Time Travel Lia

Time Travel Lia
Ada Nama Kamu Di Hati Aku


__ADS_3

"Jadi orang itu jangan kayak pohon pisang punya jatung tapi gak punya hati."


Lia yang mendengar suara ketukan pintu lalu berjalan ke arah pintu.Lia sudah berdiri di depan pintu rumah lalu membuka pintu.


Ceklek.......Ceklek


"Assalamualaikum." Abi yang berdiri di depan pintu.


"Walaikumsalam, ayo masuk sayang!" Lia menarik tangan Abi masuk ke dalam rumahnya.


"Iya cinta." Abi berjalan masuk ke dalam rumah Lia.


"Sayang duduk di sini." Lia yang sudah duduk di sofa menyuruh Abi duduk di sofa yang sama ama Lia.


"Iya cinta." Abi yang duduk di samping Lia di sofa yang sama yang jaraknya berdekatan.


"Sayang aku kangen, apa sayang kangen ama aku?" Lia yang melihat ke arah Abi.


"Aku juga kangen, maka aku kesini nemui cinta." Abi yang memegang tangan kanan Lia.


"Sama doang kalau gitu kita." Lia yang tersenyum melihat ke arah Abi.


"Cup..cup." Abi yang mencium punggung tangan kanan Lia.


"Sayang dari mana?" tanya Lia.


"Dari rumah terus kesini buat nemui cinta," jawab Abi.


"Sayang udah makan?" tanya Lia.

__ADS_1


"Udah,cinta udah makan?" tanya Lia.


"Udah,sayang mau minum apa?" tanya Lia.


"Apa aja yang penting cinta yang buat," jawab Abi.


"Kalau aku kasih racun apa sayang akan tetap minum?" tanya Lia.


"Iya tetap aku minum, tapi apa cinta tega ngasih aku racun?" tanya Abi.


"Aku gak tega sih ama sayang." Lia yang tersenyum melihat ke arah Abi.


"Aku tahu cinta kenapa gak tega ama aku," kata Abi.


"Emang kenapa sayang?" tanya Lia.


"Aku kan pacar cinta yang paling ganteng, baik hati, rajin menabung, dan gemar beribadah," kata Abi.


"Habis cinta gak mau muji aku sih, jadi aku muji diri sendiri," kata Abi.


"Ckck, sayang mah narsis kayak gitu," kata Lia.


"Kalau aku gak narsis, cinta pasti gak suka ama aku," kata Abi.


"Kata siapa?" tanya Lia.


"Ya kata akulah, soalnya aku yang barusan ngomong," kata Abi.


"Ya udah sayang, aku buatin minum dulu. Tunggu di sini." Lia yang berjalan pergi meninggalkan Abi.

__ADS_1


Lia membawa segelas teh manis ke ruangan tamu. Sesampai di ruangan tamu Lia meletakan teh manis di atas meja. Lia duduk di samping Abi.


"Sayang diminum teh diminum." Lia yang memyuruh Abi untuk meminum tehnya.


"Entar lagi sayang masih panas tehnya," katw Abi.


"Apa aku boleh pinjam bahu sayang?"tanya Lia.


"Boleh cinta," jawab Abi.


Lia menyandarkan kepalanya di bahu Abi. Abi yang mengelus rambut Lia. Kalau di rumah Lia gak pernah pakai hijab makanya Abi bisa membelai rambut Lia yang hitam dan lurus kaya mama Lia.


"Cup....cup." Abi mencium kening Lia.


"Sayang, cinta gak ama aku?" tanya Lia.


"Aku cinta banget ama cinta," jawab Abi.


"Masak sih sayang?" Lia yang meragukan cinta Abi.


"Kalau sayang gak percaya belah aja di dada aku hanya ada nama Lia Dwi Putri." Abi yang memegang tangan Lia di dadanya.


"Iya aku percaya ama sayang." Lia yang merasa jantung Abi berdetak kencang saat tangan berada di dadanya.


"Cinta coba lihat ke sini." Abi yang menyuruh Lia melihat ke arahnya.


"Iya sayang." Lia menegakkan kembali kepalanya lalu melihat ke arah Abi.


Wajah Lia dan Abi sudah saling berhadapan bahkan, Abi memajukan wajahnya sehingga semakin dekat ama Lia. Lia yang merasakan wangi nafas mint dari Abi. Abi yang mulai memajukan bibir untuk mendekati bibir Lia.

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2