
Assalamu'alaikum wr wb
Selamat hari minggu readers semua, setelah setahun akhirnya Ry mau melanjutkan novel Time Travel Lia. Ry akan melanjutkan menulis novel Time Travel Lia tapi Ry tidak bisa up setiap hari novel ini paling Ry hanya akan Up seminggu 3 kali atau 4 kali. Ry mau tetap memfokuskan novel Perjuangan Ucup.
Terimakasih buat readers yang masih menunggu novel ini. Ry tipe yang konsisten saat berkarya maka Ry akan menyelesaikan setiap karya Ry. Ry harapan masih ada reader yang menunggu Lia untuk bisa kembali.
"Di selimuti oleh kegelapan, di keliling oleh kesepian, di semangati oleh kesendirian."
Prajurit yang berdiri di depan pintu kamar raja terdahulu mengentuk pintu.
Tok........ Tok
"Permisi baginda raja , apa hamba boleh masuk?" tanya prajurit tersebut.
"Masuklah," jawab ratu.
"Baiklah ratu, hamba masuk." Si prajurit tersebut membuka pintu kamar raja terdahulu. Si prajurit tersebut berjalan masuk setelah itu dia menuntut pintu kamar raja terdahulu. Si Prajurit berjalan ke arah tempat tidur raja terdahulu.
"Ada apa prajurit?" Ratu yang duduk di pinggir tempat tidur sambil memegang tangan raja terdahulu.
"Hamba ingin memberitahu bahwa para pangeran dan tuan putri sudah berada di luar, apakah mereka boleh masuk ke dalam kamar ini?" Prajurit yang menundukkan kepalanya.
"Suruh mereka untuk segera masuk prajurit." Ratu memberikan perintah kepada prajurit.
"Baiklah, hamba permisi dulu ratu." Prajurit tersebut berpamitan kepada ratu setelah itu dia berjalan pergi meninggalkan kamar raja yang terdahulu.
"Silahkan prajurit," kata Ratu.
Prajurit tersebut membuka pintu kamar raja yang terdahulu, saat dia berjalan keluar dari kamar raja terdahulu para pangeran dan tuan putri sudah berada di depan pintu kamar raja terdahulu.
"Apa kami sudah boleh masuk prajurit?" tanya para pangeran dan tuan putri secara serentak.
"Para pangeran dan tuan putri sudah di perbolehkan masuk oleh ratu." Prajurit tersebut berhenti berjalan lalu dia berbicara sambil menunduk kepada para pangeran dan tuan putri.
"Kalau begitu kami akan masuk sekarang." Para pangeran dan tuan putri secara bersama mau masuk ke dalam kamar raja terdahulu dengan melewati pintu kamar tersebut. Mereka berdesakan di depan pintu kamar raja terdahulu.
__ADS_1
"Minggir aku mau masuk." Pangeran keempat mendorong badan pangeran ketiga.
"Kamu minggir, aku dulu yang harus masuk terlebih dahulu. Karena aku yang paling tua di antara kalian semua."Pangeran ketiga merobos masuk terlebih dahulu kedalam kamar raja terdahulu.
" Sekarang giliran aku yang masuk."Setelah pangeran ketiga masuk pangeran keempat menyusul pangeran ketiga kedalam kamar raja terdahulu.
"Sebaiknya tuan putri terlebih dahulu masuk." Pangeran kelima menyuruh tuan putri untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kamar raja terdahulu.
"Baiklah pangeran kelima aku masuk dulu ya." Setelah pangeran kelima menyuruh tuan putri untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kamar raja terdahulu, maka tuan putri berjalan masuk ke dalam kamar raja terdahulu.
"Silakan tuan putri." Pangeran kelima mempersilahkan tuan putri untuk masuk terlebih setelah tuan putri masuk barulah pangeran kelima masuk kedalam kamar raja terdahulu.
Para pangeran dan tua putri sudah berkumpul, mereka sedang berdiri di pinggir tempat tidur raja terdahulu.
"Apa para pangeran dan tuan putri semuanya sudah berkumpul?" raja terdahulu berbicara dengan suara yang lemah sambil menoleh ke arah mereka semua.
"Belum ayahanda," jawab para pangeran dan tuan putri.
"Siapa yang belum datang?" tanya ayahnda raja.
"Baiklah ada yang ingin ayahnda sampaikan kepada para pangeran dan tuan putri," kata ayahnda.
