Time Travel Lia

Time Travel Lia
Pangeran Pertama


__ADS_3

"Lakukan yang kalian mau, nikmati prosesnya dan jangan pernah takut untuk melangkah."


"Bisa," jawab Lia.


"Coba kamu baca apa judul buku ini?" Si laki-laki tersebut memperlihatkan sebuah buku di hadapan Lia.


"Ilmu Perbintangan," jawab Lia.


"Kalau buku yang ini, apa judul?" si laki-laki tersebut mengambil sebuah buku dari rak.


"Syair," jawab Lia.


"Kamu bisa baca pasti di ajarkan putri Hijau?" tanya si laki-laki.


"Gue belajar sendiri." Lia berjalan ke arah rak sebelahnya lalu Lia mengambil beberapa buku yang di minta tuan putri.


"Tunggu dulu." Si laki-laki tersebut menyusul Lia yang sudah berada di rak sebelah perpustakaan.


Seminggu Kemudian.......

__ADS_1


Hari ini para pangeran telah berkumpul di halaman istana. Seminggu yang lalu raja memerintahkan para pangeran untuk pergi ke pondo po ( tempat untuk menutut ilmu). Di pondo po ada seorang maha guru yang akan mengajarkan mereka berbagai macam ilmu yang di butuhkan oleh seorang pangeran.


Para pangeran berpamitan kepada ibu mereka. Mereka merasa berat hati untuk meninggalkan istana. Karena selama ini mereka selalu hidup di dalam istana. Tetapi mereka harus mau menuruti perintah dari raja yang menyuruh mereka pergi ke pondo po.


Ratu dan putri Hijau sedang berdiri di hadapan pangeran pertama.


"Ibunda ratu izinkan hamba pergi ke pondo po atas perintah ayahnda raja."Pangeran pertama yang berjongkok di hadapan ratu.


"Bangunlah anakku pangeran, ibunda mengizinkan anakku pangeran untuk pergi ke pondo po." Ratu mengulurkan tangan ke arah pangeran.


"Terima kasih ibunda ratu, Ibunda ratu dan putri Hijau selama aku pergi jaga kesehatan. Ibunda ratu harus hidup rukun bersama keempat selir ayahnda. Pangeran pertama menerima uluran tangan ratu lalu pangeran pertama berdiri di hadapan ratu dan putri Hijau.


"Hiks hiks hiks." Putri Hijau yang menangis tersedu-sedu.


"Cup cup cup, sudah jangan menangis putri Hijau." Pangeran pertama maju selangkah mendekati tuan putri.


"Hiks hiks hiks." Putri Hijau yang masih saja menangis di hadapan pangeran pertama.


"Sudah jangan nangis putri Hijau." Ratu mengelus rambut panjang milik tuan putri.

__ADS_1


"Tuan putri sebaiknya berhenti menangis." Lia yang berdiri di belakang tuan putri.


"Aku ini sedang sedih karena pangeran pertama akan pergi meninggalkan istana," kata tuan putri.


"Aku tahu tuan putri sedih karena pangeran pertama akan pergi dari istana, tapi walaupun tuan putri menangis sampai habis air mata tuan putri itu tidak akan merubah keputusan raja," kata Lia.


"Benar apa yang Lia katakan itu putri Hijau, aku tetap harus pergi ke pondo po. Ini semua perintah ayahnda raja kalau aku tidak menuruti perintah ayahnda raja maka aku akan mendapatkan hukuman dari ayahnda raja." Pangeran pertama yang mencoba memberikan pengertian kepada tuan putri.


"Maka dari itu biarkan pangeran pertama pergi ke pondo po," kata ratu.


"Iya ibunda ratu." Putri Hijau menghapus air matanya.


"Putri Hijau jangan bersedih, suatu hari natik aku yakin kita pasti akan bertemu kembali." Pangeran pertama memeluk badan putri Hijau.


"Sampai saat itu tiba aku akan selalu berdoa agar Allah selalu menjaga pangeran pertama di manapun berada." Putri Hijau yang membalas pelukan pangeran.


"Aamiin tuan putri. Lia dan Siti aku titip putri Hijau jaga, lindungi dan hiburlah dia selama aku tidak ada di istana." Pangeran pertama melepaskan pelukan dengan tuan putri. Pangeran pertama melihat ke arah Lia dan Siti.


"Baiklah pangeran pertama." Lia dan Siti secara serentak.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2