
"Semakin sulit sebuah perjuangan, semakin indah saat mencapai kemenangan."
Setelah mencuci muka di dalam kamar mandi lalu Lia berjalan ke arah dapur. Sesampai di dapur Lia duduk di bangku kayu yang ada di dapur. Lia melihat ke arah meja makan uang sudah ada piring yang berisi pisang goreng dan segelas teh hangat.
"Cu di makan jangan cuma di lihatin." Nenek yang berdiri di samping Lia.
"Iya, nenek udah sarapan?" Lia yang mengambil pisang goreng dari piring.
"Belum, nenek mau menunggu Cu sarapannya." Nenek yang duduk di bangku yang sama ama Lia.
"Ya udah ayo kita sarapan nenek mumpung pisang goreng masih hangat." Lia yang memakan pisang goreng buatan nenek.
Lia dan nenek menikmati sarapan pagi dengan pisang goreng dan teh hangat. Nenek melihat ke arah Lia, nenek tersenyum melihat Lia yang terlihat lahap saat memakan pisang goreng buatan nenek.
"Gimana pisang goreng yang nenek buat Cu?" tanya nenek.
"Selalu enak dan aku suka banget pisang goreng buatan nenek." Lia yang memuji pisang goreng buatan nenek.
"Emang buatan mama Cu kayak mana?" tanya nenek.
__ADS_1
" Buatan mama enak cuma buatan nenek lebih enak lagi," jawab Lia.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian yang rapi serta almamater. Lia menghampiri nenek yang sedang duduk di tikar sambil membuat anyamannya.
"Nenek aku pergi ke puskemas desa dulu ya." Lia berpamitan ama nenek, lalu Lia mencium punggung tangan nenek.
"Apa Cu tahu dimana letak puskesmas?" tanya nenek.
"Aku tahu nenek," jawab Lia.
"Ya udah hati - hati di jalan," kata nenek.
"Assalamualaikum." Lia yang sudah berdiri di depan pintu puskesmas.
"Walaikumsalam." Seorang wanita yang seumuran mama berjalan ke arah Lia. Sesampai wanita di depan pintu melihat ke arah Lia.
"Apa ibuk dokter di puskesmas ini?" Lia yang melihat ke arah wanita tersebut.
"Bukan, apa kamu yang bernama Lia Dwi Putri putri ke dua Eli?"Wanita itu melihat ke arah Lia.
__ADS_1
"Iya, kok bisa tahu nama saya?" Lia yang keningnya berkerut ketika wanita yang berdiri di hadapannya mengetahui namanya dan juga nama mamanya.
"Apa Lia tidak ingat ama Ibuk?" tanya wanita tersebut.
"Tidak, saya belum pernah bertemu dengan ibuk. Ini pertama kalinya saya bertemu dengan ibuk," jawab Lia.
"Ibuk tidak menyaka Lia bisa tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar, bahkan Lia sudah menjadi mahasiswa kedokteran." Wanita tersebut memeluk Lia.
"Ibuk siapa?" Lia yang melepaskan pelukan wanita tersebut.
"Apa Lia tidak mengingat ibuk? coba Lia perhatikan wajah ibu dengan baik - baik," kata wanita tersebut.
Lia melihat ke arah wanita tersebut, Lia melihat wanita tersebut memakai pakaian seragam bidang kesehatan yang berwarna putih. Lia yakin bahwa wanita tersebut bekerja di bidang yang sama kayak Lia yaitu bidang ke sehatan.
Lia melihat ke arah wajah wanita tersebut, Lia merasa yakin bahwa wanita yang berdiri di hadapanya seumuran ama mamanya. Lia melihat wajah wanita itu yang terlihat cantik.
Lia yang makin di buat penasaran tentang wanita yang ada di hadapannya.
Lia yang makin penasaran siapa wanita ini? kenapa wanita ini seolah - olah sudah mengenal Lia. Bahkan Lia saja merasa tidak mengenali wanita tersebut. Lia merasa yakin bahwa dia baru bertemu ama wanita tersebut hari ini.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...