Tuan Arogan Suamiku

Tuan Arogan Suamiku
Ingin Melamar


__ADS_3

Bryan pun mendekat, ia mengambil Zio dari gendongan sang istri.


"Zio sama papa dulu ya, mama mau mandi dulu" ucap Bryan yang melihat anak nya sudah bersiap akan menangis.


Entah mungkin Zio mengerti apa yang dikatakan Bryan, nyatanya bayi itu tak jadi menangis.


"Zio pinter deh" puji Bryan.


Ia menggendong anak nya menuju lantai bawah.


2 laki laki itu sudah disambut dengan mama Gita di ruang keluarga.


"Wahh cucu oma udah wangi" ucap mama Gita mengambil Zio dari gendongan Bryan.


"Istrimu mana Bry?" Tanya mama Gita.


"Mia lagi mandi ma" ucap Bryan.


Beberapa saat kemudian, Mia turun ke lantai bawah sambil membawa sebuah stroller.


"Mau kemana pagi pagi gini?" Tanya mama Gita.


"Mau jalan jalan sekaligus berjemur ma" jawab Mia.


Mama Gita mengangguk mengerti.


Bryan langsung meletakan Zio di stroller. Dia mendorong stroller itu diikuti Mia dibelakang nya.


"Ketaman doang aja mas, aku nggak rela kalau nanti Zio dipegang pegang sama orang lain" ucap Mia yang disetujui Bryan.


Mereka bertiga pun berjalan mengelilingi taman sambil bercanda.


Setelah dirasa cukup, Bryan dan Mia kembali ke dalam mansion.

__ADS_1


Tempat yang mereka tuju adalah meja makan karna memang sudah saat nya sarapan.


Disana terlihat mama Gita yang sudah duduk di meja makan itu bersama seorang lelaki paruh baya.


"Ayah?" Bryan kaget melihat siapa yang datang, ternyata ayah nya.


Johan tersenyum menatap sang anak lelaki itu.


Dengan penuh rasa sopan, ia dan Mia menyalami ayah Johan.


"Ayah tumben kesini?" Tanya Bryan.


Ayah Johan malah tersenyum malu malu sambil menatap mama Gita yang nampak mengalihkan pandangan nya.


Mia yang peka pun langsung menyenggol lengan sang suami.


Bryan menatap sang istri yang baru saja menyenggol nya.


Mia mengedipkan mata nya.


Kini Bryan malah menatap sang ayah dengan muka mengejek.


Johan yang ditatap seperti itupun muka nya semakin merah karna malu.


"Ya udah yuk makan" ucap Mia memecah kecanggungan itu.


"Oekkkk"


Suara tangisan Zio yang masih diatas stroller memecah keheningan di meja makan itu.


Mia langsung mengangkat Zio dari stroller itu.


Mia segera mengenakai apron khusus untuk menyusui.

__ADS_1


Ia segera menyusui Zio yang sedang menangis itu.


"Sayang, kamu nggak makan?" Tanya Bryan.


"Bentar mas, biar Zio kenyang dulu" jawab Mia.


Dengan sigap, Bryan segera menyuapkan makanan ke mulut sang istri.


"Ngga....." Ucapan Mia terpotong saat nasi itu telah memasuki mulut nya.


Mia segera mengunyah makanan itu dan menelan nya.


"Aku belum selesai bicara mas" kesal Mia.


Bryan hanya terkekeh mendengar omelan sang istri.


"Sekalian kita makan sama sama" ucap Bryan sambil menyendokan kembali nasi ke dalam mulut sang istri.


Mia menerima suapan itu dan mengunyah nya.


Mama Gita dan ayah Johan hanya menatap pasangan romantis di depan nya itu.


Seketika mereka ingat saat mama Gita sedang menyusui Bryan kecil dulu.


Ehemm


Ayah Johan berdehem yang membuat Mia dan Bryan seketika menatap sang ayah.


"Kenapa yah?" Tanya Mia.


"A ayah se sebenarnya punya niat lain untuk datang ke rumah ini" ucap ayah Johan sedikit gugup.


"Memangnya apa?" Tanya Bryan.

__ADS_1


"Ayah ingin melamar mama mu" ucap Johan yang membuat Bryan tersedak saliva nya sendiri.


__ADS_2