
"Ya kalau cewek tinggal beliin mobil mobilan yang warna pink" jawab Bryan polos.
Mia malah tertawa mendengar ucapan sang suami yang menurut nya lucu.
"Boleh aku minta sesuatu mas?" Tanya Mia.
Bryan mengangguk
"Jika nanti aku tak bisa berada disisi anak kita, perkenalkan aku sebagai mama nya. Dan satu lagi, jikapun kau menikah dengan Lisa nanti, jangan biarkan anak kita memanggil nya mama. Karna mama nya hanya aku, suruh anak kita untuk memanggil dengan panggilan lain" ucap Mia.
Bryan terkekeh
"Kamu bilang gitu kayak mau kemana aja,"
"Kan siapa tau mas, bisa aja nanti aku meninggal pas melahirkan" ceplos Mia.
Seketika Bryan menghentikan tawa nya. Ia menatap manik sang istri.
"Huss jangan bilang gitu, gabaik" Bryan mengingat kan.
"Tidak ada yang tidak mungkin mas, tuhan menggariskan setiap takdir ciptaan nya. Jika memang garis ku meninggal saat melahirkan aku bisa apa?"
Bryan meletakan telunjuk nya di bibir Mia.
"Jangan bilang gitu, omongan itu doa"
"Aku hanya berpesan itu mas, aku tidak tau kapan ajal menjemputku" ucap Mia.
"Aku tau kemungkinan aku untuk hidup saat melahirkan nanti sangatlah kecil" batin Mia berteriak.
"Kamu mau makan?" Tanya Bryan.
Mia mengangguk
"Aku ingin bubur ayam mas" pinta Mia.
__ADS_1
Bryan mengangguk, ia segera mencarikan makanan sesuai perintah istri nya.
Beberapa saat kemudian, Bryan kembali dengan bubur ayam pesanan Mia.
"Mas, tapi aku pengen disuapi" Mia bermanja.
Bryan mengangguk
Ia segera menyuapi sang istri dengan telaten.
Beberapa jam kemudian, cairan infus Mia telah habis.
"Mau periksa kandungan sekalian?" Tanya Bryan.
Mia menggeleng
"Besok besok aja mas, aku lagi lemes banget" ucap Mia.
Bryan pun mengangguk menyetujui
Semua mata memandang ke arah nya.
Sepasang manusia yang cantik dan tampan ditambah lagi Mia yang sedang hamil menggandeng tangan Bryan menambah kesan romantis.
Mereka segera memasuki mobil.
Mobil pun melaju membelah jalanan kota
"Mas,"
"Apa?"
"Ini kan hari libur, kamu nggak main ke rumah Dilla?" Tanya Mia.
Bryan menggeleng
__ADS_1
"Kamu lagi sakit masak aku tinggal"
"Oh ya mas, hubungan kamu sama Lisa gimana?" Tanya Mia tiba tiba.
Sejujur nya ia merasa sesak jika harus menanyakan hal yang menyakitkan untuk nya sendiri.
"Hmm hari ini dia lagi marah sama aku" jawab Bryan jujur.
Mia menundukan wajah nya
"Pasti kalian bertengkar karna aku ya mas?" Tanya Mia sendu.
Bryan menolehkan wajah nya menatap Mia sekilas
"Tidak, biasalah setiap pasangan pasti ada pertengkaran"
"Tapi setidak nya Lisa juga butuh kehadiran mu. Bukankah kau ingat, disini akulah orang ketiga nya. Kau tak bisa mengacuhkan Lisa seperti itu"
"Tidak ada yang disebut orang ketiga disini" tegas Bryan.
"Aku datang di tengah sebuah pasangan yang sudah lama menjalin hubungan. Apakah itu tak patut disebut orang ketiga?" Tanya Mia.
Bryan menggenggam tangan istrimu
"Ini semua bukan salah mu, akulah yang bersalah disini"
"Aku ingin kita sampai rumah lebih cepat. Setelah itu pergilah, temui Lisa"
Bryan menggeleng
"Bukankah kau sendiri yang mengatakan untuk tidak menemui Lisa sampai perpisahan kita terjadi?" Tanya Bryan balik.
"Tapi sekarang keadaan nya berbeda, aku tak mau menjadi wanita yang menyakiti hati wanita lain hanya untuk kebahagiaan ku sendiri" ucap Mia.
jangan lupa Like dan komen...
__ADS_1