Time Travel Lia

Time Travel Lia
Memberi Tuan Putri Minum


__ADS_3

"Semakin sering seseorang tidak di hargai, semakin tinggi cuek yang ia miliki."


Tuan putri yang terus berjalan kaki untuk mencari pohon rambe, tuan putri yang merasa lelah dia berhenti di depan sebuah rumah yang ada bangku di sana. Tuan putri berjalan ke arah bangku tersebut lalu dia duduk di bangku tersebut. Tuan putri merasakan kakinya pegal karena berjalan cukup jauh.


Sementara Siti dan Lia yang berhenti berjalan, mereka membicarakan tentang pohon rambe.


"Apa kamu sudah melihat pohon rambe di sekitar sini?" tanya Lia.


"Belum," jawab Siti.


"Jadi kita sudah berjalan sejauh ini tapi belum menemukan pohon rambe." Lia yang merasa kakinya sudah pegal karena berjalan sejauh itu.


"Iya kita belum menemukan pohon rambe," kata Siti.


"Apa pohon rambe itu ada di desa ini?" tanya Lia.


"Aku lupa, sebaiknya kita melanjutkan mencari pohon rambe." Siti yang melanjutkan berjalan kaki untuk mencari pohon rambe.


"Tunggu aku." Melihat Siti yang berjalan meninggal Lia, dia berjalan menyusul Siti yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Siti yang terus saja berjalan ke arah depan tanpa mempedulikan Lia yang berjalan terburu-buru untuk menyusul dia. Saat Siti melihat ke arah depan dia tidak melihat tuan putri berada di depan.


"Apa kamu melihat tuan putri?" Siti berhenti berjalan lalu di menoleh ke arah Lia.


"Bukankah tadi tuan putri berjalan terlebih dahulu di bandingkan kita." Lia yang berhasil menyusul Siti yang berada di depannya


"Tuan putri berjalan di terlebih dahulu tapi coba kamu lihat ke arah depan. apakah tuan ada berjalan di depan Lia?" Siti yang menunjukan jarinya ke ara depan.


"Tidak ada, lalu kemana perginya tuan putri?" Lia melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Lia.


"Aku tidak tahu." Siti yang mengangkat bahunya, dia yang memberi tanda bahwa dia tidak tahu.


"Lalu bagaimana ini?" Siti yang terlihat khawatir.


"Sebaiknya kita mencari tuan putri." Lia yang berjalan kaki sambil memikirkan tuan putri.


Lia dan Siti terus saja berjalan kaki ke arah lurus.Mereka berjalan kaki sambil menoleh ke arah kanan dan kiri. Mereka sengaja menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menemukan tuan putri. Tetapi mereka belum menemukan tuan putri.


"Bagaimana ini kita belum menemukan tuan putri?" Lia yang terlihat khawatir karena belum menemukan tuan putri


"Kita harus terus mencari tuan putri sampai ketemu." Siti yang terus saja berjalan sambil melihat ke arah sekelilingnya dia sedang berusaha untuk menemukan tuan putri.


"Baiklah." Lia juga terus berjalan kaki sambil menoleh ke kanan dan ke kiri unguk mencari keberadaan tuan putri.


Saat Lia dan Siti yang terus berjalan kaki dengan keadaan kaki yang sudah capek dan lelah. Tuan putri yang melihat Lia dan Siti yang berjalan ke arahnya walaupun jarangnya cukup jauh.

__ADS_1


"Lia dan Siti aku di sini." Tuan putri yang melambaikan tangannya sambil berteriak.


Lia dan Siti yang mendengar suara seorang yang sedang memanggil nama mereka


"Tunggu dulu, apa kamu dengar ada suara seorang memanggil nama kita?" tanya Siti.


"Iya aku mendengarkannya, siapa kira-kira orang yang memanggil kita?" tanya Lia.


"Ntlah aku tidak mau tahu." Siti yang tidak memperdulikan tentang suara orang tersebut.


Lia dan Siti yang terus saja berjalan mendekati ke arah tuan putri.


"Hei kalian cepatan sini." Tuan putri berteriak kepada Siti dan Lia.


