Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Pesan Mia


__ADS_3

Saat menyelesaikan pembayaran dikasir, mata Mia tak sengaja menatap sosok tampan yang sedang bergandengan dengan wanita.


Orang itu tak lain adalah Bryan dan juga Lisa.


Dengan segala inisiatif nya, Mia mendekati sepasang kekasih itu.


"Mas?"


Bryan menoleh ketika mendengar suara yang tak asing bagi nya.


"Mia? Kenapa kau kesini?" Tanya Bryan.


Mia hanya menggeleng. Ia menyembunyikan belanjaan nya di belakang tubuh nya.


"Kalian berdua ngapain kesini di jam kerja?"


"Pacaran lah? Apalagi?" Jawab Lisa tiba tiba.


Mia hanya mengangguk ngangguk


"Mas, bagaimana jika ada kolega bisnis mu melihatmu ke mall bersama seorang wanita yang bukan istrimu?"


Mia mematikan Bryan dengakan perkataan nya.


"Tidak akan ada kolega bisnis pacar ku disini" kilah Lisa.


Mia mengedikan bahu


"Kan siapa tau" ucap Mia lalu meninggalkan sepasang kekasih itu.


Jujur saja sebenar nya hati Mia sakit melihat suaminya berjalan bergandengan tangan dengan wanita lain.


Namun tetap saja, itu hanya mampu ia tahan tanpa mampu ia cegah. Bagaimana pun Bryan dan Lisa sudah bersama jauh sebelum Mia hadir.

__ADS_1


Mia mengusap perut rata nya,


"Sabar ya nak, biarkan papa mu tau kehadiran mu dengan sendirinya" gumam Mia.


Ia segera pulang ke rumah.


Malam hari,


Pukul 18.30 Bryan baru pulang kantor.


Ia segera membersihkan diri dengan air yang sudah disiapkan oleh sang istrinya.


Mia ke dapur untuk membuat susu hamil nya.


Ia membaca petunjuk pembuatan yang ada di dalam kotak susu itu.


Mia mengambil gelas lalu memasukan beberapa sendok bubuk susu lalu memberi nya air hangat.


"Kau sedang membuat apa?" Tanya Bryan yang tiba tiba datang.


"Membuat susu"


"Cihh seperti bocah saja minum susu di malam hari" ejek Bryan.


Mia tak menghiraukan ucapan suami nya itu.


Ia segera menghabiskan susu yang dibuat nya.


Setelah Bryan pergi, Mia kembali menyembunyikan kotak itu di tempat yang lebih aman dan tidak di rambah pelayan.


Mia pun kembali ke kamar nya. Ia segera merebahkan tubuh nya di sofa kamar itu.


"Mas, bolehkah aku meminta sesuatu?" Mia bertanya pada Bryan yang sedang duduk memangku laptop nya.

__ADS_1


"Hmm" hanya deheman yang keluar dari mulut Bryan.


"Jika aku pingsan jangan pernah membawaku ke rumah sakit ataupun memanggil dokter" Mia berpesan.


"Memang nya kenapa?" Pandangan mata Bryan masih fokus dengan laptopnya.


"Kau tidak perlu tau alasan nya" jawab Mia lalu segera memejamkan mata menuju alam mimpi.


Pagi hari,,


Mia terbangun karna rasa mual yang tiba tiba menyerang nya.


Hoekkkk


Hoekkkk


Hoekkkk


Mia memuntahkan makanan yang dimakan nya semalam di kamar mandi.


Kepala nya mulai pusing.


Dunia nya serasa berputar putar tak karuan. Tulang nya seakan tak mampu menahan berat tubuh nya.


Mia jatuh limbung di kamar mandi.


Bryan mengerjapkan mata nya bangun kala mendengar suara orang yang sedang muntah.


Ia membuka pintu kamar mandi.


Alangkah terkejut nya dia kala melihat istri nya sudah dalam keadaan tak sadarkan diri di kamar mandi.


Bryan segera mengangkat Mia menuju ranjang.

__ADS_1


Ia mengambil ponsel nya hendak menelpon dokter.


Gerakan tangan nya terhenti saat ia ingat pesan Mia bahwa ia tak boleh memanggil dokter maupun membawa ke rumah sakit.


__ADS_2