Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Marah Marah terus


__ADS_3

Ia melihat sekeliling nya


"Loh kok ke rumah sih mas"


"Lah memangnya kamu mau kemana kalo nggak pulang kerumah?"


" Ke kantor kamu lah mas, mau kemana lagi?" Jawab Mia tanpa rasa dosa.


Bryan menjadi cengo karna ucapan istri nya itu.


"Ngapain masih diam mas? Buruan jalan ke kantor" titah Mia.


"Bukan nya kamu lelah? Kamu baru aja ke kantor lo masak ke kantor lagi?" Bryan berusaha membujuk istri nya.


Mia menggeleng


"Kalo kamu nggak mau nganterin aku ya udah, aku naik taksi aja" Mia merajuk.


Bryan mengusap wajah nya kasar


"Iya iya kita ke kantor" Kini Bryan mengalah lagi.


Baru kali ini Bryan tunduk kepada wanita selain pada sang mama.


Bryan pun melajukan mobil nya ke kantor nya.


Setelah sampai, Mereka berdua masuk ke ruangan Bryan.


Bryan membuka kan sebuah pintu di ruangan nya.


"Masuklah dan istirahat" titah Bryan tak bisa dibantah.


"Tapi mass..."


"Aku tak mau dibantah" Kini giliran Bryan yang tegas terhadap sang istri.

__ADS_1


Mia mengerucutkan bibir nya kesal. Ia pun masuk ke dalam kamar itu sambil menghentak hentak kan kaki nya seperti bocah yang merajuk.


Bryan hanya geleng geleng melihat tingkah istrinya. Semenjak hamil sikap nya benar benar berubah drastis.


Bryan menyusul masuk ke dalam kamar itu.


Ia duduk di ranjang sedangkan Mia berbaring.


Ia mengusap dahi istrinya.


"Kau lelah?"


Mia mengangguk


"Tuh kan, tadi kan aku udah bilang istirahat aja dirumah" omel Bryan.


Mia kembali emosi


"Aku kan pengen ikut kamu mas, kamu nggak ngertiin aku banget sih" Mia kembali berapi api.


"Lihatlah nak, mama mu marah marah terus dari tadi" adu Bryan pada sang janin.


"Nggak usah sok ngadu sama anak segala" kesal Mia.


"Kamu jangan marah marah terus, nanti perut kamu kram lagi" Bryan berkata lembut.


Kini Mia menurut.


Mia selalu luluh kala suami nya berucap lembut terhadap nya.


Bryan malah ikut berbaring dengan Mia


"Loh mas kok kamu ikut tiduran sih? Kamu nggak kerja? Nanti buat makan dedek nya apa?" Kesal Mia.


"Tanpa aku kerja pun anak kita tetep bisa makan enak tiap hari" ucap Bryan lalu segera merengkuh tubuh istrinya dalam dekapan nya.

__ADS_1


"Tap..."


Cupp


Belum sempat Mia menyelesaikan ucapan nya, Bryan lebih dulu mencium bibir istri nya sekilas.


"Kalo kamu masih ngomel aja aku comot bibir mu" ancam Bryan.


Mia pun langsung menutup bibir nya rapat lalu segera memeluk erat suami nya.


Ia menyembunyikan kepala nya di dada bidang sang suami dan menghirup aroma nya dalam dalam.


"Apakah hal seperti ini bisa diulang kembali?" Batin Mia.


....


Mia mengerjapkan mata nya bangun.


Tangan nya meraba ke samping.


Tidak ada lagi suami nya di samping nya. Ia bangun dari pembaringan nya.


"Dimana mas Bryan?" Batin Mia.


Ia membasuh wajah nya terlebih dahulu lalu keluar dari kamar Bryan.


"E eh, maaf mengganggu, silahkan lanjutkan" Mia meminta maaf kala melihat Bryan sedang mengobrol serius dengan rekan bisnis nya.


"Kemarilah" titah Bryan pada Mia.


"Apa dia akan memarahiku di hadapan klien nya?"


"Atau dia akan menghinaku?" Batin Mia berprasangka buruk.


"Perkenal kan ini Mia istriku tuan Darwin" Bryan memperkenal kan Mia.

__ADS_1


jangan Lupa Like dan komennnnn


__ADS_2