
"Assalamu'alaikum.
Puji syukur atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk mengadakan acara ini. Yaitu dalam rangka aqiqahan sekaligus syukuran kelahiran putra pertama saya yang bernama Kenzio Hendrawan. Saya ucapkan terimakasih kepada para hadirin para teman teman, pejabat pemerintah, para kolega bisnis dan juga para teman media sekalian yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir di acara ini. Selamat menikmati hidangan dan hiburan yang telah saya sediakan"
Bryan mundur dari tempat itu.
Ia mengambil alih Zio dari gendongan sang istri. Ia mengajak Mia untuk berkenalan dengan beberapa kolega bisnis dan teman teman nya.
"Wah wajah putra anda sangat persis dengan anda tuan Bryan" ucap salah satu kolega bisnis Bryan.
Bryan hanya mengangguk mengiyakan.
Setelah selesai berkeliling, Bryan mengajak Mia untuk duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan.
Ia menyerahkan baby Zio pada Mia.
Bryan melangkahkan kaki nya meninggalkan Mia dan anak nya.
"Mas Bryan mau kemana?" Batin Mia.
Bryan mengambil Mic.
"Saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk istri saya tercinta berjudul "surat cinta untuk Mia" ucap Bryan.
Para tamu undangan berteriak histeris mendengar Bryan akan bernyanyi.
Wajah Mia sudah merona kala mendengar suami nya akan bernyanyi.
Tiba tiba mama Gita datang. Ia mengambil Zio dari pangkuan Mia.
"Ikutlah bernyanyi bersama suami mu" ucap mama Gita.
"Tapi ma.."
"Ikutlah"
Mia mengangguk, ia berjalan mendekati Bryan yang sedang bernyanyi.
Ia ikut menyambung lirik yang sedang Bryan nyanyikan.
Bryan menoleh ke arah istrinya yang sedang bernyanyi sambil berjalan ke arahnya.
Para tamu undangan merasa seakan sedang menonton konser kolaborasi.
Bryan tersenyum melihat istrinya sudah berada didepan nya sambil menatap nya.
Bryan melanjutkan nyanyiannya bersama Mia.
teruntuk istriku
lagu ini mewakili perasaan cintaku
__ADS_1
cinta yang terlalu terlampau besar
hingga aku tak tau bagaimana cara untuk mengungkapkannya
terimakasih atas segalanya, cintamu, sayangmu dan pengorbananmu untuk kebahagiaanku
Bryan : Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi
'Tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Mia : Aku pernah berfikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang kujalani sampai kini?
Aku selalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap tampan rambut indahmu
Meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
__ADS_1
Sisa hidupku hanya untukmu
Bryan dan Mia bersama :
Dan telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Bryan :
Untukmu hidup dan matiku
Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
'Ku 'kan tetap di sini
Mia : Bila habis sudah waktu ini (Bila musim berganti)
Tak lagi berpijak pada dunia (Sampai waktu berhenti)
Telah aku habiskan (Walau dunia membenci)
Sisa hidupku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Bryan : Telah habis sudah cinta ini (Bila musim berganti)
Tak lagi tersisa untuk dunia (Sampai waktu terhenti)
Karena telah kuhabiskan (Walau dunia membenci)
Sisa cintaku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Bryan dan Mia: Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Bryan langsung mengecup punggung tangan sang istri lalu merengkuh pinggangnya dan membawanya kepelukannya.
cup
Bryan mencium puncak kepala sang istri
"I Love You My Wife"
__ADS_1
"I Love You My Husband" balas Mia.