
"Sempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi. Punya sisi pahit yang tidak mungkin kamu sembunyikan."
Sore Harinya........
Setelah puas berkeliling hutan pangeran kedua dan kelompok empat belum menemukan tanda-tanda keberadaan pangeran kedua. Mereka yang melihat ke arah matahari di langit akan mulai tengelam lalu mereka bergegas menunggangi kudanya. Mereka bergegas kembali ke tempat semula mereka sebelum berpencar.
Kelompok empat tiba lebih dahulu di sana, mereka menunggu sambil berdoa bahwa ketiga kelompok lainya akan menemukan pangeran pertama.
Tak.....Tik....Tuk
Tak.....Tik....Tuk
Tak......Tik.....Tuk
Mereka yang sudah duduk di bawah pohon yang berada di hutan. Mereka menoleh kearah suara kaki kuda yang sedang berjalan mendekati ke arah mereka. Kelompok dua sudah menunggangi kuda menghampiri mereka.
Setelah sampai di hadapan kelompok empat, kelompok dua turun dari kuda mereka menghampiri rombongan pangeran yang duduk di bawah pohon. Mereka yang sudah berdiri di hadapan rombongan pangeran.
"Apa kalian sudah menemukan jejak pangeran pertama?" Pangeran kedua melihat ke arah kelompok dua.
"Maaf pangeran kami tidak menemukan jejak pangeran pertama di sana," jawab seorang prajurit yang berada di kelompok kedua.
"Kalau begitu kalian boleh istirahat," kata pangeran kedua.
"Baiklah pangeran kedua kami akan beristirahat," kata seorang prajurit tersebut yang berasal dari kelompok kedua.
Mereka tinggal menunggu kelompok satu dan tiga yang belum datang.
"Pangeran kedua apa kita akan bermalam di sini?" tanya seorang prajurit.
"Iya," jawab pangeran kedua.
"Kalau begitu saya akan membagi tugas ama mereka."Prajurit tersebut berjalan meninggalkan pangeran kedua.
__ADS_1
Prajurit tersebut menghampiri beberapa prajurit yang sedang duduk di bawah pohon yang ada hutan. Prajurit tersebut membagi tugas kepada beberapa prajurit yang lainnya untuk mencari kayu, air dan makanan berupa hewan seperti kijang, rusa, kelinci, burung dan ayam hutan yang akan mereka bakar untuk makan malam.
Setelah mendapatkan pembagian tugas maka beberapa prajurit tersebut berdiri dari tempat duduknya. Mereka berjalan meninggal pangeran kedua dan seorang prajurit. Mereka berjalan ke arah dalam hutan untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh prajurit tersebut.
Pangeran kedua yang sedang duduk di atas rumputan yang berada di bawah pohon yang berada di hutan tersebut. Pangeran kedua sedang menunggu kelompok tiga dan kelompok empat yang belum juga tiba di tempat yang telah mereka janjikan tadi.
Pangeran kedua berharap bahwa kelompok tiga atau kelompok keempat membawa pangeran pertama dalam keadaan hidup. Pangeran kedua merasa menyesal saat lomba berburu dia meninggal pangeran pertama sendirian di dalam hutan. Pangeran kedua pergi meninggalkan pangeran pertama karena dia melihat seekor rusa. Pangeran kedua ingi memanah rusa tersebut sehingga dia menunggangi kuda ke arah rusa tersebut.
Pangeran kedua yang terlalu fokus ke arah rusa sehingga tidak memperdulikan pangeran pertama yang telah dia tinggal sendirian di dalam hutan. Padahal pangeran kedua tahu bahwa pangeran pertama tidak bisa ilmu bela diri, dia hanya menguasai ilmu pengetahuan. Pangeran pertama tidak bisa melindungi dirinya sendiri.
Malam Harinya.......
Pangeran kedua sudah berada di dekat api unggun. Mereka sedang membakar beberapa ekor buru dan ayam hutan. Pangeran kedua sudah merasa gelisah karena kelompok tiga dan kelompok empat belum juga tiba di tempat ini.
