
"Hal terberat adalah merindukan seseorang tanpa tahu adanya pertemuan."
Esok Harinya......
Setelah selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah di musholla yang ada si pondo Po, pangeran kedua berpamitan ama tuan guru dan ketiga pangeran lainnya.
"Pengeran kedua mau kemana?" tanya pangeran ke tiga.
"Aku ingin kehutan mencari pangeran pertama." Pangeran kedua yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
"Pangeran ke dua sebaiknya tunggu matahari terbit dulu biar aku juga ikut mencari pangeran pertama," kata pangeran ke empat.
"Aku ingin pergi sekarang, apa ada di antara kalian yang mau ikut?" tanya pangeran kedua.
"Pangeran kedua kami ikut." Beberapa prajurit istana yang ingin ikut membantu pangeran kedua untuk mencari pangeran pertama. Beberapa prajurit tersebut begitu menyukai sikap pangeran pertama yang ramah dan baik hati terhadap semua orang sehingga para prajurit tersebut ingin menemukan pangeran pertama tersebut.
Para prajurit tersebut juga merasa khawatir kepada pangeran pertama karena diantara para pangeran yang lainnya hanya pangeran pertama yang tidak menguasai bela diri. Pangeran pertama tidak bisa bela diri walaupun di pondo po pangeran pertama sudah di ajarkan oleh tuan guru ilmu beda diri tetap saja pangeran pertama tidak menguasai ilmu bela diri.
"Kalau kalian ingin ikut maka bersiap lah, aku tunggu di halaman pondo po." Pangeran berjalan keluar dari mushalla tersebut.
Setelah pangeran kedua pergi meninggalkan musholla, beberapa prajurit tersebut berdiri, mereka juga berpamitan ama semua orang yang ada di dalam musholla tersebut. Lalu mereka berjalan meninggalkan musholla tersebut.
Tuan guru melihat ke arah ketiga orang pangeran yang masih duduk di musholla.
"Apa kalian tidak ada yang ingin mencari pangeran pertama?" Tuan guru yang melihat ke arah mereka.
"Kami juga ingin mencari pangeran pertama tuan guru," jawab pangeran ketiga.
"Lalu kenapa kalian masih duduk di sini?" tanya tuan guru.
"Ini kami mau nyusul pangeran kedua tuan guru." Pangeran ketiga berdiri dari duduknya.
Melihat pangeran ketiga berdiri lalu kedua pangeran tersebut juga ikut berdiri.
"Tuan guru kami pamit dulu, mau menyusul pangeran kedua." Pangeran ketiga yang berpamitan ama tuan guru, lalu dia menyalim punggung tangan tuan guru. Kedua pangeran tersebut juga mengikuti yang pangeran ketiga lakukan mereka berganti melakukannya.
"Kalian hati-hati di jalan," kata tuan guru.
"Tuan guru doakan kami bisa membawa pangeran pertam kembali kesini," kata pangeran keempat.
"Doa aku akan selalu menyertai kalian semua, aku berdoa semoga kalian bisa kembali dengan selamat dan membawa pangeran pertama dalam keadaan yang tidak kurang satu apapun," kata tuan guru.
__ADS_1
"Aamiin," jawab pangeran kelima.
"Kami pergi dulu tuan guru." Pangeran keempat berjalan meninggal musholla tersebut.
Pangeran kedua yang sudah berada di dalam kamarnya mengambil panah serta pisau. Pangeran kedua sengaja membawa panah dan pisau untuk melindungi dirinya saat berada di dalam hutan. Pangeran kedua juga membawa tempat minum yang terbuat dari bambu.
Pangeran kedua berjalan sambil membawa panah yang dia letakan di bahunya. Pangeran kedua berjalan ke arah tempat tuan putri menginap selama di pondo po. Pangeran kedua sudah berdiri di depan pintu tempat tersebut. Pangeran kedua mengetuk pintu kediaman tersebut.
Tok.....Tok.....Tok
"Assalamualaikum," kata pangeran pertama.
Siti yang tertidur di ruangan yang dekat dengan pintu kediaman tersebut mendengar suara ketukan pintu tersebut. Siti mulai membuka kedua matanya lalu dia beranjak bangun dari tempat tidurnya.
