Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Oh, Pantas Saja


__ADS_3

1 jam kemudian mereka keluar dari kamar mandi.


(Kok lama banget tor? Ngga tauuu author ngga tauu😭😂)


Mia dan Bryan segera memakai pakaian nya.


Mia segera duduk di meja Rias dan mengeringkan rambut nya dengan hirdryer.


Bryan mengambil alih hairdryer itu dari tangan sang istri dan membantu Mia mengeringkan rambut Mia dengan hair dryer itu.


Mia menatap wajah Bryan dari pantulan cermin.


"Udah" ucap Bryan kala sudah selesai mengeringkan rambut Mia.


"Makasih mas" ucap Mia tulus.


"Nggak gratis loh" Bryan mengingatkan.


"Perhitungan banget sama istri" cibir Mia yang membuat Bryan terkekeh.


"Cium sini dulu" ucap Bryan menunjuk pipi nya.


Mia mendekat ke arah Bryan


"Nunduk dulu mas, aku nggak sampe"


Bryan pun sedikit menekuk lutut nya


Cup


Satu ciuman mendarat di pipi kanan Bryan.


"Mak....." Belum sempat Bryan menyelesaikan ucapan nya, Mia lebih dulu mencium bibir Bryan dengan ganas.


__ADS_1


Bryan pun membalas panggutan bibir itu tak kalah ganas nya hingga beberapa menit kemudian mereka melepaskan panggutann bibir itu karna sudah kehabisan nafas.


"Udah yuk tidur bentar, abis tu siap siap buat nanti malam" ucap Bryan mengingatkan istri nya bahwa ada jadwal makan malam dengan salah satu kolega bisnis Bryan.


Mia mengangguk, mereka pun tidur


Malam hari,


Mia telah bersiap siap untuk memenuhi undangan makan malam.


"Kau sudah siap?" Tanya Bryan.


"Sudah mas"



Bryan segera menggandeng tangan Mia dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


Beberapa saat kemudian, Mobil telah sampai disebuah restoran mewah.


Bryan menghampiri rekan bisnis nya yang sudah lebih dulu datang.


"Maaf membuat anda menunggu tuan Gery" ucap Bryan sungkan pada rekan bisnis nya.


"Tidak apa apa tuan Bryan, oh ya siapa wanita yang anda bawa ini tuan Bryan?" Tanya Tuan Gery.


"Perkenalkan, ini istri saya Mia"


"Anda sudah menikah?" Tanya Gery.


Bryan mengangguk


"Saya menikah sudah 8 bulan yang lalu tuan"


"Oh, pantas saja saya selalu melihat cincin di jari anda. Saya kira baru tunangan, ternyata sudah menikah" canda tuan Gery.

__ADS_1


"Maaf karna acara nya diadakan secara tertutup dan hanya dihadiri orang terdekat saja" ucap Bryan.


"Tidak apa apa tuan. Lagi pula yang penting sekarang saya sudah melihat istri anda. Oh ya, apa istri anda sedang hamil?" Tanya tuan Gery.


"Iya tuan, kebetulan kami langsung diberi titipan setelah 1 bulan pernikahan"


Tuan Gery mengangguk mengerti, ia juga memperkenal kan istri nya yang sedang menimang seorang balita.


"Berapa usia anak anda ini tuan?"


"Sudah satu tahun tuan Bryan. Kebetulan putra saya sedang belajar berjalan"


"Wahh benarkah?"


Tuan Gery mengangguk


"Bolehkah saya menggendong nya sebentar?" Tanya Bryan.


"Silahkan tuan Bryan" tuan Gery mempersilah kan.


Sebelum Bryan berdiri dari duduk nya, bocah itu lebih dulu turun dari pangkuan sang ibu dan berjalan gontai dengan sendiri nya ke arah Bryan.


"Uncle ndong"


(Uncle gendong)


Dengan sigap Bryan mengangkat tubuh mungil bocah laki laki itu.


"Wahh ternyata kau sangat menggemaskan" puji Bryan.


"Wah, padahal anak saya paling susah berinteraksi dengan orang asing. Seperti nya anda memang sudah cocok menjadi seorang ayah" ucap tuan Gery.


Bryan hanya menanggapi nya dengan senyuman.


jangan lupa Like dan komen biar author tambah semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2