Tak.....Tik.....Tuk
Tak.....Tik.....Tuk
Tak.....Tik.....Tuk
Sedangkan sebelah tangan lagi sedang memegang api obor yang terbuat dari bambu. Pangeran berdiri dari tempat duduknya melihat ke arah beberapa orang tersebut. Beberapa orang tersebut berhenti menunggangi kudanya.
Mereka turun dari kuda lalu berjalan ke arah api unggun sambil membawa api obor. Mereka sudah sampai di dekat api unggun tersebut. Pangeran kedua melihat ke arah mereka, ternyata mereka itu adalah kelompok tiga dan kelompok pertama.
"Bagaimana kalian sudah menemukan tanda-tanda pangeran pertama?" Pangeran berjalan ke arah mereka.
"Maaf pangeran kedua kami sama sekali tidak menemukan jejak pangeran pertama," kata prajurit yang berasal dari kelompok tiga.
"Aahh." Pangeran Kedua terlihat frutasi sambil menjambak rambutnya.
Beberapa prajurit langsung menoleh ke arah pangeran kedua. Mereka merasa khawatir melihat pangeran kedua yang terlihat frutasi karena belum berhasil menemukan pangeran pertama.
"Pangeran kedua jangan seperti ini." Seorang prajurit yang menghampiri pangeran kedua, dia mencoba menenangkan pangeran kedua.
__ADS_1
"Apa yang akan aku katakan kepada tuan putri?" Pangeran kedua melepaskan tangannya dari rambutnya.
"Sudahlah pangeran kedua jangan pikirkan lagi, besok kita coba mencari pangeran ke daerah yang belum kita cari tadi," kata Prajurit tersebut.
Pangeran kedua berjalan kearah yang agak jauh dari api unggun. Pangeran kedua duduk di atas rumput lalu dia merebahkan badannya di atas rumput. Dia mengunakan lengan sebagai bantal untuk kepala.
Pangeran kedua menatap ke atas langit, malam ini terdapat bintang-bintang yang bertaburan di langit, selain itu di langit juga terdapat bulan purnama yang cahayanya menyinarinya malam ini.
Seorang prajurit berjalan sambil membawa burung bakar yang beralaskan daun. Dia menghampiri pangeran kedua yang sedang berbaring di atas rumput yang ada di hutan tersebut. Dia sudah berada di samping pangeran tersebut.
"Pangeran kedua." Prajurit tersebut duduk di atas rumput yang berada di samping pangeran kedua.
"Iya, ada apa?" Pangeran kedua bangun dari tidur lalu dia duduk di atas rumput.
"Ini sebaiknya pangeran makan dulu." Prajurit tersebut memberikan burung bakar dengan beralas daun kepada pangeran kedua.
"Aku tidak berselera makan," kata pangeran kedua.
"Pangeran kedua harus makan natik sakit, besok kita akan melanjutkan pencarian pangeran pertama lagi," kata prajurit tersebut.
"Iya aku makan." Pangeran kedua mengambil burung bakar beralaskan daun dari tangan prajurit tersebut. Pangeran kedua tersebut memakan burung bakar yang beralaskan daun tersebut dengan lahap.
Prajurit tersebut melihat ke arah pangeran kedua yang memakan burung bakar dengan lahap.
"Pangeran kedua makan pelan-pelan saja," kata prajurit tersebut.
"Iya, apa kamu sudah makan?" tanya pangeran kedua.
"Aku sudah makan, apa pangeran kedua mau nambah lagi?" tanya prajurit tersebut.
"Iya, ambilkan lagi," kata pangeran kedua.
"Baiklah pangeran kedua aku ambil lagi." Prajurit tersebut berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah api unggun tersebut.
__ADS_1
Sesampainya prajurit tersebut di api unggun, dia melihat masih ada burung yang di bakar di api unggun tersebut. Prajurit tersebut mengambil burung yang masih berada di dekat api unggun. Setelah itu prajurit membawa burung bakar beralaskan daun ke arah pangeran kedua. Sesampainya prajurit tersebut di hadapan pangeran kedua, dia memberikan burung bakar kepada pangeran kedua.
...~ Bersambung ~...