"Apa itu ayahnda?" tanya mereka secara serentak.
"Kalau nantika ayahnda sudah tidak ada lagi, maka kalian harus merawat ibu kalian. Kalian juga harus kompak dan saling menjaga satu sama lain walaupun kalian terlahir dari ibu yang berbeda kalian masih saudar seayah. Maka kalian harus saling menyayangi dan menasihi." Ayahnda berbicara dengan suara yang pelan dan lemas.
"Apa kalian mendengarkan yang ayahnda katakan?" tanya Ratu.
"Kami mendengarkan nya ibunda ratu," mereka serentak menjawab.
"Bagus kalau kalian mendengarkan yang ayahnda katakan.Kalian juga harus melakukan yang ayahnda katakan." Ratu menginginkan kepada mereka bahwa bukan cuma mendengar perkataan ayahnda raja mereka juga harus melakukan yang ayahnda raja inginkan.
"Baiklah ibunda kami akan melakukan apa pun asal kami bisa membuat ayahnda raja merasa bahagia," kata pangerann Ke empat.
"Sebagai seorang anak kalian memang di haruskan membahagiakan kedua orang tua," kata ibu.
__ADS_1
"Ibunda tapi kami tidak hanya mempunyai kedua orang tua melainkan seorang ayah dan 3 orang ibu, seorang ibu yang telah menjadi ratu di kerajaan ini dan dua ibu yang merupakan selir dari raja terdahulu." kata pangeran ke tiga.
"Iya pangeran ketiga ibunda tahu tapi kalian harus tetap saling menyayangi sesama saudara seayah." Ibunda menjelaskan kepada para pangeran dan tuan putri.
"Ayahnda ingin meminta sesuatu kepada kalian, apa kalian akan mengabulkan permintaan ayahnda?" tanya ayahnda.
"Coba ayahnda kata terlebih dahulu, apa permintaan ayahnda?"Pangeran keempat meminta ayahnda untuk mengatakan permintaan nya.
" Ayahnda ingin kalian tetap rukun, membantu satu sama lain, saling mengasihi dan saling menyayangi sesama saudara, apa kalian mau berjanji kepada ayahnda?" tanya ayahnda.
"Kami berjanji ayahnda." Mereka saling bergandengan tangan lalu mereka mengucapkan janji kepada ayahnda.
"Ayahnda merasa umur ayahnda tidak akan lama lagi," kata ayahnda.
"Ayahnda jangan berkata seperti itu." Tuan putri terlihat sedih mendengar perkataan ayahnda.
"Betul yang di katakan tuan putri." Pangeran ke lima membenarkan perkataan tuan putri.
"Ayahnda tidak ada seorang pun yang tahu tentang umur seorang karena itu menjadi rahasia Allah." Pangeran keempat yang juga merasa sedih mendengarkan perkataan ayahnda.
"Ayahnda harus yakin pasti akan sembuh, maka ayahnda harus minum obat, jangan banyak pikiran dan berdoa agar ayahnda cepat sembuh," kata pangeran ketiga.
"Kami selalu mendoakan agar ayahnda cepat sembuh," kata pangeran keempat.
"Aamiin." Mereka yang berada di dalam kamar ayahnda berdo'a lalu mereka mengucapkan kata aamiin agar ayahnda cepat sembuh.
"Pangeran ketiga, tolong panggil kan ke 3 ibu selir ke sini sekarang." Ayahnda menyuruh pangeran ketiga untuk pergi memanggil ke 3 selirnya.
"Baiklah ayahnda aku pergi dulu memanggil ke 3 ibu selir." Pangeran ketiga melepaskan tangannya yang di pegang dari pangeran keempat lalu dia pergi meninggalkan kamar ayahnda.
Ayahnda nafas mulai terasa berat sekali selain, ibunda menyuruh pangeran keempat untuk memanggil tabit.Pangeran keempat segera pergi memanggil tabit. Ayahda meminta tuan putri untuk mendekat ke arahnya. Tuan putri sudah berada di samping ayahnda. Tuan putri berada di sebelah kiri ayahnda.
Ayahnda meminta tuan putri untuk mengajarkan membaca dua kalimat syahadat. Ayahnda sudah merasa badanya sakit semua bahkan ayahnda merasakan bahwa nyawanya akan di cabut oleh malikat. Tuan putri mengajar ayahnda membaca. dua kalimat syahadat. Ayahnda membaca dua kalimat syahadat tersebut dengan nafas yang berat.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1