
"Jangan mengulangi kesalahan yang sama, alangkah baiknya mencoba kesalahan lain yang belum pernah di coba."
Papa yang terdiam sambil memikirkan keputusan yang akan di ambil.
"Jadi bagaimana papa?" Fina yang melihat ke arah papanya yang sedang berpikir.
"Papa." Ry yang memanggil papa.
"Papa setuju ama Fina dan Riski, sebaiknya mama kita biarkan seminggu lagi disini," kata papa.
"Terus siapa yang akan jaga mama selama kita pulang ke Duri papa?" tanya Ry.
"Kita bisa minta tolong ama saudara mama untuk menjaga mama di sini. Adek gak perlu khawatir ini kan kampung halaman mama." Papa yang mencoba menyakinkan Ry.
Dua Minggu Kemudian....
Lia yang sudah tinggal selama sebulan di kediaman tuan putri. Lia bertugas sebagai dayang pribadi tuan putri. Walaupun dengan berat hati Lia akhirnya menerima perkerjaan tersebut. Lia harus bisa bertahan hidup sambil Lia menemukan cara untuk kembali ke tempatnya seharusnya.
Selama satu bulan ini kehidupan Lia sudah berubah menjadi 180° celcius. Lia sekarang sudah bisa bangun pagi. Setelah Lia bangun kemudian dia membangunkan tuan putri. Tuan putri terbangun dari tidurnya lalu duduk.
Saat tuan putri sudah duduk di atas tempat tidurnya maka Lia berpamitan untuk menyiapkan air mandi tuan putri. Lia berjalan meninggalkan tuan putri di dalam kamarnya. Lia sudah berada di dalam kamar di kamar mandi.
__ADS_1
Lia menyiapkan air mandi tuan putri di dalam wadah yang telah di sediakan.
"Begini amat deh nasib gue jadi babu," Lia yang menggerutu.
"Gue iri banget ama dia, apa-apa tinggal nyuruh."
"Benar-benar enak hidup menjadi seorang tuan putri gue juga mau jadi tuan putri."
"Gue gak betah tinggal di sini, gue harus cari cara agar bisa kembali ketempat asal gue."
Setelah selesai menyiapkan air mandi untuk tuan putri Lia kembali ke kamar tuan putri. Lia yang menghampiri tuan putri yang masih duduk di atas tempat tidur.
"Putri air untuk mandi sudah gue siapkan." Lia yang berdiri di hadapan tuan putri.
"Belum putri," jawab Lia.
"Kamu siapkan pakain untuk aku, lalu kamu bawa ke kamar mandi aku mau mandi dulu." Tuan putri berdiri dari tempat tidur lalu berjalan pergi meninggalkan kamarnya.
Siang Harinya......
Sebelum tuan Putri makan siang Lia di diharuskan untuk mencicipi makanan untuk tuan Putri. Apabila ada racun di makan tuan putri maka Lia yang akan terlebih dahulu terkena racun dari makan tersebut.
__ADS_1
Setelah makanan tersebut selesai di cicipi Lia, tidak ada yang terjadi dengan Lia maka tuan putri bisa memakan makan tersebut. Tuan putri yang merasa bosan makan sendirian menjaga Lia untuk makan bersama.
Lia makan bersama dengan tuan putri, tuan putri merasa begitu bahagia karena bisa makan bersama Lia. Selama ini tuan putri selalu makan sendirian. Tuan putri juga mengambil beberapa lauk-pauk ke dalam piring Lia.
"Makan yang banyak,"kata tuan putri.
"Iya putri." Lia yang makan begitu lahap, kalau dulu Lia akan makan secara pelan-pelan tetapi kalau sekarang Lia makan terburu-buru.
"Kamu makannya pelan-pelan saja, tidak ada yang mau mengambil makanan kamu." Tuan putri melihat ke arah Lia makan dengan terburu-buru, tuan putri hanya takut kalau Lia keselek karena makanan dengan terburu-buru.
"Tidak bisa putri gue takut kalau dayang lain lihat kita makan bersama bisa-bisa gue kena hukum ama ketua dayang utama," kata Lia.
Setelah selesai makan siang tuan putri merasa bosan berada di kediamannya. Tuan Putri berjalan meninggalkan kediamanan
"Tuan putri mau kemana?" Siti yang melihat tuan putri berjala meninggalkan kediamannya.
"Aku mau berjalan-jalan mencari udara segar." Tuan putri yang terus saja berjalan.
"Tunggu tuan putri kami ikut." Siti dan Lia yang segera berlari untuk mengikuti tuan putri.
Kami berjalan-jalan ke arah halaman belakang istana yang tampak begitu ramai.
__ADS_1
"Itu ada apa sih kok ramai-ramai?" Lia menujuk ke arah beberapa laki-laki yang sedang berkumpul di halaman belakang istana.
...~ Bersambung ~...