Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Sudah Terbiasa


__ADS_3

"Dilla awass" teriak Mia sambil menarik tangan Dilla.


degg


Bryan yang sedang berada di Bali tiba tiba merasakan hatinya gusar.


pikiran dan hatinya tertuju pada sang istri yang berada jauh darinya.


"Mia" gumamnya lirih.


"kamu kenapa yang?" tanya Lisa yang sedang duduk didekat sang kekasih.


"tiba tiba aku kepikiran Mia" jawabnya jujur.


"biarin ajalah, pelakor kayak dia kamu pikirin" sinis Lisa.


Bryan beranjak dari duduknya.


"kamu mau kemana yang?" tanya Lisa melihat sang kekasih berdiri dari duduknya.


"aku mau kembali ke jakarta. Mia pasti sudah mencemaskanku"


"tapi aku gimana yang?"


"nanti aku transfer uang buat kamu jalan jalan" ucap Bryan meninggalkan Lisa dan segera menuju landasan udara.


....


Aldy kaget dengan teriakan Mia.


Ia melihat ke seberang, ia melihat istrinya yang berdiri kokoh dan Mia yang sedang jatuh terduduk.


Aldy menghela napas nya lega karna tidak terjadi sesuatu yang buruk pada sang istri.


Apalagi saat ini Dilla sedang mengandung dengan usia kandungan 6 minggu.


Ia segera menghampiri kedua wanita itu diseberang.


"Kau tidak apa apa?" Tanya Aldy mengecek keadaan istrinya.

__ADS_1


Dilla menggeleng


"Aku tidak apa apa mas" ucap Dilla yang membuat Aldy lega.


Dilla melihat istri kakak nya yang masih terduduk di aspal.


Dilla mengulurkan tangan nya pada Mia.


Mia pun menyambut uluran tangan Dilla.


"Kau tidak apa apa kak?" Tanya Dilla.


Mia hanya menggeleng, diri nya masih syok dengan kejadian yang mendadak ini.


Ia memegangi perut buncit nya.


Mia tersenyum lega saat merasakan sebuah tendangan dari anak nya yang menandakan anak nya baik baik saja.


4 detik


5 detik


Keheningan terjadi


"Ka kau ke kenapa kak." Tanya Dilla ketakutan.


Bagi Dilla rasa ini sangat membingungkan. Antara benci yang masih tersisa, canggung dan juga merasa bersalah.


"Pe perutku kram lagi" jawab Mia sambil meringis kesakitan.


"Kita kerumah sakit ya?" Tawar Dilla.


Mia menggeleng


"Baru siang tadi aku pulang dari rumah sakit"tolak Mia.


"Lalu bagaimana?" Tanya Dilla.


"Tolong Pe pesankan taksi" pinta Mia.

__ADS_1


Dilla menggeleng


"Ayo aku antar pulang saja" tawar Dilla.


Mia masih menggeleng


"Ayolah aku antar pulang" paksa Dilla.


Akhirnya Mia mengangguk karna memang perut nya sangat sakit saat ini.


Dilla menatap kaki Mia yang mengalir darah.


Sangat terlihat karna Mia hanya menggunakan dres.


"Kak, kamu pendarahan! Ayho kerumah sakit saja" ucap Dilla.


Mia menggeleng


"Tidak, antar aku pulang saja. Aku sudah biasa seperti ini" jawab Mia.


"Tapi kak.."


"Ayo cepat antar dia pulang. Dia hanya ingin pulang bukan kerumah sakit" potong Aldy.


Dilla pun akhir nya mengangguk


Dilla menuntun Mia masuk ke dalam mobil.


Mobil pun melaju ke rumah Bryan.


Dilla melihat jelas raut wajah Mia yang sedang meringis kesakitan sambil memegang perutnya dari kaca spion depan.


Hati nya sedikit mencelos. Rasa bersalah hinggap di hati nya.


"Jika bukan karena nya pasti aku sudah mati ditabrak truk itu" batin Dilla.


Keringat dingin mulai membasahi dahi Mia.


Beberapa saat kemudian, mobil sudah sampai di rumah Bryan.

__ADS_1


"Terimakasih" ucap Mia lalu segera berjalan keluar dari mobil itu.


Dilla dan Aldy memutuskan langsung pulang karna hari sudah larut.


__ADS_2