
"Gunakan online kamu dengan hal-hal yang bermanfaat, contohnya ngechat aku gitu."
Tiga Hari Kemudian.......
Malam ini Lia dan nenek sudah berada di ruang makan rumah mak Ulong. Mak Ulong menyuruh Lia dan nenek untuk makan malam bersama di rumah mak Ulong. Kami sudah duduk di kursi sambil menunggu Anton yang belum pulang kerja.
Anton yang berjalan masuk ke ruang makan. Sesampai Anton di ruang makan lalu dia melihat semua anggota keluarga sudah berkumpul bahkan ada Lia dan nenek di sana.
"Maaf, udah buat semuanya menunggu."Anton menarik kursi yang berada di samping nenek lalu Anton duduk di kursi tersebut.
"Tidak apa-apa cu," kata nenek.
"Apa makan malam udah bisa di mulai sekarang mak Ulong?"tanya Lia.
"Belum, kita masih menunggu seseorang. Anton dimana dia?"tanya mak Ulong.
"Dia masih di luar menerima panggilan telpon,"jawab.
"Emang disini ada sinyal?" tanya Lia.
"Ada tapi cuma sedikit," jawab Anton.
Tap.......
Tap.......
__ADS_1
Tap.......
Kami melihat ke arah si laki-laki yang sudah berada di ruang makan. Lia yang tampak biasa saja melihat kedatangan si laki-laki yang tiga hari lalu dia periksa. Si laki-laki tersebut berjalan ke arah bangku yang ada di hadapan Lia.
"Kenapa semuanya belum makan?" si laki-laki tersebut berdiri di kursi yang ada di hadapn Lia.
"Kita semua nunggu lu." Lia yang wajah terlihat tidak suka ama si laki-laki tersebut.
"Maaf, sudah buat semuanya menunggu saya." Wajah si laki-laki yang merasa tidak enak ama semua.
"Tidak apa- apa," jawab mak Ulong.
"Nama kamu siapa?'tanya nenek.
"Perkenalkan nenek nama saya Eril Surya Wardhana."Eril menghampiri nenek lalu mencium punggung tangan nenek.
"Dari Cilegon nenek." Eril berjalan ke arah kursi yang berhadapan dengan Lia lalu Eril duduk di kursi tersebut.
"Apa kedua orang tua nak Eril tinggal di sana?" tanya nenek.
"Sekarang kami sekeluarga tinggal di Sumbar nenek." Eril yang melihat ke arah nenek.
Setelah mendengar perkataan Eril lalu Lia mulai teringat kejadian waktu seminar di hotel S saat di Sumbar. Lia teringat ama si laki-laki yang memakai sandal jepit di hotel. Lia melihat ke arah Eril, lalu saat bersamaan juga Eril melihat ke arah Lia sehingga mereka saling berpasangan.
"Sebaiknya kita mulai makan." Mak Ulang yang menyuruh kami untuk mulai makan malam.
__ADS_1
Satu Bulan Kemudian.........
Lia yang awalnya tidak betah tinggal di desa ini karena jauh dari orang tua, adeknya dan pacarnya. Selain itu di desa ini tidak ada sinyal sehingga Lia mengalami kesulitan untuk berkomunikasi ama keluarga, pacar dan teman-teman Lia.
Sekarang Lia sudah mulai terbiasa ama semua keadaan itu. Lia juga merasa senang setiap hari minggu keluarga dan Abi akan mengunjunginya. Abi yang selalu memberikan Lia dukungan agar semangat Kkn di desa ini.
Lia yang baru pulang dari puskesmas desa lalu mengendarai motor berkeliling desa. Saat berkeliling desa Lia yang tiba-tiba ingin melihat sungai Rokan. Walaupun sudah lama tinggal di desa ini tapi Lia belum sempat untuk melihat sungai.
Lia mengendarai motor ke arah sungai Rokan. Sesampai disana Lia memakirkan motornya. Lia berjalan kearah pinggir sungai, sesampainya Lia di pinggir sungai.
Lia yang melihat anak-anak berenang di sungai Rokan. Anak-anak tersebut terlihat senang ketika berenang sehingga membuat Lia ingin berenang ke sungai tersebut.
Lia yang melihat air sungai Rokan yang terlihat bersih. Lia yang juga sudah lama tidak berenang menjadi ingin berenang.
"Ah sungai ini dangkal, mendingan gue berenang aja,"
"Lagian gue ini jago berenang gak mungkin tenggelam,"
"Tuh lihat bocil-bocil pada berenang masak gue kalah dari mereka,"
"Lagian gue lebih jago berenang dari mereka yang anak kampung." Lia mulai membuka sepatu lalu Lia membuka amater ke dalam tas. Lia meletakkan semua di atas rumput yang ada di pinggir sungai.
Byur.......Byur
Lia melompat ke dalam sungai tersebut lalu Lia mulai berenang di dalam sungai. Saat Lia mulai berenang di dalam sungai Rokan. Lia masuk ke dalam dasar sungai Rokan.
__ADS_1
...~ Bersambung~...