
"Nyo nyonya Mia tadi bertemu dengan nyonya Lisa. Nyonya Lisa tiba tiba datang menggebrak meja nyonya Mia. Lalu mereka saling adu mulut hingga nyonya Lisa menampar nyonya Mia. Lalu nyonya Mia membalas nyonya Lisa dengan tamparan dan juga jambakan. Saat akan pulang, nyonya Lisa dengan sengaja menjegal nyonya Mia, untung saja nyonya Mia tidak jatuh. Dan tadi saat pulang, nyonya Mia sempat meringis kesakitan kataya perut nya sedikit kram" jelas Dira tanpa ada yang di tutupi.
Rahang Bryan mengeras mendengar penjelasan Dira.
"Lalu apa guna nya aku mempekerjakan mu sebagai bodyguard istriku jika hal sekecil ini saja kau tak bisa menangani nya" bentak Bryan.
Mia semakin menunduk takut dengan suami nya.
"Panggilkan Rafa" titah Bryan pada Dira.
Beberapa saat kemudian, Dira kembali masuk ruangan sang bos bersama Rafa.
"Ada yang perlu saya bantu bos?" Tanya Rafa.
"Tangkap Lisa, beri dia pelajaran karna sudah mengganggu istri ku, kalau perlu asingkan saja dia ke pulau terpencil" titah Bryan yang membuat Rafa mengangguk.
"Kau keluarlah" titah Bryan pada Dira.
Dira pun keluar dari ruangan Bryan.
"Maaf" cicit Mia setelah Dira meninggalkan ruangan suami nya.
Bryan menghela napas nya. Mana bisa ia bersikap buruk pada ibu dari calon anak nya. Melihat wajah Mia yang seperti ini saja membuat pikiran Bryan kalut tak karuan.
"Apa perutmu masih kram?" Tanya Bryan.
"Enggak mas"
__ADS_1
"Syukurlah"
Ucap Bryan lalu memeluk tubuh istri nya yang masih duduk di atas pangkuan nya itu.
Ia mengusap perut buncit istri nya.
"Untung saja kau tidak apa apa nak" gumam Bryan berbicara pada sang anak.
"Sekarang istirahatlah" titah Bryan pada Mia.
Mia menggeleng
"Kamu marah kepada ku mas?"
"Aku tidak marah, hanya saja jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi terjadi. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan anak kita" ucap Bryan.
Bryan segera membopong tubuh istri nya dan merebahkan istri nya di ranjang kamar yang ada dalam ruangan itu.
"tidurlah" ucap Bryan yang diangguki Mia.
Setelah Mia benar benar terlelap, Bryan kembali berkutat ke pekerjaan nya.
Ia memiliki target hari ini juga dia harus segera menyelesaikan perkerjaan nya agar besok bisa pulang.
Siang hari, Bryan membangunkan sang istri agar makan siang terlebih dahulu.
"Mia, bangun, makan siang dulu"
__ADS_1
Mia melengguh bangun. Di tatap nya wajah tampan sang suami.
Ia mengusap rahang kokoh suami nya itu.
"Tampan" gumam nya yang masih di dengar jelas oleh Bryan.
"Aku memang tampan dari dulu" ucap Bryan bangga.
Mia hanya terkekeh kecil mendengar candaan suami nya itu.
Mia segera bangun dari pembaringan nya dan mulai memakan makanan yang sudah disiapkan sang suami.
Sore hari,
Cuaca malam ini mendung. Gerimis rintik rintik membuat udara semakin sejuk.
Tepat pukul 7 malam, Bryan mengajak Mia kembali ke Villa karna pekerjaan nya telah rampung.
Rencana nya ia akan mengajak istri nya kembali ke jakarta esok hari.
"Mas, sekalian mampir makan malam mas" pinta Mia saat mobil sudah dilajukan.
Bryan mengangguk setuju.
Mobil terparkir di sebuah restoran mewah disana.
Sebelum keluar, Bryan mengeluarkan payung agar istri nya tidak terkena tetesan air gerimis.
__ADS_1
Bryan dan Mia segera mencari tempat duduk dan memesan makanan.