Time Travel Lia

Time Travel Lia
Baginda Raja


__ADS_3

"Manusia itu semua kuat yang lemah itu batinnya. Mau satu dunia bilang Semangat kalau capek ya tetap capek."


Sebulan Kemudian........


Setelah kejadian malam itu Lia, Lia merasa engan untuk berada di lingkungan istana.Lia lebih suka menghabiskan waktu di kediaman ratu terdahulu. Lia membantu tuan putri untuk merawat ratu terdahulu.


Istana


Semua pejabat istana dan para pangeran telah berkumpul di dalam istana.Mereka sedang menunggu raja karena raja belum datang para pejabat dan para pangeran pun saling mengobrol.Mereka masih bertanya-tanya kenapa raja menyuruh mereka semua untuk berkumpul di dalam istana.


Tidak ada seorang pun dari mereka yang tahu kenapa raja menyuruh mereka berkumpul.


Tap..............Tap


Tap..............Tap


Tap..............Tap


Semua orang yang berada di dalam istana mendengar suara langka kaki seorang lalu mereka segera menoleh ke arah pintu istana.Kedua pintu istana terbuka dengan sangat lebar raja berserta beberapa prajuritnya berjalan masuk ke dalam istana.


Raja sudah berada di dalam istana, raja berjalan ke arah singgah lsananya. Saat sudah berada di singgasana lalu raja duduk di atas singgahsananya. Setelah raja duduk maka semua orang-orang yang berada di dalam istana juga ikut duduk. Hanya tinggal beberapa prajurit yanga masih berjaga di dalam ruangan tersebut yang masih berdiri.


Juru bicara raja pun mulai berbicara kepada semua orang-orang yang berada di dalam istana.Juru bicara raja memberitahuka kepada mereka maksud dan tujuan raja menyuruh mereka semua datang dan berkumpul di Kerajaan. Raja ingin membahas tentang sebuah kerajaan Ujung Tanjung.


Kerajan Ujung Tanjung mulai mengambil beberapa desa yang masih termasuk kawasan kerajan Rokan Hilir.Raja yang mengetahui bahwa beberapa desa yang masih berada dalam kawasannya telah di ambil alih oleh Kerajaan Ujung Tanjung murka. Raja berniat ingin melakukan perang terhadap kerajan Ujung Tanjung.


"Kalau kita biarkan terus kerajan Ujung Tanjung akan mengambil alih desa-desa yang masih berada di kawasan kita menjadi desa-desa kawasan mereka, apa pendataan kalian semua?"tanya Juru bicara raja.


"Baginda raja itu tidak boleh terjadi." Seorang pejabat istana berdiri dari bangkunya lalu dia berbicara di hadapan semua orang.

__ADS_1


"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk mempertahankan wilayah kita?" tanya Juru bicara raja.


"Kita harus berperang, apa kalian semua setuju kalau kerajan Rokan Hilir berperang dengan kerajan Ujung Tanjung?"tanya Juru bicara raja.


"Kami setuju."Beberapa orang yang berada di istana tersebut mengatakan setuju untuk melakukan peperangan.


"Kami tidak setuju."Beberapa orang yang berada di dalam istana mengatakan tidak setuju.


"Apa alasan kalian tidak setuju berperang?"tanya Juru bicara raja.


"Akan banyak nyawa yang tidak bersalah berguguran saat perang.Sebaiknya kita menyelesaikan masalah ini dengan cara ke keluargaan." Seorang pejabat istana yang merupakan pria paruh baya.Si pria paruh baya tersebut berdiri dari tempat duduknya lalu dia memberitahukan kepada raja alasan dia tidak menyetujui peperangan.


"Tidak, saya tidak setuju dengan yang dia katakan.Baginda raja tidak perlu mendengarkan perkataan dia.Kita harus berperang melawan kerajan Ujung Tanjung." Si pejabat berbicara dengan semangat berapi-api.


"Baginda raja kalau bisa tidak perlu ada pertumpahan darah," kata si pejabat pria paruh baya.


