Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Pernah Berbohong?


__ADS_3

"Tidak ada ma" jawab nya meyakin kan.


"Mau bagaimanapun dia cucu ku, Anak dari Bryan. Otomatis dalam diri nya mengalir darah ku. Walaupun dia lahir bukan dari wanita yang ku ingin kan tapi tetap saja aku akan menyayangi nya"


"Apa mama tetap menyuruh ku berpisah dengan mas Bryan setelah anak ini lahir?"


"Itu bisa dipikirkan nanti"


Mia sedikit lega, setidaknya mertua nya akan menyayangi anak nya kelak. Mia hanya berjaga jaga bila yang dikatakan dokter tentang diri nya benar terjadi.


Malam hari,


Tampak Mia sedang meletakan kepala nya di paha Bryan yang sedang bersandar di kepala ranjang.


"Mas, kita kapan belanja keperluan baby?" Tanya Mia.


"Kan bisa nyuruh Rafa buat belanja" jawab Bryan enteng.


"Ih, ini tu sebenernya anak asisten Rafa atau anak kamu?" Kesal Mia.


Bryan hanya terkekeh mendengar omelan sang istri.


"Besok boleh" ucap Bryan.


"Beneran mas?" Tanya Mia dengan mata berbinar.


"Emang aku pernah bohong?" Tanya Bryan yang dijawab gelengan kepala oleh Mia.


"Mas, apa kau akan menceraikan ku setelah melahirkan nanti?" Tanya Mia tiba tiba.


"Bukan kah aku sudah bilang bahwa kita memulai kehidupan baru? Kenapa kau berfikir ada kata cerai diantara kita?" Kesal Bryan yang tak habis pikir dengan pemikiran sang istri.

__ADS_1


"Bagaimana kalau mama yang nyuruh kamu nyerai in aku?" Tanya Mia lagi.


"Tak ada yang bisa misahin kita sekalipun mama"


"Ada, maut" ucap Mia tiba tiba.


"Huss nggak boleh ngomong gitu"


"Kan emang bener mas"


Bryan hanya diam karna malas berdebat dengan sang istri.


"Udah, kamu buruan tidur ngga usah mikir macem macem" ucap Bryan.


"Eh bentar mas, tadi mama nasehatin aku buat jangan terlalu capek"


"Wah bagus dong, berarti mama mulai menerima kamu"


Siang hari,


Seperti Biasa, Mia datang ke kantor Bryan saat jam mendekati jam makan siang.


Nampak Mia mengenakan dress berwarna putih yang menampakan perut buncit nya.



Para karyawan menatap kagum dengan Mia.


Wanita yang sering mereka bicara kan dikantor ternyata adalah istri bos nya.


Pantas saja banyak karyawan melihat cincin melingkar di jari sang bos.

__ADS_1


Mereka mengira cincin itu hanya cincin lamaran saja. Namun kenyataan nya ternyata cincin pernikahan.


"Siang bu bos" sapa resepsionis.


"Selamat siang nyonya Mia" sapa para pegawai yang tau nama Mia dari tv.


"Selamat siang juga" jawab Mia dan berlalu dari lobi itu.


"Asisten Rafa, apa suami saya ada di dalam?" Tanya Mia pada Rafa, asisten sang suami.


"Ada nyonya, silahkan masuk" ucap lelaki tampan itu.


Mia segera membuka ruangan Bryan. Ia segera duduk di sofa dalam ruangan itu.


"Tunggu lah sebentar lagi sudah selesai" ucap Bryan tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop.


Mata Mia tak sengaja melihat sebuah figura kecil di meja Bryan.


Ia menghampiri meja itu dan nampak foto nya bersama Bryan saat acara Mitoni kemarin.


"Ini kamu yang naroh mas?" Tanya Mia mengangkat figura itu.


Bryan mendongakan kepala nya


"Kalau bukan aku siapa lagi? Masak Rafa, kan nggak mungkin" jawab Bryan yang membuat Mia terkekeh.


Beberapa saat kemudian, Bryan telah menyelesaikan pekerjaan nya.


"Bentar, tunggu aku ganti baju dulu" ucap Bryan lalu segera berjalan menuju kamar pribadi nya.


Ia segera memakai pakaian kasual nya.

__ADS_1


__ADS_2