Time Travel Lia

Time Travel Lia
Para Pangeran


__ADS_3

"Jangan terlalu takut kehilangan seseorang, karena kenyataannya tidak ada orang yang bisa bersama selamanya."


Saat kami berjalan menghampiri beberapa laki-laki tersebut. Seorang dari laki-laki menyadari kehadiran kami yang berada di halaman belakang istana.


"Eh...coba lihat itu." Seorang laki-laki menyenggol lengan seorang laki-laki yang berada di samping nya.


"Ooo....itu kan putri Hijau," kata seorang laki-laki yang lengang di senggol.


"Bukan yang itu maksud aku, tapi yang berada di belakang putri Hijau," kata si laki-laki.


"Itu kan Siti dayang putri Hijau." Si laki-laki yang lengangnya melihat ke arah putri Hijau lalu dia melihat Siti yang berada di belakang putri Hijau.


"Maksud aku itu yang di samping Siti itu siapa?" si laki-laki tersebut melihat ke arah samping Siti.


"Paling-paling dia cuma seorang dayang," kata laki-laki yang lengangnya di senggol.


Tuan Putri sudah berada di hadapan beberapa laki-laki tersebut.


"Selamat siang pangeran semuanya." Tuan Putri yang tersenyum melihat kearah lima orang laki-laki.


"Selamat siang juga putri Hijau." Mereka yang serentak menyapa tuan putri.


"Ada apa ini kenapa para pangeran berkumpul di sini?" Tuan putri yang begitu penasaran melihat para pangeran berkumpul di halaman belakang istana, karena tidak seperti biasanya para pangeran berkumpul.

__ADS_1


"Kami hanya sedang ingin berkumpul saja di sini, bagaimana dengan putri Hijau kenapa ada disini?" tanya seorang pangeran.


"Aku merasa jenuh berada di kediaman. Jadi aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke halaman belakang istana pangeran,"jawab tuan putri.


Lia dan Siti yang berada di belakang tuan putri mendengarkan pembicaraan tuan putri dengan salah satu dari kelima pangeran.


Seorang pangeran berjalan ke arah Lia dan Siti, Lia dan Siti yang berada si belakang tuan putri berdiri sambil mendudukan kepalanya. Seorang pangeran sudah berdiri di samping Lia.


"Nama kamu siapa?" Seorang pangeran yang begitu penasaran dengan seorang wanita yang berada di samping Siti.


Pangeran tersebut melihat ke arah Lia yang tidak menjawab pertanyaan. Seorang pangeran lagi datang menghampiri Lia dengan wajah kesal.


"Apa kamu tuli dan bisu? tidak bisa menjawab pertanyaan pangeran," tanya seorang pangeran lain ama Lia.


"Kamu itu kalau bicara yang sopan, jangan panggil kalian berdua tetapi pangeran," Pangeran yang lain.


"Lu jual gue beli, kalau lu mau gue sopan ama lu maka lu juga sopan ngomong ama gue jangan pakai nyolot." Lia yang menatap tajam ke arah pangeran lain.


"Sudah-sudah kalian jangan ribut nama kamu siapa?" tanya pangeran tersebut.


"Lia," jawab Lia.


"Para pangeran maafkan perkataan dayang pribadi aku." Tuan putri yang segera meminta maaf ama kelima pangeran tersebut. Tuan putri tidak ingin Lia mendapatkan hukuman karena bicara tidak sopan kepada pangeran.

__ADS_1


"Ckckck, jadi dia dayang pribadi putri Hijau sebaiknya ajari dia cara berbicara sopan santun terhadap para pangeran," kata seorang pangeran lain.


"Sudah berapa lama kamu menjadi dayang pribadi putri Hijau?" tanya pangeran tersebut.


"Kira-kira 1 bulan," jawab Lia.


"Pantas saja ternyata belum lama kamu menjadi dayang pribadi putri Hijau," kata pangeran tersebut.


"Lia perkenalkan kelima pangeran ini adalah saudara aku." Tuan Putri memperkenalkan kelima pangeran tersebut sama Lia.


"Apa kelima pangeran ini saudara kandung tuan putri?" Lia yang melihat kelima wajah pangeran tersebut berbeda-beda.


"Aku dan pangeran pertama terlahir dari ibu yang sama sedangkan ke 4 orang pangeran tersebut terlahir dari ibu yang berbeda," kata tuan Putri.


"Kenapa putri hijau harus menjelaskan kepada seorang dayang?" tanya seorang pangeran lainya.


"Karena dia tidak mengetahui tentang para pangeran maka aku ingin memberi tahukan ama dia," jawab tuan putri.


" Apa benar kamu tidak mengetahui tentang para pangeran di istana ini?" tanya pangeran tersebut.


"Iya gue tidak tahu tentang para pangeran," jawab Lia


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2