Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Dilla Awass!


__ADS_3

Pelayan itu hanya mengangguk mengerti.


"Oh nyonya, bolehkah saya bertanya?" Tanya pelayan itu hati hati.


"Tanyakan saja"


"Berapa usia kandungan anda?" Tanya pelayan itu.


Mia tersenyum


"Sudah enam bulan jalan"


"Wahh sebentar lagi akan ada suara tangis bayi memenuhi rumah ini" ucap pelayan itu berbinar.


Mia mengangguk


"Kalian semua juga harus menyayangi anak ku nanti nya saat aku tidak ada" ucap Mia.


"Memang nya nyonya mau kemana?" Tanya pelayan itu.


Mia baru sadar kalau ia keceplosan


"Ah maksudnya kalau pas saya lagi keluar rumah atau berbelanja tanpa membawa anak, kalian harus ikut membantu menjaga anak saya" ucap Mia yang pasti nya berbohong.


Mia beranjak dari duduk nya,


"Mau kemana nyonya?" Tanya pelayan itu.


"Saya mau ke kamar" pamit Mia.


"Kalau saya boleh kasih saran, sebaik nya jangan tidur saat sore seperti ini nyonya. Apalagi anda sedang mengandung" salah satu pelayan yang sudah paruh baya menasehati.


"Baik, terimakasih saran nya" ucap Mia tulus.


Mia kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 9 malam.


Entah kenapa Mia ingin sekali memakan bakso.


Hati nya gelisah, mata nya tak dapat terpejam karna ia saat ini sedang mengidam.


Mia mengusap perut nya


"Nak, makan nya besok aja ya, papa lagi nggak dirumah. Masak mama harus keluar rumah sendirian sih?" Gumam nya kepada sang anak.


Entah kenapa keinginan Mia semakin membuncah.


Ia sudah tak sanggup menahan. Ia segera mengambil jaket, dompet dan handphone nya.



Ia segera ke garasi untuk mengambil motor nya.


"Loh, nyonya mau kemana?" Tanya satpam yang bertugas membuka pintu gerbang.


"Mari saya antar saja nyonya" tawar pak satpam.


Mia menggeleng


"Biar saya sendiri saja pak, bapak jaga rumah aja"


"Disini banyak satpam lain nyonya"


Mia masih menggeleng


"Mia mau sendiri aja pak"


"Nyonya yakin?" Pak satpam meyakinkan.


"Saya yakin pak, tapi jangan bilang mas Bryan ataupun mama Gita ya" pinta Mia.

__ADS_1


Satpam itu mengangguk setuju.


Mia segera melajukan motor nya membelah jalanan kota yang seakan tak pernah tidur.


Ia memarkirkan motor nya di depan warung bakso itu.


Mata nya menatap Dilla (adik tiri nya) dan Aldy (suami Dilla) yang sedang makan di seberang jalan.


Mia tersenyum tipis saat melihat adik tiri nya hidup bahagia dengan pasangan nya.


Mia segera masuk ke warung bakso langganan nya dan mulai makan disana.


Beberapa saat kemudian, bakso pesanan Mia susah datang.


Ia menatap dengan mata berbinar melihat makanan di depan nya.


"Andai mas Bryan disini" batin nya berandai andai.


Setelah selesai makan, Mia keluar dari warung itu.


Ia melihat Dilla dan Aldy yang juga sedang menatap nya dari seberang.


Mia hanya menunjukan senyum tipis nya.


Terlihat Aldy sedang menerima telpon dari seseorang.


Dilla berjalan menyebrang i jalan raya. Hati nya berkata untuk menyapa sang kakak tiri sekaligus kakak ipar nya.


Mia menatap bingung pada Dilla yang mulai berjalan mendekati nya.


Netra Mia menangkap sebuah truk yang melaju kencang di jalan raya.


Matanya menatap Dilla lalu kembali menatap truk itu.


Tanpa pikir panjang, Mia segera berlari menarik tangan Dilla.

__ADS_1


"Dilla awass" teriak Mia sambil menarik tangan Dilla.


__ADS_2