
Kepala nya terasa berat karna efek mabuk semalam. Ia melihat sang istri sedang tidur dengan posisi duduk di samping nya.
Bryan segera bangun dan segera mengangkat tubuh istri nya dan memindahkan nya ke kamar.
Bryan sendiri pun segera membersihkan diri nya untuk bersiap ke kantor.
Pikiran Bryan masih kalut saat ini.
Ia menyuruh maid yang baru datang untuk membawakan istri nya sarapan jika sudah bangun nanti.
Bryan pun segera ke kantor guna mengurus proyek nya.
Saat ia sampai kantor, ia melihat Lisa yang sudah menunggu nya.
"Pecat wanita ini!" Titah Bryan pada asisten nya Rafa yang baru menyusul ke bali pagi tadi.
"Baik"
Asisten itu segera menyiapkan segala dokumen pemecatan Lisa beserta pesangon yang di dapat nya.
Lisa selalu saja memohon ampun pada Bryan. Bryan tak menghiraukan permintaan maaf dari mantan kekasih nya itu.
Setelah selesai semua, Rafa segera menyerahkan dokumen pemecatan Lisa dan ia segera menyuruh security agar menyeret Lisa keluar.
Di Villa, Mia sudah bangun dari tidur nya.
Ia segera membersihkan tubuh nya. Ia pun juga segera mengisi perut nya dengan makanan yang sudah disiapkan.
__ADS_1
Ia membuka ponsel nya guna mengecek apakah ada pesan dari suami nya.
Dan benar saja, sekalut apa pun keadaan Bryansuaminya, ia tak mungkin melupakan anak dan istri nya.
"Jika sudah bangun cepatlah sarapan. Maaf telah merepotkan mu semalam. Kurasa hari ini aku akan pulang malam karna pekerjaan ku menumpuk dan juga agar kita bisa cepat kembali ke mansion. Aku juga meninggalkan laptop untuk mu agar kau tidak bosan" tulis Bryan di pesan itu.
Mia tersenyum saat melihat pesan dari suami nya.
Mia berjalan mengelilingin villa mewah itu. Pandangan nya takjub dengan villa yang berhadapan langsung dengan pantai.
Mia melihat pemandangan pantai itu dari balkon kamar nya.
Ia duduk disana di temani sebuah teh dan cemilan.
Ia mengusap usap perut buncit nya.
"Kita berdoa supaya papa bisa kembali bersama kita" gumam Mia.
Bryan sekarang sedang patah. Dan Mia harus berada di dekat Bryan untuk mengobati luka nya.
Mia harus mendapatkan hati Bryan karna itulah impian nya.
Malam hari,
Jam menunjukan pukul 7 malam.
Dan benar saja, Bryan belum menampakan batang hidung nya.
__ADS_1
Mia bertekad menunggu kepulangan sang suami dengan menonton Film dengan laptop yang Bryan tinggalkan.
Tak lama kemudian,
Ceklekk
Pintu kanar terbuka, nampak Bryan dengan wajah lelah nya masuk ke dalam kamar.
Mia sudah menyiapkan air mandi untuk sang suami.
Bryan pun segera membersihkan tubuh nya.
Ketika keluar dari kamar mandi, Bryan melihat istri nya yang duduk di sofa dengan mata yang masih fokus dengan laptop.
Ia mendekat ke arah istri nya dan duduk di samping nya.
"Kau menonton drakor lagi?" Tanya Bryan yang membuat Mia mengangguk tanpa menatap wajah sang suami.
"Kau marah padaku?" Tanya Bryan.
Karna tak biasa nya istrinya seperti ini.
Mia menatap sekilas wajah sang suami lalu segera fokus lagi dengan laptop.
"Alkohol bukan solusi terbaik dalam sebuah masalah mas" ucap Mia tanpa menatap sang suami.
"Tapi aku melakukan itu untuk mengurangi rasa sakitku" bantah Bryan.
__ADS_1
Mia menatap suami nya
"Masih banyak cara lain untuk mengurangi beban mu mas, kau bisa membagi cerita mu padaku"