Time Travel Lia

Time Travel Lia
Water Boom


__ADS_3

" Kita lagi berada di zaman tangan kanan memberi, tangan kiri instastory."


Si cowok tersebut yaitu Abi yang sudah menunggu Lia dan Ry dari tadi. Abi yang sudah berdiri di hadapan Lia.


" Sayang udah lama nyampai sini?" tanya Lia.


"Kira - kira 15 menit yang lalu cinta," jawab Abi.


" Sayang udah beli tiket masuk water boomnya?" tanya Lia.


" Udah nih cinta." Abi menujukan tiga buah tiket masuk water boom ama Lia.


Sesampainya Ry di samping Lia lalu Ry terkejut melihat Abi yang sudah berada di hadapan kami.


" Lah kok abang Abi ada di sini?"tanya Ry.


" Gue yang ngajak dia berenang bareng kita," kata Lia.


" Ya udah, ayo kita masuk!" Abi mengajak Lia dan Ry masuk ke dalam water boom.


Kami berjalan ke arah pintu masuk water boom. Abi dan Lia berjalan sambil bergandengan tangan sedang Ry berjalan di belakang Lia. Sesampai di depan pintu masuk water boom.


" Tiket mana?" tanya penjaga water boom.


" Ini pak untuk tiga orang." Abi menyerahkan tiga buah tiket masuk ama penjaga water boom.

__ADS_1


" Iya silahkan masuk." Penjaga mengeserkan badan agar kami bisa masuk ke dalam water boom.


" Iya pak," jawab kami bertiga secara serentak.


Kami berjalan masuk ke dalam water boom. Lia dan Abi yang berjalan sambil bergandengan tangan. Lia dan Abi yang melihat - lihat sekeliling water boom untuk mencari tempat duduk.


Sedangkan Ry yang berhenti berjalan, Ry yang berdiri terdiam melihat ke indahan water boom. Ry yang baru pertama kali masuk ke dalam water boom berbeda dengan Lia dan Abi yang sudah pernah beberapa kali masuk ke dalam water boom.



Akhirnya Abi menemukan tempat untuk duduk bersama Lia yaitu di bawah pohon yang ada rumputan.


" Cinta kita duduk di sana aja, gimana?" Abi yang menujuk ke arah sebuah pohon.


" Iya sayang," kata Lia.


" Cinta Ry mana?" Abi yang melihat ke segala arah untuk mencari keberadaan Ry.


" Gak tahu, bukannya dia tadi jalan di belakang kita," jawab Lia.


" Kalau gitu aku cari Ry dulu ya cinta." Abi yang berdiri dari tempat duduknya.


" Gak usah, Ry itu udah besar gak mungkin hilang sayang." Lia yang memegang tangan Abi.


" Iya aku tahu dia udah besar, tapi kalau ada yang gangguin Ry gimana?" Abi yang begitu mengkhawatirkan Ry, Abi yang udah menganggap Ry seperti adeknya.

__ADS_1


" Gak ada yang bakal berani gangguin Ry, udah mendingan sayang duduk lagi aja," kata Lia.


" Terus Ry gimana?" Abi yang terpaksa duduk di samping Ry.


" Biarkan aja dia carin kita." Lia yang terlihat cuek ama Ry.


" Lah kok di biarin sih cinta, terus kalau dia gak nemuin kita di sini gimana?" tanya Abi.


" Kalau dia gak nemuin kita, dia bakal nelpon kita sayang. Jadi sayang gak perlu khawatir," jawab Lia.


Bruk.......Bruk


Seorang cowok yang secara tidak sengaja menabrak Ry. Sehingga Ry tersadar dari lamunannya.


" Maka kalau jalan tuh pakai mata." Ry yang berbicara dengan ketus ama tuh cowok.


" Kalau jalan itu pakai kaki, lagian yang salah itu lu ngapain berdiri di situ gangguin orang jalan." Si cowok yang berjalan.


" Kamu yang salah nabrak aku, malah nyalahin aku balik sih. Dasar cowok stres." Ry yang kesal karena bertemu ama cowok model begitu.


" Apa lu bilang gue cowok stres?" Si cowok yang mendengar perkataan Ry lalu membalikan badan melihat ke arah Ry.


" Iya kenapa emangnya?" Ry yang menatap tajam ke arah si cowok.


" Lu tuh cewek udik, pasti baru pertama kali masuk ke sini kan?makanya tadi lu bengong," kata si cowok.

__ADS_1


" Enak aja kamu ngatain aku udik." Ry yang tak terima di katain cewek udik ama si cowok tersebut.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2