Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Penjelasan Mia


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, suster mendorong Brankar Mia menuju ruang rawat.


Bryan pun mengikuti brankar itu


Setelah di pastikan aman, suster meninggalkan ruang rawat Mia.


Bryan langsung mendekat ke arah brankar Mia.


Ia mengusap usap perut istri nya itu.


Bryan bisa merasakan tendangan dari dalam perut Mia.


Bryan tersenyum tipis


"Akhir nya sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" gumam Bryan.


Beberapa saat kemudian, Mia mengerjapkan mata nya. Netra nya menyesuaikan cahaya di sekitar nya.


Ia tersenyum tipis saat manik mata nya menatap sang suami.


"Mana yang sakit? Perlu aku panggilkan dokter?" Tanya Bryan.


Mia hanya menggeleng


"Kejadian nya gimana sih kok bisa sampe kecelakaan?" Tanya Bryan.


"Tadi rem nya blong mas" jawab


"hah kok bisa? Padahal mobil yang dirumah semua nya rutin ke bengkel loh" Bryan bingung.


Pasal nya memang benar, semua mobil di rumah nya selalu rutin pemeriksaan di bengkel.


"Aku juga nggak tau mas, pas itu tiba tiba pak supir bilang kalau rem nya blong. Terus aku panik lah, terus pak supir bilang jangan panik. Terus tiba tiba ada mobil nyalip, pak supir nya kaget. Terus dia banting setir. Jadi kecelakaan deh" Mia menceritakan kejadian nya.


Tapi ia tak mau menceritakan tentang mobil nya di ikuti orang. Karna ia tau betul suami nya pasti langsung mengusut orang itu.

__ADS_1


"Terus gimana keadaan nya pak supir?" Tanya Mia.


"Kamu malah nanyain supir. Seharus nya kamu prihatin sama kondisi kamu" omel Bryan.


Mia hanya terkekeh


"Loh bukan nya kamu berangkat bareng mama?" Tanya Bryan.


Mia menggeleng


"Tadi pas mau berangkat tiba tiba mama batalin. Ya udah deh aku berangkat sendiri" ucap Mia.


"Lah kok kamu nggak ngabarin aku? Kan bisa aku anter"


"Haish kaya nggak tau kamu aja mas, biasa nya kalau aku ajak check kandungan aja banyak alasan" cibir Mia.


Bryan hanya terkekeh mendengar penuturan istri nya.


Karna memang benar seperti itu kenyataan nya.


Ia menarik nya ke arah nya.


Cupp


Satu kecupan mendarat di bibir Bryan.



Bryan masih membeku dengan perlakuan sang istri.


"Makasih mas udah mau nyamperin aku ke rumah sakit" ucap Mia tulus.


"Kan emang itu kewajiban ku. Di dalam sini juga ada anak ku" tunjuk Bryan pada perut Mia.


Mia tersenyum mendengar penuturan suami nya.

__ADS_1


"Setidak nya dia masih peduli dengan ku" batin Mia.


"Kapan aku boleh pulang mas?" Tanya Mia mengalih kan pembicaraan.


"Kalau Besok pagi kondisi mu sudah membaik, kau boleh pulang kata dokter"


Mia mengangguk mengerti.


"Kau kembali lah bekerja mas, biar aku disini sendiri" ucap Mia.


"Udah nggak papa, aku disini nemenin kamu" jawab Bryan.


Mia menggeleng


"Udah beberapa hari kamu ninggalin pekerjaan cuma buat aku mas" protes Mia.


"Cuma?" Bryan mengangkat sebelah alis nya.


"Kamu inget kan disini ada anak aku?" Tunjuk Bryan pada perut Mia lagi.


"Tapi kamu juga ngga bisa ninggalin tanggung jawab pekerjaan kamu" ucap Mia lagi.


"Tapi.."


"Udah, aku nggak papa sendiri disini mas" tukas Mia.


Akhirnya Bryan pun mengangguk setuju.


"Perlu aku panggilkan mama?" Tanya Bryan.


Mia menggeleng


"Nggak usah mas, kasian mama kalo harus nunggu aku"


"Gimana kalau pelayan rumah?" Tawar Bryan lagi.

__ADS_1


Yeayyy karya author lulus kontrakkkk😘😘


__ADS_2