
"Warna aku telah pudar pergilah dan temukan pelangi yang kau anggap bisa buat kamu nyaman."
"Gue gak mau, setahu gue kalau bicara ama orang lain harus ngelihat wajahnya. Kalau gak ngelihat wajah orang yang bicara ama gue itu baru di sebut gak sopan," kata Lia.
"Kita itu cuma rakyat jelata jadi tidak pantas saat berbicara dengan tuan putri melihat wajahnya," kata Siti.
"Lu aja yang rakyat jelata gue mah kaga," kata Lia.
"Tunggu dulu, lu gue itu apa?" Tuan putri yang kebingungan ama bahasa yang Lia gunakan.
"Ya elah tuan putri juga gak tahu bahas lu gue. Lu itu kamu gue itu aku," kata Lia.
"Oo...nama kamu siapa," tanya tuan Putri.
"Lia Dwi Putri."Lia yang mengulurkan tangan ama.
Tuan putri melihat ke arah tangan Lia, tuan putri sedang berpikir untuk menjabat tangan Lia atau tidak. Siti yang melihat ke arah tuan putri lalu Siti melihat tuan putri yang bingung. Siti segera menurunkan tangan Lia.
"Kenapa lu turun tangan gue?" tanya Lia.
"Kita tidak di perbolehkan berjabat tangan ama tuan putri," jawab Siti.
__ADS_1
"Ya elah ribet ama aturan kerajaan di sini, nama lu siapa?" tanya Lia.
"Kamu bertanya tentang nama saya?" Tuan putri yang terkejut mendengar Lia yang bertanya tentang nama tuan putri. Seharusnya seluruh penduduk desa pasti sudah tahu nama tuan putri.
"Iya, emangnya kenapa?" Lia yang keningnya berkerut melihat ekspresi tuan putri yang terkejut dengan pertanyaan Lia.
"Pertanyaan kamu itu tidak sopan ama tuan putri." Siti yang benar-benar merasa menyesal telah membawa Lia untuk bicara dengan tuan putri.
"Gak sopan dari mananya, gue cuma tanya nama tuan putri aja," kata Lia.
"Ap kamu tidak tahu nama saya?" tanya tuan putri.
"Hahaha, kalau gue tahu nama lu gue gak bakal tanya." Lia yang tertawa mendengar perkataan tuan putri.
"Kamu tidak perlu minta maaf, saya bisa di biasa di panggil dengan sebutan putri Hijau," kata tuan putri.
"Kenapa di sebut putri Hijau?" Lia yang begitu penasaran dengan nama tuan putri yang biasa di panggil putri Hijau.
"Saya tidak tahu raja dan ratu memberikan nama itu saat saya baru lahir," jawab putri Hijau.
Lia yang terdiam sambil berpikir Lia seperti tidak asing dengan nama putri Hijau. Lia pernah mendengar nama putri Hijau di sebutkan tapi Lia lupa dimana dia sering mendengar nama putri hijau di sebutkan.
__ADS_1
"Apa nama kerajaan ini?" tanya Lia.
"Kamu juga tidak tahu nama kerajaan ini," kata Siti.
"Sebenarnya kamu berasal dari mana? kenapa kamu bisa tidak tahu nama kerajaan dan nama keluarga kerajaan," tanya tuan Putri.
"Gue berasal dari kota Duri," jawab Lia.
"Dimana itu? kenapa saya tidak pernah mendengar nama kota Duri," tanya tuan Putri.
"Sebenarnya gue berada di mana sih?" Lia yang terlihat binggung.
"Kamu berada di kediaman tuan putri sekarang," jawab Siti.
"Kalau itu sih gue tahu, cuma gue bingung kalian bisa-bisanya gak tahu kota Duri itu," kata Lia.
"Saya aja binggung kenapa kamu tidak tahu nama kerajaan ini apa?" Tuan putri melirik ke arah Lia.
Lia yang terdiam sambil memikirkan tentang kerajaan dan nama keluarga kerajaan yang berada di tanah melayu. Seingat Lia kerajaan dan nama keluarga kerajaan yang berasal dari tanah melayu hanya ada di jaman dahulu.
Melihat Lia yang terdiam tuan Putri dan Siti melirik ke arah Lia. Mereka merasa heran kenapa tiba-tiba saja Lia menjadi diam. Mereka merasa bahwa Lia sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Lia mulai memikirkan semua kejadian yang dia alami sekarang. Lia juga merasa semua kejadian yang dialami tidak masuk akal. Lia mulai sadar bahwa dia berada di masa lalu.
...~ Bersambung ~...