Time Travel Lia

Time Travel Lia
Lia Menghilang


__ADS_3

"Kurasa aku tidak masalah harus menunggu lebih lama, jika pada akhirnya yang terbaik


memang datang di akhir."


Ry yang masih berada di ruangan keluarga mendengar suara sesuatu yang jatuh lalu berdiri dari tempat duduk. Ry berjalan meninggalkan ruangan keluarga. Sesampai Ry di depan pintu kamar mama yang terbuka Ry masuk ke dalam kamar.


Ry melihat mama yang sudah tergeletak di lantai kamar. Lalu Ry buru menghampiri mama yang sudah tergeletak di lantai. Ry duduk di atas lantai lalu meletakan kepala mama di paha Ry.


"Tolong.....tolong."Ry yang panik melihat keadaan mama lalu berteriak meminta tolong.


"Mama."Ry yang melihat wajah mama.


"Mama bangun,"


Seorang laki-laki yang sedang duduk di bangku depan rumah mendengar suara teriakan seorang yang meminta tolong lalu dia berdiri. Dia berjalan ke arah suara tersebut ternyata suara tersebut berasal dari rumah yang berada di depan rumahnya.


"Tolong....tolong,"teriak Ry.


Si laki-laki tersebut sudah berada di depan rumah Ry mendengar suara teriakan dari dalam rumah. Dia lalu membuka pintu rumah Ry.


Ceklek......Ceklek


Dia berjalan masuk ke dalam rumah sambil mendengarkan suara Ry yang masih berteriak meminta tolong. Dia sudah sampai di depan pintu kamar mama Ry. Dia berjalan masuk ke dalam kamar. Dia melihat Ry yang sedang duduk sambil memangku mama.


"Budhe kenapa Ry?" Dia sudah berdiri di hadapan mama dan Ry.


"Ry gak tahu abang." Wajah Ry yang terlihat khawatir dan sedih.


"Sini aku angkat budhe dulu." Dia berjongkok lalu menggendong mama, lalu dia meletakan mama di atas tempat tidur.


Ry berdiri dari tempat duduk lalu mengambil minyak kayu putih yang ada di meja rias mama. Ry berjalan ke arah tempat tidur mama lalu Ry duduk di pinggir tempat tidur. Ry membuka minyak kayu putih lalu menempelkan di hidung mama.

__ADS_1


"Mama," kata Ry.


"Mama bangun,"kata Ry.


Mama mulai membuka kedua matanya lalu mama melihat Ry yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Syukur lah mama sudah sadar." Ry merasa legah karena mama sudah sadar dari pingsannya.


"Ini Mama dimana?"mama yang baru sadar dari pingsannya.


"Di kamar mama, mama kenapa bisa pingsan?"tanya Ry.


"Ponsel mama mana?"tanya mama.


"Ponsel."Ry yang melihat kearah lantai kamar untuk mencari keberadaan ponsel mama.


"Iya, ponsel mama mana?"tanya mama.


"Ini ponsel budhe."Dia menyerahkan ponsel ke tangan mama.


"Apa kamu yang sudah mengendong budeh?" mama mengambil ponsel dari tangan Dia.


"Iya budhe." Dia berjalan meninggalkan mama dan Ry yang masih berada di kamar mama.


"Terimakasih."Lalu mama duduk di atas tempat tidur.


"Mama sadar dari pingsan kok malah cari ponsel sih, ada apa ma?" tanya Ry.


"Tadi mak Ulong nelpon mama," jawab mama.


"Tumben mak Ulong nelpon, apa terjadi sesuatu ama nenek?" Ry melihat ke arah wajah mama yang terlihat khawatir dan sedih.

__ADS_1


"Tidak ada yang terjadi ama nenek," jawab mama.


"Kalau tidak ada yang terjadi ama nenek, lalu apa dong mama?" Ry yang makin penasaran.


"Ini ada hubungannya dengan mbak Lia," jawab mama.


Deg.......


Deg.......


Deg.......


"Ada apa dengan mbak Lia mama?" tanya Ry.


"Mbak Lia berenang di sungai Rokan," jawab mama.


" Ya gak apa-apalah mbak Lia berenang di sana, mama gak usah khawatir,"kata Ry.


"Bagaimana mama gak khawatir dek, mbak Lia itu berenang di sungai dan dinyatakan menghilang?"Air mata yang terjatuh saat berbicara ama Ry.


Jedaaarr.......


Jedaaarr.......


Jedaaarr......


"Itu gak mungkin mama, mbak Lia jago berenang." Ry yang tidak percaya ama perkataan mama bahwa Lia menghilangkan di sungai Rokan.


"Hiks.....Hiks." Mama menangis.


"Mbak Lia......mbak Lia." Mama yang menangis sambil menyebutkan nama Lia.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2