
"Melupakan kamu adalah hal yang tidak bisa aku lakukan, namun bersama kamu adalah sesuatu yang menyakitkan."
"Boleh, suruh saja dia ke sini," kata tuan Putri.
"Iya tuan putri, saya permisi dulu mau." Si dayang tersebut berjalan pergi.
Si dayang tersebut sudah berada di depan pintu tempat kediaman tuan Putri. Si dayang menuruh Siti untuk masuk ke dalam kediaman tuan putri. Siti dan Lia akan masuk ke dalam pintu kediaman tuan putri.
"Tunggu Siti, kamu hanya boleh masuk sendiri ke dalam kamar tuan putri." Seorang dayang memegang tangan Lia.
"Kenapa aku tidak boleh membawa dia menemui tuan putri?" tanya Siti.
" Tuan putri hanya menyuruh kamu masuk sendiri bukan bersama gadis ini," jawab si dayang tersebut.
"Kamu tunggu di sini dulu ya, biar aku masuk dan berbicara dengan dengan tuan putri." Siti melihat ke arah Lia.
" Tapi gue mau ikut lu." Lia yang ingin ikut ama Siti.
"Kamu tidak di izinkan masuk oleh tuan putri," kata dayang tersebut.
"Kenapa gue gak di izinkan masuk sementara dua boleh?" tanya Lia.
"Tuan putri hanya ingin bertemu dengan Siti," jawab si dayang tersebut.
"Aku masuk dulu, kamu tunggu di sini saja ya." Siti yang berjalan masuk ke dalam kediaman tuan putri.
"Iya lu jangan lama-lama di dalam sana." Lia yang melihat Siti membuka pintu kediaman tuan putri lalu berjalan masuk kedalam kediaman tuan putri.
__ADS_1
Siti yang sudah berdiri di depan pintu ruangan tuan putri.
Tok..... Tok....Tok
"Tuan putri ini hamba Siti," kata Siti.
"Iya, silahkan masuk aja Siti." Tuan putri yang duduk di atas bangku.
Ceklek....Ceklek
Siti berjalan masuk ke dalam kamar tuan putri. Siti sudah berdiri di hadapan tuan putri yang sudah duduk di atas bangku.
"Maaf tuan putri ada yang ingin hamba sampaikan kepada tuan putri." Siti yang menundukkan kepalanya.
"Apa yang ingin kamu sampaikan kepada saya?" tanya tuan putri.
"Siapa yang ingin bertemu dengan saya?" tanya tuan putri.
"Gadis yang hamba selamatkan di sungai tuan putri," jawab Siti.
"Bawa di masuk ke dalam ruangan belajar saya." Tuan putri berdiri dari bangku.
"Baik tuan putri, hamba akan membawa dia le ruangan belajar tuan putri,"kata Siti.
Tuan putri berjalan kearah pintu, melihat tuan putri berjalan kearah pintu lalu Siti segera berjalan ke arah pintu. Siti membukan pintu kamar tuan putri. Setelah pintu terbuka tuan putri berjalan meninggalkan Siti.
Melihat tuan putri sudah pergi, Siti berjalan keluar lalu Siti menutup pintu kamar tuan Putri. Siti berjalan ke arah pintu kediaman tuan putri. Sesampainya di sana Siti mengajak Lia untuk ikut bersama masuk ke dalam kediaman tuan Putri.
__ADS_1
Lia dan Putri sudah sampai di depan pintu ruangan belajar tuan putri. Sedang tuan putri duduk di atas bangku yang ada di rungan tersebu.
"Tuan putri apa kah kami boleh masuk?" tanya Siti.
"Boleh," jawab tuan putri.
Ceklek.... Ceklek
Siti membuka pintu ruangan belajar, lalu Siti dan Lia berjalan masuk ke dalam rungan yang mirip dengan perpustakaan. Karena di setiap sudut ruangan terdapat banya buku-buku.
Tak.......
Tak.......
Tak.......
Langkah kaki Lia dan Siti yang berjalan ke arah tuan putri yang sedang duduk di bangku. Siti dan Lia sudah berdiri di hadapan tuan putri. Tuan putri melihat ke arah Lia yang terlihat begitu cantik memakai pakaian baju kurung.
"Apa lu yang di panggil tuan putri?" Lia menujuk jarinya ke arah tuan putri sambi melihat tuan putri dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Kamu bicara apa saya tidak mengerti?" Tuan putri yang bingung dengan bahasa yang Lia gunakan.
"Kamu itu kalau bicara ama tuan putri yang sopan." Siti menurunkan tangan yang menujuk ke arah tuan putri.
"Gue udah sopan ngomongnya." Lia yang melihat ke arah tuan putri.
"Kamu tidak boleh menatap muka tuan putri kalau sedang berbicara, kamu harus menunduk kalau bicara dengan tuan putri," kata Siti.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...