Suara terbanyak orang-orang yang berada di istana tersebut setuju untuk melakukan peperangan.Akhirnya raja memutuskan untuk mengikuti suara terbanyak bahwa mereka setuju untuk melakukan peperangan terhadap kerajan Ujung Tanjung.


Setelah itu mereka mulai melakukan musyawarah tentang orang yang akan memimpin peperangan tersebut.Mereka masih berdiskusi memilih orang untuk memimpin pasukan berperang.Mereka belum menemukan orang yang akan memimpin pasukan untuk berperang.


"Bagaimana kalau raja yang memimpin pasukan untuk berperang?" Pangeran ketiga memberikan ide.


"Kalau raja yang memimpin pasukan untuk berperang, lalu siapa yang akan mengurus kerajan?" tanya Juru bicara raja.


"Hamba yang akan mengurus kerajan, bagaimana raja?"tanya pangeran ketiga.


"Baginda raja saya setuju dengan ide pangeran ketiga." Lagi-lagi si pejabat istana tadi memberikan pendapat kepada raja, dia menyetujui ide pangeran ketiga yang meminta raja untuk memimpin pasukan berperang.


"Saya tidak setuju."Juru bicara raja tidak menyetujui ide pangeran ketiga.

__ADS_1


"Siapa yang tanya pendapat kamu?"Si pejabat tersebut bicara dengan nada ya g ketus, dari raut mukanya dia tidak menyukai perkataan Juru bicara raja.


"Tidak ada yang bertanya tapi hamba ingin menyampaikan ketidak setujuan hamba terhadap ide pangeran ketiga," kata Juru bicara raja.


Si pejabat tersebut terus saja menghina Juru bicara raja di hadapan raja.Raja yang merasa jengah dan muak dengan sikap si pejabat tersebut lalu dia memutuskan untuk mengakhiri musyawarah tersebut.


Seminggu Kemudian........


Raja memutuskan untuk mengirim seorang panglima perang untuk memimpin prajuri tersebut dalam peperangan melawan kerajan Ujung Tanjung.Seorang panglima perang dan pasukan prajurit untuk berperang pun berangkat menuju medan perang.


Raja hanya bisa melihat kepergian mereka sambil berdo'a bahwa mereka semua akan kembali dengan keadaan selamat tidak kurang satu apa pun itu.Setelah Raja sudah tidak melihat pasukan prajurit berserta panglima perang lalu Juru bicara istana mengajak Raja untuk pergi dari halaman istana.


Raja sudah berada di istana bersama Juru bicara raja. Raja sedang berada di ruangan khsusus raja. Dia sedang membaca berbagai macam surat yang di berikan kepada raja.Raja juga membaca beberapa laporan tentang masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat.


Raja yang terus saja membaca semua laporan tanpa henti, selain itu juga raja harus mengirimkan surat balasan kepada orang-orang meminta raja membalas surat mereka.


Malam Harinya.........


Juru bicara raja menyuruh raja untuk beris9 karena ini sudah malam.Akhirnya Raja menurutti permintaan Juru bicara raja. Raja, Juru bicara raja dan beberapa prajurit berjalan ke arah kediaman raja.


Saat Mereka sedang berjalan ke arah kediaman Raja. Mereka melewati kediaman ratu terdahulu, Raja melihat seorang perempuan yang duduk sendirian di depan teras kediaman ratu terdahulu. Raja penasaran akhirnya memutuskan untuk berjalan ke arah kediaman ratu terdahulu.


"Ini susah malam kenapa belum tidur?" Raja yang sudah berdiri di hadapan perempuan tersebut.


"Baginda Raja, hamba belum mengantuk."Si perempuan tersebut menoleh ke arah suara lalu dia terkejut saat mengetahui yang berdiri dihadapnya itu ternyata Raja.


"Ini sudah malam sebaiknya kamu masuk kedalam, angin malam tidak baik buat kesehatan kamu." Raja menyuruh si cewek tersebut untuk masuk ke dalam.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2