
"Ayah pengen ngomong sama kalian semua" ucap ayah Johan serius yang membuat penghuni meja makan menatap ke arah nya.
"Kayaknya besok ayah harus bawa mama kalian pulang kerumah lama"
"Hah?" Semuanya kaget termasuk mama Gita sendiri.
"Memangnya kenapa mas?" Tanya mama Gita.
"Lusa aku udah balik kerja, kan barang barang aku disana semua"
"Kenapa nggak tinggal disini aja yah?" Tawar Mia.
"Tapi nak.."
"Udahlah yah, kita disini aja. Lagipula aku bakal kesepian kalau ditinggal kamu kerja" ucap mama Gita.
"Kalo aku sih terserah kamu, tapi Bryan gimana?"
"Bryan sih oke oke aja, biar Bryan nggak kepikiran kalo ninggal Mia sama Zio sendirian dirumah. Walaupun ada maid tapi kalau ada mama kan Bryan lebih tenang" jawab Bryan.
"Yaudah kalau gitu besok barang barang kamu yang penting bawa kesini aja mas, terus rumahnya dijual" usul mama Gita.
"No,! Rumah itu kenangan kita dulu, nggak boleh dijual" tolak ayah Johan.
"Ya udah kalau itu keputusan kamu mas, aku ngikut aja"
Malam itu juga, ayah Johan menghubungi maid rumah nya untuk menyiapkan barang barang pentingnya dan menyuruh mereka mengantar barang itu kerumah Bryan esok hari.
Mereka pun kembali ke kamarnya masing masing.
Oekkk
Baby Zio tiba tiba menangis saat tengah malam.
__ADS_1
Mia terbangun, ia langsung menggendong anak nya.
Ia segera menyusui anak nya, dan benar saja baby Zio memang kehausan.
Jam menunjukan pergantian hari, Zio masih juga belum memejamkan matanya.
Bayi itu malah terus membuka matanya sambil berkedip kedip melihat wajah sang mama.
Bryan tiba tiba terbangun, ia meraba kesampingnya tetapi kosong.
Ia langdung duduk dari pembaringan nya, ia menoleh kesamping ternyata istrinya sedang duduk disofa sambil memangku Zio.
"Sayang, Zio kenapa?" Tanya Bryan.
"Zio tadi nangis mas, terus aku susuin eh malah melek terus" jawab Mia.
"Siniin aja" ucap Bryan.
"Anak papa belum ngantuk? Sini papa puk puk" ucap Bryan menepuk nepuk paha sang putra.
Dan benar saja, Zio langsung terlelap.
"Udah, kamu buruan tidur lagi gih" ucap Bryan pada Mia.
Pagi hari,
Mia melihat sang suami tidur dengan memeluk sang putra yang juga masih terlelap.
"Dua pangeranku" gumam Mia tersenyum.
Cup
__ADS_1
Cup
Mia memberi ciuman pada pangeran nya masing masing mendapat satu ciuman.
Bryan menggeliat kala istrinya mencium nya.
"Mas, buruan mandi katanya ada meeting pagi"Mia mengingatkan sang suami.
Beberapa bulan kemudian,
Umur baby Zio sudah menginjak bulan ke 7.
Zio sudah mulai merangkak dan duduk sendiri tanpa bantuan orang dewasa.
Ia semakin sering mengoceh dengan ucapan yang tidak jelas.
"Mamama" ucap Zio saat sedang bermain dengan sang papa.
"Kenapa? Mama lagi mandi, bentar lagi nemenin kita main" jawab Bryan yang tau maksud anak nya.
Mia keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang telah wangi dan segar.
Ia baru sempat mandi habis magrib karna Zio yang dari tadi tak ingin ditinggal olehnya, dan baru mau ditinggal saat Bryan telah pulang dari kerja.
"Sayang turun yuk, makan malam" ajak Bryan karna memang sudah waktunya.
Mia mengangguk
Bryan langsung mengangkat badan gembul sang putra.
"Uluh uluh, anak papa tambah gembul" puji Bryan pada anak nya.
__ADS_1