Siti dan Lia menoleh ke arah suara tersebut dia. Mereka melihat tuan putri yang sedang duduk di atas bangku sambil melambaikan tangannya ke arah mereka.


"Baiklah tuan putri." Lia dan Siti berjalan terburu- buru ke arah tuan putri.


Lia dan Siti sudah berada di hadapan tuan putri.


"Kenapa tuan putri ada di sini?" tanya Lia.


"Aku sedang istirahat di sini, apa kalian tidak mau istirahat?" Tuan putri yang melihat ke arah Siti dan Lia secara bergantian-gantian.


"Aku mau istirahat tuan putri." Lia yang duduk di bangku yang sama dengan tuan putri.


"Tidak tuan putri, hamba berdiri saja di sini." Siti yang berdiri di hadapan tuan putri.


"Apa kalian ada air minum?" tanya tuan putri.


"Tidak," Lia dan Siti yang serentak menjawab.


"Apa tuan putri haus?" tanya Siti.


"Iya aku haus mau minum," jawab tuan putri.


"Tuan putri tunggu di sini biar hamba ambilkan air minum." Siti yang berjalan ke arah rumah tersebut.


Siti yang sudah berdiri di depan pintu rumah tersebut.


Tok....Tok.....Tok


"Assalamualaikum," kata Siti.


"Walaikumsala, kamu siapa?" Seorang wanita paruh baya membuka pintu rumah tersebut.

__ADS_1


"Saya Siti ibu," jawab Siti.


"Ada apa mengetok pintu rumah aku?" tanya seorang wanita paruh baya tersebut.


"Maaf saya mengganggu, apa saya boleh minta minum?" tanya Siti.


"Tidak boleh, kalau mau kamu beli," jawab wanita tersebut.


"Baiklah ibuk, saya mau beli air minum ama ibu," kata Siti.


"Sini mana uangnya?" Wanita tersebut mengulurkan tangan kearah Siti.


"Tunggu sebentar." Siti memeriksa saku roknya ternyata uang di saku roknya tidak ada.


"Cepatan," kata wanita tersebut.


"Mana uangnya?" tanya wanita tersebut.


"Uang tidak ada ibuk." Siti yang berbicara dengan wajah yang memelas.


"Kalau tidak ada uang, maka kamu tidak bisa minum," kata ibu tersebut.


"Tunggu sebentar ibuk natik saya kesini lagi." Siti berjalan pergi dari rumah tersebut, dia berjalan ke arah tuan putri dan Lia.


Sesampainya Siti di hadapan tuan putri dan Lia, dia menceritakan bahwa ibu pemilik rumah tersebut menjual air minum kepada Siti tetapi karena Siti tidak memiliki uang makanya dia meminta uang kepada tuan putri. Tuan putri dan Lia berdiri dari bangku tersebut lalu dia berjalan menghampiri ibu pemilik rumah.


Mereka sudah berada di depan ibu pemilik rumah tersebut.


"Apa ibuk menjual air minum?" Tuan putri menatap tajam ke arah ibuk pemilik tersebut.


"Apa kamu tadi mau beli air minum untuk tuan putri?" ibuk memiliki rumah yang merasa ketakutan.


"Ya ibu," jawab Siti.


"Ampun tuan putri hamba tidak tahu kalau air minum tersebut untuk tuan putri." Ibuk pemilik rumah tersebut langsung bersujud di kaki tuan putri.


"Sudah ibu berdiri, aku haus ingin minum." Tuan Putri yang membantu ibuk pemilik rumah tersebut untuk berdiri dari hadapannya.


"Tuan putri tunggu dulu di sini biar aku yang membawakan air minum untuk tuan putri." Ibuk pemilik rumah tersebut berjalan masuk ke dalam rumah tersebut.


Ibuk pemilik rumah berjalan sambil membawa teko dan sebuah gelas. Sesampai ibu pemilik rumah di hadapan Mereka, ibu pemilik rumah terlebih dahulu memberikan teko dan gelas kepada_____


...~ Bersambung~...


Hai Guys Mampir ke Novel yang baru berjudul

__ADS_1


Perjuangan Ucup mampir



__ADS_2