Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Sebuah Syarat


__ADS_3

"Apa yang kau beri jika aku menemani mu chek kandungan?" Tanya mama Gita.


"Aku akan melakukan apapun yang mama minta"


"Termasuk bercerai dengan Bryan" tanya mama Gita.


"Maa," Mia masih berusaha memohon.


"Ya atau tidak sama sekali" tukas mama Gita.


Tampak Mia berfikir sejenak.


"Lagi pula aku akan tetap bercerai kan nantinya?" Batin Mia.


" A aku.... Aku mau ma" jawab Mia gugup.


"Kau yakin?" Tanya mama Gita.


"Lagi pula setelah anak ini lahir aku juga akan bercerai dengan mas Bryan. Dan dia akan segera menikah dengan pacar nya Lisa" jawab Mia berkaca kaca.


Mama Gita melihat manik mata menantunya. Ia melihat dengan jelas dalam tatapan itu ada luka yang sangat dalam.


Tapi ia tak tau luka seperti apa yang terlihat dalam tatapan itu.


"Baiklah, bersiaplah besok jam sepuluh" ucap mama Gita lalu masuk ke kamar nya.


Mia pun kembali masuk ke kamar nya sendiri. Ia melihat suami nya yang sedang duduk di sofa sambil berkutat dengan laptop nya.


"Mas," Panggil Mia sambil berjalan mendekat ke arah suami nya.


Ia menyenderkan kepala nya di pundak sang suami yang masih fokus dengan laptop nya.


"Aku mau tanya"

__ADS_1


"Tanyakan saja" jawab Bryan dengan mata masih fokus dengan laptop nya.


"Apa yang akan terjadi nanti setelah kita bercerai?" Tanya Mia.


Bryan mendongakan kepala nya


"Menurutmu apa?"


"Hmm.. aku yakin kau akan segera menikah dengan Lisa"


"Itu kau tau" jawab Bryan dengan mata masih tertuju pada laptop.


"Anak ini harus bersama dengan ku" ucap Mia.


Bryan menatap mata Mia


"Itu bisa kita bicarakan lagi nanti" ucap Bryan lalu kembali menatap laptop nya.


"Mas, bagaimana jika aku malah menyerahkan anak ini padamu?" Tanya Mia.


"Apa kau yakin kau akan menyayanginya? Maksudku kau dan Lisa?" Tanya Mia sekali lagi.


"Aku yakin tentang itu"


Mia mengangguk mengerti.


Ia segera beranjak dari sofa dan segera menidurkan tubuh nya di kasur dan mulai memejamkan mata nya.


Pagi hari,,


Hari ini Mia tak merasakan mual parah.


Hanya saja kepala nya agak pusing setelah bangun tidur.

__ADS_1


Ia segera beranjak dari tidurnya dan menyiapkan keperluan sang suami.


Setelah semua siap, Mia membangunkan Bryan yang masih tidur pulas.


"Mass, bangunn udah siang" ucap Mia.


"Hmmm" hanya deheman yang keluar dari mulut Bryan.


Mia segera menarik tangan Bryan dan melatakannya tepat di perut nya.


"Tuh dek, papa bangunin" ucap Mia sambil mengusap usap kan tangan Bryan di perut nya.


Banyak tendangan dari perut Mia yang berasal dari janin yang dikandung nya.


Bryan menggeliat bangun merasakan tendangan tendangan di tangan nya.


"Dia menendang?" Tanya Bryan dengan suara serak khas bangun tidur.


"Dia sedang membangun kan mu mas" jawab Mia


"Benarkah?"


Mia mengangguk


Bryan segera menarik tangan Mia hingga terjembam tepat di samping Bryan.


"Masss!! Lain kali jangan gitu, nanti kalo aku jatoh terus perutku ketindihan gimana" kesal Mia.


"Iya iya maaf," sesal Bryan.


Ia langsung mendekap tubuh mungil istri nya itu ke dalam dekapan nya.


Ia menyembuyikan wajah istri nya ke dalam dada nya.

__ADS_1


Mia tidak memberontak, ia malah menikmati pelukan itu.


__ADS_2