
"Ayah ingin melamar mama mu" ucap Johan yang membuat Bryan tersedak saliva nya sendiri.
"Cih, udah tua pakek lamar lamaran segala" cibir Bryan.
"Ja jadi gimana?" Tanya ayah Johan menatap sang mantan istri.
"Gi gimana apanya?" Tanya mama Gita balik tak kalah gugup nya.
"Nggak usah sok malu malu, kalo masih cinta bilang aja 'aku cinta kamu mas'" goda Bryan pada mama nya.
"Dasar anak gendeng! Orang tua baru serius malah bercanda" kesal mama Gita.
"Jadinya lamaranku diterima nggak nih?" Tanya ayah Johan lagi.
Mama Gita menatap sang mantan suami ragu ragu.
Mama Gita menatap anak lelaki nya, Bryan yang menunjukan wajah mengejeknya.
"harus ada Dilla dulu" ucap Mama Gita.
Dengan sigap papa Johan langsung merogoh kantong nya dan mengambil ponsel nya dari saku.
Ia segera mencari nomor anak perempuan nya.
"Hallo ayah" jawab diseberang.
"Halo nak, bisa bantu ayah nggak?" Tanya ayah Johan.
"Iya yah, ada apa?"
"Kamu bisa cepet cepet dateng kerumah kakak mu nggak?"
__ADS_1
"Kak Bryan maksud ayah?"
"Iyalah, memangnya kakak mu ada berapa?"
"Iya yah bisa"
"Ayah tunggu disini ya?"
"Iya yah, 15 menit lagi Dilla sama mas Aldy sampai" ucap Dilla.
Tutt
Panggilan pun terputus.
Mia melepas tudung nya kala Zio telah menyelesaikan minum nya.
"Mia, apa ayah boleh gendong Zio?" Tanya Johan kala semua sudah selesai makan.
"Wajah nya 11 12 sama kamu Bry" ucap Johan sambil mengamati wajah sang cucu.
"Iyalah, anak siapa dulu. Bryan gitu lohh" ucap Bryan berbangga.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil memasuki pekarangan mansion Bryan.
Dilla dan Aldy memasuki rumah itu. Mereka berdua melihat ayah Johan dan mama Gita beserta Bryan dan Mia yang sedang menggendong Zio duduk di kursi diruang keluarga.
Baik Dilla maupun Aldy keduanya menyalami ayah Johan dan mama Gita.
"Jadi kenapa ayah nyuruh Dilla kesini?" Tanya Dilla setelah duduk disamping sang suami.
Ayah Johan menatap mama Gita yang sedang menatap ke arah lain.
__ADS_1
"Ayah ingin melamar mama kalian" ucap ayah Johan.
"Hah?" Pekik Dilla kaget.
Bryan malah tersenyum geli melihat ayah nya yang gugup itu.
"Ayah yakin?" Tanya Dilla.
Johan mengangguk
"Ja jadi gimana?" Tanya ayah Johan menatap sang mantan istri.
"Ya gimana?" Jawab mama Gita yang malah balik bertanya tidak jelas.
"Hei, kalian berdua bukan abege lagi. Kalo mama mau bilang aja mau nggak usah muter muter" kesal Bryan yang dari tadi mendengar mama nya memutar mutarkan topik.
"Iya" jawab mama Gita singkat.
"Tuh kan bikin mikir lagi" kesal Bryan.
"Maksud mama 'iya' tu apa? Mau sama lamaran ayah?" Tanya Dilla.
"Hmm" mama Gita malah tambah membuat Bryan dan Dilla kesal.
"Udah deh, ayah pulang aja dulu. Coba cari yang lebih bening dari mama. Daripada dapet yang nggak pasti pasti gini" ucap Bryan pada sang ayah yang sebenarnya berniat menggoda mama nya.
Ayah Johan yang tau maksud anak nya pun berdiri dari duduk nya.
"Ya udah kalau gitu ayah pamit pulang dulu" ucap Johan membalikan badan nya.
Ia melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan ruang keluarga itu.
__ADS_1
"Hanya Sekecil itukah perjuanganmu?" Teriak mama Gita menghentikan langkah ayah Johan.