
Beberapa saat kemudian, Bryan telah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Bentar, tunggu aku ganti baju dulu" ucap Bryan lalu segera berjalan menuju kamar pribadi nya.
Ia segera memakai pakaian kasual nya.
Seperti biasa, Bryan memakai celana pendek, sepertinya Bryan pecinta celana pendek.
Dan hal itu lah yang membuat Mia kesal karna dengan memakai celana pendek, ketampanan Bryan bertambah berkali kali lipat yang pasti nya mengundang tatapan kagum para kaum hawa.
Bryan mengenakan celana hitam pendek dan sebuah kaos berwarna putih dengan sedikit coretan hitam.
"Ih mass kamu kok pakek itu!" Kesal Mia ketika suami nya keluar dari kamar pribadi nya.
"Lah emang kenapa?" Tanya Bryan menatap pakaian nya yang menurut nya sudah bagus.
"Nanti cewek cewek ganjen pada liat kamu, ngiranya masih single padahal udah mau punya anak" kesal Mia.
Bryan hanya terkekeh dengan pengakuan sang istri.
"Nggak papa lah mereka liat, kan mereka punya mata" ohhh jawaban yang sangat masuk akal.
"Oh jadi kamu suka digodain cewek cewek diluaran sana?" Sinis Mia.
Glekk
Bryan menjadi ngeri sendiri dengan tatapan sang istri.
"Ng ng nggak gi gitu juga sih" Bryan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Aku pake baju ini aja ya?? Aku janji bakalan nurutin kemauan kamu" pinta Bryan.
"Apapun itu?"
Bryan mengangguk
Mia berfikir sejenak lalu mengangguk
"Kamu nggak boleh cabut janji kamu lho mas" Mia mengingatkan.
"Iya, emangnya kamu mau apa?" Tanya Bryan.
"Aku pengen asisten Rafa usap perut ku, kayak nya dedek nya pengen di elus sama asisten Rafa deh" pinta Mia.
Glekk
Bryan menelan saliva nya kasar
"Tau gitu aku pilih ganti baju aja" batin Bryan.
"I iya" jawab Bryan.
Mia segera menarik tangan sang suami keluar dari ruangan itu dan menghampiri asisten Rafa.
"Ada yang perlu saya bantu nyonya, tuan?"
"Jangan memanggilku tuan, bukankah sudah ku ingatkan untuk memanggiku dengan panggilan yang lain" kesal Bryan.
"Ba baik bos"
"Nah kalau gitu kan enak di denger nya" Bryan tersenyum.
__ADS_1
"Maaf asisten Rafa, bolehkah aku meminta bantuan mu?" Kini Mia lah yang berbicara.
"Tentu saja nyonya"
"Saya ingin anda mengusap perut saya. Kelihatan nya anak saya sedang ingin di usap oleh anda" ucap Mia.
Gleggg
Asisten Rafa menelan ludah nya kasar atas permintaan sang nyonya. Ditambah lagi dengan tatapan menusuk dari Bryan membuat nya sedikit takut.
"Tapi nyonya..."
"Ayolah, hanya kali ini saja. Lagi pula suamiku juga mengizinkan. Iya kan mas?" Kini Mia menatap Bryan.
"I iya boleh" ucap Bryan pasrah.
Dengan ragu, asisten Rafa mengusap perut buncit sang nyonya.
Dugg
Asisten tampan itu mendapat tendangan dari sang bayi.
"Wahh dia menendang nyonya" ucap asisten itu.
"Berarti dia suka dengan anda, semoga saja anak saya nanti bisa setampan anda" Mia berharap.
"E ehhh mana bisa. Dia anak ku, aku yang membuatnya, enak saja mirip dia. Gantengan juga aku kemana mana" kesal Bryan.
"Iya iya, terserah kamu mas" Mia pasrah.
"Sebagai hukuman karna kamu sudah menyentuh perut istri saya, maka kamu harus menemani aku dan istriku berbelanja" Bryan berniat jahil.
__ADS_1
Asisten Rafa sedikit kesal dengan Bryan.
Padahal istrinya yang memintanya mengusap perut nya, tapi kenapa malah sang bos yang ribet. Orang jatuh cinta memang menyusahkan, pikir nya.