"Walaikumsalam." Siti berdiri lalu berjalan me arah pintu tersebut.
Siti yang sudah berada di depan pintu tersebut lalu dia membuka pintu kediaman tersebut.
Ceklek......Ceklek
"Apa tuan putri sudah bangun?" tanya pangeran kedua.
"Aku ingin bertemu dengan tuan putri," kata pangeran kedua.
"Silahkan pangeran," kata Siti.
Siti menggeser badannya sehingga pangeran kedua bisa berjalan masuk melewati pintu rumah tersebut. Pangeran kedua berjalan masuk kedalam rumah tersebut. Siti menutup kembali pintu tersebut, dia mengikuti pangeran kedua yang berjalan ke arah kamar tuan putri.
Pangeran kedua telah sampai di depan pintu kamar tuan putri. Pangeran kedua mengetuk pintu kamar tuan putri.
Tok.....Tok....Tok
"Tuan putri ini aku pangeran kedua."
"Tuan putri aku ingin bertemu."
"Tuan putri aku masuk."
Pangeran kedua membuka pintu kamar tuan putri. Pangeran kedua berjalan melewati pintu kamar tuan putri. Pangeran kedua sudah berada di dalam kamar tuan putri. Pangeran melihat ke arah tuan putri yang masih tertidur nyenyak di tempat tidur.
"Tuan putri aku pamit untuk mencari pangeran pertama."
__ADS_1
"Doakan aku pulang dengan selamat membawa pangeran pertama."
Siti yang sudah berada di belakang pangeran kedua. Siti mendengar semua perkataan pangera kedua. Pangeran kedua membalikkan badannya lalu melihat ke arah Siti.
"Sampaikan kepada tuan putri kalau aku sudah pamit ama dia," kata pangeran kedua.
"Baiklah pangeran kedua," jawab Siti.
"Aku titip dan jaga tuan putri, hanya kalian berdua yang aku percaya untuk menjaga tuan putri," kata pangeran kedua.
"Tapi ada beberapa prajurit yang akan menjaga tuan putri," lata Siti
"Beberapa prajurit tersebut akan ikut aku kehutan untuk mencari keberadaan pangeran pertama," kata pangeran kedua.
"Jadi hanya tinggal kami yang akan menjaga tuan putri," kata Siti.
"Iya makanya aku titip tuan putri ama kalian berdua," kata pangeran kedua.
"Pangeran tidak usah khawatir kami akan menjaga tuan putri dengan sebaik-baiknya," kata Siti.
Pangeran kedua pergi meninggalkan kamar tuan putri, Siti yang mengikuti pangeran kedua berjalan lebih dahulu. Pangeran kedua membuka pintu rumah lalu dia berjalan pergi meninggalkan rumah tersebut.
Pangeran kedua berjalan kearah halaman pondo po. Sesampai di halaman pondo Po Pangeran kedua melihat beberapa prajurit yang telah berkumpul disana. Mereka sibuk menyiapkan perbekalan untuk pergi kehutan.
Mereka juga sibuk menyiapkan senjata yang akan mereka bawa untuk melindungi diri saat berada di hutan. Mereka akan menunggangi kuda untuk masuk ke dalam hutan tersebut.
"Apakah semuanya sudah siap?" Pangeran kedua yang menghampiri beberapa prajurit yang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk pergi kedalam hutan.
"Sudah pangeran kedua," jawab beberapa prajurit yang akan ikut bersama pangeran kedua untuk mencari pangeran pertama.
"Apakah kita sudah bisa berangkat sekarang?" tanya pangeran kedua?
"Bisa pangeran kedua," jawab beberapa prajurit secara serentak, mereka sudah selesai mempersiapkan beberapa kebutuhan yang akan di bawa kedalam hutan.
"Bagaimana dengan kuda kalian?" tanya pangeran kedua.
"Kudanya sudah siap pangeran kedua," jawab beberapa prajurit dengan serentak.
"Baiklah kalau begitu lebih baik kita berangkat sekarang."Pangeran kedua berjalan ke arah kudanya. Pangeran kedua menaiki kudanya lalu dia menunggangi kudanya sehingga kudanya berjalan.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1