeran aku yakin meraka akan datang." Lia yang sedang mencoba menyakinkan tuan putri.


"Firasat aku mengatakan telah terjadi sesuatu dengan para pangeran sehingga sampai sekarang para pangeran belum ada yang kembali ke Pondo Po." Tuan Putri yang wajahnya terlihat cemas.


"Tuan putri tidak boleh berpikir seperti itu, sebaiknya kita berdoa kepada Allah agar para pangeran tiba ke pondo po dengan keadaan selamat tidak kurang satu apapun," kata Lia.


"Aamiin, benar yang Lia katakan tuan putri lebih baik tuan putri duduk di bangku tadi," kata Siti.


Mereka kembali ketempat yang tadi, Tuan putri duduk di bangku sedangkan Siti dan Lia berdiri di samping tuan putri. Mereka berdiri di sebelah kanan dan sebelah kiri tuan putri.


Tak........Tuk........


Tak.........Tuk........


Tak.........Tuk........


Kami semua melihat ke arah si pria tersebut, kami ingin segera mengetahui siapa pria tersebut. Pria tersebut berhenti menunggangi kudanya karena sudah berada di dekat tuan putri dab ke dua dayangnya.


Si pria tersebut turun dari kudanya lalu berjalan menghampiri Tuan putri dan kedua dayangnya tersebut. Tuan putri melihat ke arah si pria tersebut yang sudah berdiri di hadapan tuan putri dan kedua dayangnya.


"Tuan putri." Si pria tersebut menudukan wajahnya kepada tuan putri.


"Angkat wajah kamu." Tuan putri yang begitu penasaran dengan wajah si pria tersebut.


"Baiklah tuan putri." Si pria tersebut mengangkat wajahnya.


"Pangeran kedua, mana keempat pangeran lainnya?" tanya tuan putri.

__ADS_1


"Maaf kan aku tidak tahu tuan putri," jawab pangeran kedua.


"Bagaimana bisa pangeran tidak tahu keberadaan keempat pengeran lainnya?" tanya tuan putri.


"Saat kami sudah berada di dalam hutan, kami berpencar mencari hewan yang ada di hutan untuk di buru," kata pangeran kedua.


"Kenapa kalian berpencar?" tanya tuan putri.


"Kami ingin mendapatkan hewan yang kami buru tuan putri," jawab pangeran kedua.


"Mana hewan yang pangeran kedua dapatkan?" tanya tuan putri.


"Aku hanya mendapatkan ini tuan putri." Pangeran kedua memegang seekor kelinci yang sudah mati di panahnya tadi.


"Kenapa pangeran memanah seekor kelinci yang terlihat mengenaskan itu?" tanya Tuan putri.


"Saat di hutan tadi aku hanya melihat seekor kelinci sehingga akhirnya aku memanah kelinci tersebut, setelah aku berhasil memanah kelinci tersebut. Aku menunggangi kuda ke arah pondo po," kata pangeran kedua.


"Kenapa pangeran kedua tidak mencari keempat pangeran lainnya?" tanya tuan putri.


"Aku pikir mereka sudah terlebih dahulu sampai sini, ternyata malah aku jadi pangeran yang pertama sampai di sini," jawab pangeran kedua.


"Kenapa mereka belum sampai juga pangeran kedua?" tanya tuan putri.


"Sabarlah tuan putri mereka pasti sedang perjalanan menuju ke arah pondo po," jawab pangeran kedua.


"Aku tidak bisa sabar dan duduk berdiam diri di bangku ini," kata tuan putri.


"Memangnya apa yang mau tuan putri lakukan?" tanya pangeran kedua.


"Aku ingin menyusul mereka kedalam hutan." Tuan putri yang sudah berdiri dari bangkunya.


"Jangan lakukan itu tuan putri, itu hanya akan membuat kami semakin bertambah khawatir. Keempat pangeran belum di temukan sekarang malah tuan putri yang akan menghilang kalau sudah masuk ke dalam hutan tersebut.


"Sebaiknya Kita tunggu saja di sini tuan putri," kata pangeran kedua.


...~Bersambung ~...


Hallo Guys Mampir ke Novel Ry yang baru

__ADS_1


Berjudul Perjuangan Ucup



__ADS_2