
"Mas, suruh dia ganti pake pakaian biasa" pinta Mia.
"Dia bodyguard Mi, sudah seharusnya dia berpakaian seperti itu" jawab Bryan.
"Pokok nya aku nggak mau ditemenin bodyguard kalau dia nggak ganti baju" kesal Mia.
Akhirnya, Bryan lagi lah yang harus mengalah. Ia harus extra sabar menghadapi istri nya ini.
Mia pun menuju mall ditemani bodyguard itu.
"Siapa namamu?" Tanya Mia.
"Dira nyonya" jawab nya lantang sampai membuat Mia terjingkat kaget.
"Hustt jangan keras keras, aku kaget. Pakai omongan biasa aja. Anggap aja aku temanmu"
" Maaf nyonya.."
"Sudah, ikuti perintahku" ucap Mia yang membuat Dira mengangguk.
Dengan sigap Dira mengambil troly dan mendorong nya mengikuti langkah Mia.
Mia berjalan memilih milih cemilan kesukaan nya.
Belanjaan Mia sampai memenuhi troly itu sangking banyak nya.
Mulai dari buah, snack, minuman dll.
Dira menenteng kantong belanjaan berukuran super besar berjumlah 4 buah.
Ditambah lagi Mia membawa sebuah plastik sedang berisi buah dan beberapa snack saja.
Kalian bisa membayangkan kan betapa banyak nya snack yang dibeli Mia.
__ADS_1
Mata Mia berbinar saat melihat kedai es krim di mall itu.
Ia segera menjalankan kaki nya menuju kedai es krim itu dan segera memesan es krim coklat kesukaan nya.
Brakk
Meja tempat Mia duduk di gebrak oleh seseorang yang membuat es krim milik Mia tumpah mengenai baju nya.
Mia mendongak menatap orang yang mengagetkan diri nya.
"Wanita murahan seperti mu ada disini rupa nya" ejek orang itu yang tak lain adalah Lisa.
Mia tersenyum miring
Ia sudah memberi kode pada Dira untuk diam.
"Aku atau kau yang manusia murahan?" Tanya Mia balik.
"Merebut pacar ku apa itu tidak disebut murahan?!" Bentak Lisa.
"Brensekk keparat kau!" Umpat Lisa menggebu gebu.
"Kalau aku sebagai istri disebut brensekk, lalu apa sebutan yang pantas untuk seorang pelakor?" Mia masih mencoba tenang.
Plakk
Tamparan keras mendarat ke pipi mulus Mia.
Dira sudah tak bisa diam.
Plakk
Satu tamparan dari Dira mendarat di pipi Lisa.
__ADS_1
"Tidak seharus nya anda menyentuh nyonya saya!" Tajam Dira.
Mia semakin merasa di atas awan
Plakkk
Satu tamparan lagi mendarat di pipi Lisa. Kali ini tamparan berasal dari tangan Mia sendiri.
Grepp
Dengan sigap Mia menarik rambut Lisa hingga ia mendongak ke atas.
"aduh aduh" rancau Lisa.
"Jangan pernah anggap remeh diri ku. Tanpa Bryan sekali pun aku bisa menghancurkan mu dengan tangan ku sendiri" ancam Mia.
Ia melepaskan jambakan itu dan berbalik akan pergi dari kedai itu.
Dengan sengaja, Lisa memajukan kaki nya hingga Mia hampir terjembam. Untung saja ada Dira yang dengan sigap menangkap tubuh nya.
Jika tidak, mungkin akan terjadi hal buruk pada anak nya.
Mia langsung mencekik leher Lisa
"le pas kan" ucap Lisa terbata bata karna hampir kehabisan oksigen.
"Oh, jadi kamu menantang ku?" Mia tersenyum miring.
"Baiklah, kita lihat siapa nanti pemenang nya" ucap Mia meningalkan Lisa yang mematung di tempat nya.
Hati kecil Lisa mengatakan bahwa Mia tak main main dengan ucapan nya.
Saat masuk ke mobil, Mia sempat meringis kesakitan kala merasakan perut nya kembali kram.
__ADS_1
"Shhh"
jangan Lupa Like dan komen sebanyak banyak nya