Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Membeli Perlengkapan Bayi


__ADS_3

Padahal istrinya yang memintanya mengusap perut nya, tapi kenapa malah sang bos yang ribet. Orang jatuh cinta memang menyusahkan, pikir nya.


Mau tidak mau asisten Rafa menemani sepasang suami istri itu berbelanja.


"Asisten Rafa, bukankah sebaik nya anda memakai baju kasual aja biar lebih nyaman" usul Mia.


"Iya benar, gantilah baju mu dulu. Pilihlah bajuku di dalam kamar pribadiku" ucap Bryan.


Asisten Rafa pun mengganti baju resmi nya dengan celana pendek dan sebuah kaos putih lengan pendek di tambah sebuah topi membuat nya berkali kali kali kali kali kali kali lipat lebih tampan.



Wkwk


"Wahh anda sangat tampan asisten Rafa" puji Mia.


"Ehemm" Bryan berdehem.


"Maksut saya tertampan nomor dua setelah suami saya" Mia melanjutkan kata nya.


"Ya sudah ayo cepat berangkat" ucap Bryan menggandeng tangan sang istri.


Para karyawan menatap takjub dengan Bryan dan Mia yang sedang bergandengan tangan.


Namun, mata mereka tambah terkesima melihat penampilan asisten Rafa yang mengenakan pakaian kasual.


"Wahh asisten Rafa"


"Sangat tampan"


"Sempurna"


"Oh tuhann jodoh orang kenapa tampan sekali"

__ADS_1


"Omg, aku mau jadi istrinya asisten Rafa"


"Kalau dia sudah punya pasangan aku mau jadi pelakornya nggak masalah kok"


"Asisten Rafa,, sarangheo!!"


"Asisten Rafaaa aku padamu"


Para karyawan perempuan berteriak histeris bahkan mengerubungi asisten yang terkenal arogan dan tampan itu.


Mia dan Bryan tertawa puas melihat asisten nya dikerubungi banyak wanita seperti itu.


"Mundur semua!!" Bentak asisten Rafa yang membuat semua mundur beberapa langkah.


Asisten Rafa melanjutkan langkah nya mengikuti sang bos.


"Dia memang sangat tampan"


"Siapaphn yang mendapatkan nya pasti sangat beruntung"


...


Sesampai nya di toko khusus bayi.


Justru disini Bryan lah yang kelihatan paling semangat.


Ia segera membantu istri nya memilihkan baju baju untuk anak nya.


"Lihatlah, anak kita pasti tambah tampan setelah memakai baju ini" ucap Bryan menunjukan pilihan nya.


Mia mengangguk setuju, ia hanya mengikuti langkah sang suami.


Ia hanya mengatakan kebutuhan bayi, mulai dari kaos tangan, kaos kaki dan lain nya, sedangkan Bryan lah yang memilihkan warna maupun model nya.

__ADS_1


Seperti kaos kaki,


"Mas, kita harus cari kaos kaki buat bayi" ucap Mia.


Bryan pun menuju rak dimana kaos kaki bayi terpanjang rapi.


"Yang ini, ini sama ini ya" tunjuk Bryan pada kaos kaki bayi yang menurutnya lucu.


"Terserah kamu mas" ucap Mia.


Bryan pun meletakan barang pilihan nya ke troly yang di dorong oleh asisten Rafa.


Disana Mia nampak seperti memiliki 2 suami, karna Bryan yang begitu antusias begitupun asisten Rafa yang ikut membantu memilih barang untuk calon anak bos nya.


Kini Bryan memilihkan ranjang bayi, lemari dan furniture lain nya.


Tentunya ia memilih segala sesuatu yang paling mahal harga nya.


Karna menurutnya semakin mahal maka pasti kualitas nya semakin bagus, pikir nya.


Setelah selesai berbelanja, Bryan pulang ke rumah nya.


Ia menyuruh asisten Rafa untuk menggantikan nya meeting sore ini karna Bryan malas kembali ke kantor.


Sore itu juga, Bryan mengundang desain interior untuk mendesain kamar untuk calon anak Bryan.


Kamar itu di desain begitu elegan.


Furniture di dalam nya sangatlah mewah. Ada ranjang king size untuk Mia ataupun Bryan menemani si kecil tidur.


Ada pula sebuah sofa panjang, sofa pendek untuk sekedar duduk.


Sebuah ayunan, dan berbagai macam barang barang lain yang pastinya berharga fantastis.

__ADS_1



__ADS_2