
" Bbm naik, bahan pokok naik yang turun hanya air mata kesedihan aku padamu."
Esokan Harinya........
Pagi - pagi Ry sudah berdiri di depan teras rumah sambil melihat bunga yang ada di dalam pot. Ry berniat mengambil sebuah bunga untuk di bawa ke sekolah. Tapi Ry harus minta izin dulu ama Lia, karena semua bunga yang ada di teras rumah Ry. Lia yang memanamnya.
Mama dan Ry tidak bisa menanam bunga karena tangan mama dan Ry itu panas jadi kalau nanam bunga pasti mati maka, mama dan Ry tidak mau menanam bunga.
Beda ama papa dan Lia, papa dan Lia yang hobi menanam apa saja selain itu tangan papa dan Lia dingin sehingga setiap yang mereka tanam pasti hidup.
Ry berjalan masuk ke dalam rumah, Ry yang sedang memikirkan cara agar Lia mau memberikan satu bunganya saja untuk di bawa kesekolah. Sesampai Ry di depan pintu kamar.
Ceklek..... Ceklek
Ry membuka pintu kamar lalu Ry berjalan masuk di dalam kamar. Ry melihat Lia yang masih tertidur nyenyak. Ry menghampiri Lia yang masih tertidur.
" Mbak Lia bangun," kata Ry.
__ADS_1
" Mbak Lia ini udah siang." Ry yang menarik selimut Lia lalu memegang kaki Lia.
" Apaan sih lu ganggu gue aja." Lia yang membuka kedua matanya.
" Mbak Lia yang cantik, baik hati dan rajin menabung bangun doang ini udah siang." Ry yang sedang melayu Lia dengan cara memuji.
"Bagus kalau lu tahu, tapi lu pasti ada maunya kan?" Lia yang duduk di atas kasur tempat tidurnya.
" Hehehe, mbak Lia yang cantik tahu aja." Ry yang tertawa cengegesan.
" Lu mau apa cepatan ngomong?" sebelum gue berubah pikiran," tanya Lia.
" Ya uda sana ambil aja," kata Lia.
" Makasih mbak Lia yang cantik, cup." Ry yang langsung mencium pipi kanan.
" Lu apa - apaan sih cium pipi gue, jijik gue jadinya." Lia yang turun dari tempat tidur lalu duduk di kursi depan meja rias.
Lia mengambil tisu basah lalu menghapus bekas ciuman Ry dari pipinya. Ry mengambil tas ranselnya lalu buru - buru pergi dari kamar. Ry yang takut kalau Lia berubah pikiran.
__ADS_1
Ry berjalan buru - buru ke arah dapur. Ry melihat mama yang sedang menyiapkan bekal makan siang untuk Ry.
" Mama itu bekal untuk Ry?" tanya Ry.
" Iya ambil nih." Mama memberikan sebuah kontak bekal makan siang yang bermerek Tupperware.
Merek yang paling di sukai oleh emak - emak. Padahal cuma terbuat dari bahan plastik tapi harganya mehong. Nah kontak bekal dan botol minum ini gak boleh samping hilang karena harga yang mehong. Kalau hilang emak - emak biasa merepet ama 7 hari 7 malam.
" Iya mama." Ry mengambil kontak bekal dan botol minuman yang di masukkan mama ke dalam paper bag.
" Ingat jangan sampai hilang kotak bekal dan botol air minumnya dek." Mama yang melihat ke arah Ry.
" Iya, Ry pergi sekolah dulu ya mama." Ry menyalim punggung tangan mama.
" Belajar yang pintar, jangan pacaran. Bawa motor jangan ngebut - ngebut," kata mama.
" Iya ibu negara." Ry berjalan meninggalkan mama.
Ry berjalan ke arah teras lalu Ry mengantungkan paper bag bekal makan dan botol minum di gantung motor. Ry mengambil sebuah bunga yang ada di dalam pot.
__ADS_1
...~ Bersambung~ ...