
"Jangan berlebihan mencintai atau menyayangi orang yang di kasihi, sebab orang tersebut adalah orang berpeluang besar membuatmu sakit hati."
Seminggu Kemudian.......
Hari ini di istana tampak begitu ramai, seluruh rakyat telah berkumpul di halaman istana. Para pejabat istana berserta raja-raja dari kerajaan yang lain sudah berkumpul di halaman istana mereka sedang menunggu raja.
Para pejabat berserta raja-raja dari kerajaan yang lain sedang duduk di bangku yang telah di sediakan di halaman istana. Anggota keluarga kerajaan berjalan ke arah halaman istana.
Keempat pangeran berjalan ke arah halaman istana dengan memakai pakaian adat melayu yang berwarna kuning. Keempat pangeran tersebut terlihat gagah dan tampan memakai pakaian adat melayu. Seluruh rakyat berdesak-desakan untuk melihat keempat pangeran tersebut.
Setelah keempat pangeran tersebut tiba di halaman istana, mereka menyalim para pejabat istana berserta raja-raja dari kerajaan yang lain. Tuan putri berjalan ke arah halaman istana, di belakang tuan putri ada dua dayangnya yaitu Lia dan Siti yang berjalan di belakang tuan putri.
Saat tuan putri berjalan ke arah halaman istana, seluruh rakyat yang ada di sana melihat ke arah tuan putri yang tampak cantik dan anggun mengunakan pakaian adat melayu. Lia dan Siti yang berjalan di belakang tuan putri. Seluruh rakyat yang ada di sana terpesona melihat ke arah Lia yang sedang berjalan di belakang tuan putri, walaupun dia memakai baju kurung yang sederhana tetapi tetap terlihat cantik.
Seluruh rakyat mengatakan bahwa Lia itu kecantikannya sama persis seperti tuan putri. Mereka mengatakan itu secara langsung, Lia yang mendengarkan itu semua lalu dia berhenti berjalan. Dia membalikkan badan lalu menoleh ke arah rakyat sambil tersenyum.
Para pejabat istana, raja-raja dari kerajaan yang lainnya dan anggota kerajaan sudah berkumpul di halaman istana. Mereka sedang duduk di bangku sambil menunggu raja dan ratu yang belum datang.
Tuan putri duduk di bangku yang berada di samping bangku pangeran kedua. Sedangkan Lia dan Siti berdiri di samping bangku tuan putri. Tidak lama kemudian sebuah tandu yang di bawa oleh para prajurit memasuki halaman istana.
Semua orang melihat ke arah tandu tersebut, mereka penasaran siapa yang berada di dalam tandu yang di bawa oleh para prajurit tersebut. Para prajurit membawa tandu tersebut ke halaman istana, saat tandu yang dibawa oleh para prajurit tersebut sampai di halaman istana.
Para prajurit tersebut menurunkan tandunya ketika tandunya sudah berada di depan para pejabat istana, para raja kerajaan lain dan anggota keluarga kerajaan. Setelah tandu tersebut berada di tanah, raja dan ratu keluar dari tandu tersebut.
Raja sudah duduk singgah sananya, sedang kan ratu duduk di bangku yang berada di samping raja. Raja dan ratu sudah berada di hadapan mereka semua, setelah kehadiran raja dan ratu juru bicara raja memulai membuka acara tersebut.
Acara tersebut di mulai oleh tarian persembahan yang di lakukan oleh dayang-dayang istana. Para dayang-dayang istana berjalan ke arah halaman isatana, seorang dayang istana yang membawa tepak sirih.
Para dayang-dayang yang sudah berada di hadapan semua orang, mereka mulai melakukan gerakan tarian persembahan. Semua orang melihat ke arah para dayang-dayang yang sedang melakukan tarian persembahan.
Setelah selesai melakukan tarian persembahan, seorang dayang yang membawa tepak sirih berjalan ke arah para pejabat istana. Seorang dayang istana menyuruh para pejabat istana untuk mengambil sirih yang berada di tepak sirih tersebut.
