
"Ishh mas, sudah kubilang aku ingin 'itu' kenapa kamu nggak peka peka sih" Sungut Mia berapi api.
"Apakah boleh? Kamu kan sedang hamil" Bryan mengingatkan.
Ia tak mau menjadi seseorang yang egois. Ada nyawa di dalam rahim istrinya yang harus ia jaga. Ia tak mau hanya karna ke egoisan nya dapat membahayakan anak nya.
"Tenanglah mas, aku akan melakukan nya dengan hati hati" rayu Mia lagi.
Haishh bukan nya yang seharus nya berbicara seperti itu Bryan? Kenapa malah Mia?? Memang pasangan aneh.
"Baiklah" Bryan mengalah, hasrat nya sudah tak dapat dibendung lagi.
Ia segera melummatt bibir istrinya dengan lembut.
Mia pun membalas tak kalah agresif nya.
Bryan segera menggendong istrinya lalu merebahkan istrinya ke ranjang dengan hati hati.
Merekapun 'melakukan nya'
Bryan menghentikan permainan nya kala sudah mencapai pelepasan pertama nya.
Ia tak ingin membuat istri maupun anak nya terluka hanya karna nafsunya belaka.
"Mas kok berhenti sih, cepet lanjutin" Mia merengek.
"Tapi...."
"Udah kamu lanjutin, aku nggak papa" tawar Mia lagi.
Akhirnya Bryan pun menggempur istrinya hinga dua kali pelepasan nya.
Tiga kali pelepasan Bryan sama dengan 4 kali pelepasan Mia.
Merekapun tertidur karna kelelahan melakukan 'olah raga pagi' itu.
__ADS_1
Drttt
Drttt
Suara ponsel Bryan berdering.
Dengan malas Bryan mengangkat telepon itu tanpa melihat penelpon nya.
"Halo" Bryan berucap dengan nada malas nya.
"Halo kak, katanya mau kesini? Gimana sih? Jadi nggak?" Teriak orang di seberang.
"Ini lagi jam berapa sih" jawab Bryan menggerutu.
"Melek dulu kek melek" teriak di seberang dengan nada sebal.
Bryan menjauhkan ponsel itu dari telinganya lalu melihat jam di ponsel nya.
"Hah pukul 10?!!" Bryan kaget.
Ia langsung mematikan telepone itu.
"Kenapa sih mas teriak teriak" omel nya.
"Udah jam 10, aku udah janji mau makan siang disana" ucap Bryan.
Mia pun langsung melebarkan matanya.
"Astaga, aku lupa mas"
Mereka berdua langsung mandi dan memakai pakaian nya.
Mia memakai dress hitam sedangkan Bryan mengenakan celana pendek dan kaus lengan panjang nya.
__ADS_1
Merekapun segera turun ke bawah.
"Kalian mau kemana?" Tanya mama Gita.
"Bryan mau kerumah Dilla ma"
"Ngajak dia" tunjuk mama Gita pada Mia.
Bryan mengangguk
"Kamu yakin bawa wanita ini kesana?" Tanya mama Gita sekali lagi.
"Yakin ma, lagi pula Mia kan istri Bryan" ucap Bryan.
"Ya sudah terserah kamu" ucap mama Gita lalu meninggalkan anak dan menantunya.
Sejujurnya Mia merasa sedih karna mertuanya belum juga menerima nya sebagai menantu.
"Ayho berangkat sekarang" ajak Bryan.
Mia pun mengangguk dan mengikuti langkah suaminya menuju mobil.
Mobil pun melaju membelah jalanan kota.
Beberapa saat kemudian mobil berhenti tepat di depan toko mainan.
"Aku mau membeli mainan untuk Zayn dulu(anak Dilla)" ucap Bryan menjawab pertanyaan di benak Mia.
Mia pun mengangguk dan ikut suaminya masuk ke toko itu.
Tangan Mia menyentuh sebuah helikopter remot dan sebuah robot transfomers remot.
"Mas, ini aja bagus" ucap Mia.
Bryan pun melihat ke arah mainan yang di pegang Mia.
__ADS_1
"Ini juga bagus" ucap Bryan lalu mengambil dua mainan itu.
"Sama mainan lego mas, biar tambah kreatif juga. Biasanya anak kecil suka main lego" ucap Mia.