Time Travel Lia

Time Travel Lia
Nomor Tidak Di Kenal


__ADS_3

"Tidak ada wanita yang murahan, karena mereka bukan barang dagangan. Yang ada hanyalah wanita yang sedang lupa betapa berharganya dirinya."


"Tanggal ulang tahun cinta," jawab Abi.


Lia memegang ponsel Abi yang masih terkunci lalu menekan tanggal ulang tahunnya, kata sandi yang Lia masukan berhasil.


"Charger ponsel sayang mana?" tanya Lia.


"Di rumah, emang napa cinta?" tanya Abi.


"Terus kalau ponsel sayang lobet aku cas pakai apa?" tanya Lia.


"Pakai charger punya cinta aja, sama kok chargernya," jawab Abi.


"Okey sayang," kata Lia.


"Cinta aku pamit dulu ya udah malam nih." Abi memasukan ponsel Lia ke dalam saku celana lalu berdiri dari sofa.


Esokan Harinya.......


Pagi - pagi di kamar Abi sudah terdengar suara bunyi ponsel. Abi yang mata masih tertutup mulai meraba di atas kasur untuk mencari keberadaan ponsel Lia. Setelah mendapatkan ponsel tersebut Abi hendak mengangkat panggil telpon tersebut tetapi tiba - tiba panggil telponnya mati.


Abi meletakkan kembali ponselnya di atas kasur lalu lima menit kemudian ponsel tersebut kembali berbunyi. Abi mengambil ponsel tersebut lalu mengangkat panggilan tersebut. Tetapi tidak ada suara sehingga penelpon tersebut mematikan ponselnya.


Abi membuka mata lalu melihat ke arah ponsel tersebut. Abi melihat nomor ponsel orang yang tadi malam mengirim chat ama Lia. Abi mencoba menelpon ke nomor ponsel tersebut tetapi nomor ponselnya sibuk.


Akhirnya Abi menghubungi nomor ponselnya yang ama Lia. Di dalam kamar Lia dan Ry terdengar suara ponsel berbunyi. Ry yang matanya masih tertutup mengambil ponsel yang berada di samping bantal.

__ADS_1


Ry mencet tombol di ponsel lalu Ry meletakan ponsel di telinga, tetapi tidak ada suara lalu Ry mendengar ponsel berbunyi lagi. Ry membuka kedua matanya lalu melihat ponsel.


Ternyata ponsel yang berbunyi itu bukan dari ponsel Ry melainkan ponsel yang berada di dekat Lia. Ry mengambil ponsel yang berada di dekat Lia.


Ry ingin mengangkat panggil telpon,tapi Ry juga takut kalau di angkat Ry bakal kena marah. Ry juga yakin kalau itu bukan ponsel Lia, akhirnya Ry mencoba membangunkan Lia.


"Mbak bangun." Ry memegang lengan Lia.


"Mbak ponselnya bunyi terus," kata Ry.


Lia yang masih tertidur dengan nyenyak. Lia yang tidak mendengar suara ponsel berbunyi. Akhirnya ponsel tersebut berhenti berbunyi. Ry meletakan kembali ponsel di samping Lia.


Setelah Abi menelpon ke nomor ponsel tidak di angkat ama Lia. Abi turun dari tempat tidur lalu Abi meletakkan ponsel di atas meja belajar. Abi berjalan ke arah gantung baju yang ada di balik pintu Abi mengambil handuk.


Siang Harinya.......


Tiba - tiba ponsel yang berada di atas meja kasir berbunyi. Abi melihat ada chat masuk dari nomor tidak di kenal.


Tring.....Tring


πŸ“©"Assalamualaikum Lia," kata nomor tidak di kenal.


πŸ“©"Walaikumsalam, lu siapa sih?" tanya Abi.


πŸ“©"Masak kamu lupa ama aku Lia," jawab nomor tidak di kenal.


πŸ“©"Kalau gue ingat ama lu, gue gak bakal tanya lu siapa," jawab Abi.

__ADS_1


πŸ“©"Lia jangan jutek gitu doang entar cantik hilang," kata nomor tidak di kenal.


πŸ“©"Sebenarnya lu itu maunya apa sih?" tanya Api.


πŸ“©"Aku mau ketemu ama Lia sekarang, bisakan?" tanya nomor tidak di kenal.


πŸ“©"Bisa, lu mau ketemuan dimana?" tanya Abi.


πŸ“©"Di cafe D, gimana?" tanya nomor tidak di kenal.


πŸ“©"Okey, gue Otw ke sana," balas Abi.


πŸ“©"See you," balas nomor tidak di kenal.


Abi memasukan ponsel di saku celana lalu Abi berdiri dari kursi. Bunda Abi yang berjalan menghampiri Abi yang berdiri di depan meja kasir.


"Bi mau kemana?" Bunda yang sudah berdiri di samping Abi.


"Ke cafe D bun." Abi yang melihat bunda.


"Mau ketemu ama siapa Bi?" tanya bunda.


"Ama teman, bolehkan bun?" tanya Abi.


"Boleh tapi jangn lama - lama ya Bi," jawab bunda.


"Iya bun, aku berangkat dulu ya bun." Abi menyalim punggung tangan bunda.

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2