Setelah para pejabat istana satu persatu mengambil sirih tersebut. Seorang dayang istana tersebut membawa tepak sirih ke arah para raja kerajaan lain. Para raja kerajaan lain satu persatu mengambil sirih dari dalam tepak tersebut.
__ADS_1
Seorang dayang membawa tepak sirih, ke arah anggota keluarga kerajaan. Tidak ada satu pun dari anggota kerajaan yang mengambil sirih dalam tepak tersebut. Anggota keluarga kerajaan tidak ada yang mau memakan sirih tersebut.
Setelah melewati berbagai macam acara akhir masuk ke acara intinya. Juru bicara raja mengatakan kepada semua orang bahwa raja ingin turun tahta. Juru bicara raja berjalan menghampiri raja yang sedang duduk di singgah sana istana.
Juru bicara raja sudah berada di samping raja.
"Ada yang ingin raja kayakan kepada kita semua, sehingga saya meminta waktu dan tempat mempersilahkan raja untuk berbicara," kata juru bicara istana.
"Assalamualaikum wr wb." Raja berdiri dari singgah sananya lalu dia melihat ke arah semua orang yang berada di lingkungan istana.
"Walaikumsalam wr wb," kata semua orang yang berada di lingkungan istana.
"Bagaimana dengan kabar kalian semua?" tanya raja.
"Kabar Kami semua baik raja, bagaimana dengan keadaan raja?" tanya semua orang yang berada di lingkungan tersebut.
"Kabar aku seperti yang kalian lihat, kondisi kesehatan aku menurun sehingga aku ingin turun tahta," kata raja.
"Apa raja mau turun tahta?"
"Lalu siapa yang akan mengantikan raja?"
Beberapa pertanyaan yang keluar dari orang yang berada di halaman istana tersebut. Raja yang mendengar pertanyaan dari rakyat lalu dia memutuskan untuk menjawab pertanyaan dari rakyat tersebut.
"Iya aku mau turun tahta," jawab raja.
"Alasan aku turun tahta karena kondisi kesehatan aku yang semakin memburuk sehingga menyebabkan aku tidak bisa menjalankan tugas aku sebagi raja dengan baik," kata raja.
"Siapa yang akan mengantikan raja?"
"Pangeran kedua."
"Pangeran ketiga."
__ADS_1
"Pangeran keempat."
"Pangeran Kelima,"
"Tuan putri."
"Tuan putri itu perempuan jadi tidak mungkin dia memimpin kerajaan ini," kata seorang rakyat.
"Tapi tuan putri anak dari ratu maka yang seharusnya memimpin kerajaan ini tuan putri," kata seorang pejabat istana.
"Tapi raja juga memiliki empat orang pangeran," kata seorang rakyat.
"Raja memiliki keempat orang putra yang terlahir tiga orang ibu yang berbeda. Ibu dari keempat putra tersebut hanya berstatus selir raja maka ayahnda raja merasa bingung untuk memilih raja baru yang akan mengantikan dia," kata seorang pejabat istana.
"Siapa yang akan raja pilih untuk mengantikan raja?" tanya seorang rakyat.
"Yang pasti dari salah satu keempat pangeran tersebut,"
"Iya lah, kalau menurut kamu siapa?"
"Pangeran ketiga."
"Kenapa kamu memilih pangeran ketiga?"
"Dia yang pantas mengantikan raja di bandingkan pangeran yang lainnya."
"Kalau aku mendukung pangeran kedua, karena pangeran kedua itu yang paling kuat diantar para pangeran lainya. Aku yakin bahwa pangeran kedua akan bisa melindungi kita semua,"
"Oo... jadi kamu dukung pangeran kedua?"
"Iya."
"Baiklah kalau begitu, kita lihat saja siapa yang akan dipilih oleh raja untuk mengantikan dia."
__ADS_1
"Aku sudah memutuskan bahwa aku memilih Pangeran_____," kata raja.
...~ Bersambung ~...