
"Kenapa kamu nyuapin aku mas? Kamu sendiri kan belum makan" ucap Mia.
"Nggak papa, yang penting kamu sama anak kita makan dulu" ucap Bryan.
Mia terkesima dengan ucapan suami nya.
Ia membuka tangan yang masih membekap mulut nya.
"Mas, jangan berkata seperti itu. Kau tau kan pernikahan ini sisa berapa lama lagi. Aku tak mau terjebak semakin dalam dalam rasa ini" ucap Mia sendu.
"Maaf, aku hanya berusaha yang terbaik untuk anak kita" jawab Bryan.
Mia menggenggam tangan suami nya
"Yakin lah mas, aku akan menjaga anak kita dengan sebaik mungkin" ucap Mia yakin.
Bryan mengangguk mengerti
"Makan lah, aku juga akan makan" ucap Bryan.
Mia mengangguk lalu mengambil box ayam geprek dan langsung melahap nya.
Bryan sendiri pun juga langsung memakan ayam milik nya hingga tandas.
"Sekarang tidur lah, aku akan disini menjaga mu" ucap Bryan.
Mia melirik sofa yang tak terlalu panjang di ruangan nya.
Ia yakin sofa itu hanya mampu menampung setengah badan suami nya.
__ADS_1
Jika pun tidur dengan posisi duduk pun pasti badan nya pegal suami nya.
"Pulanglah mas, sofa nya sempit, badan mu pasti akan sakit semua" ucap Mia.
Bryan menggeleng
"Aku tidak akan bisa tidur tenang kalau meninggalkan mu sendiri disini" ucap Bryan.
"Ya udah, kalau gitu kamu tidur disini aja" Mia menepuk ranjang disamping nya.
" Nggak usah, aku bisa tidur di sofa" tolak Bryan.
"Ya udah, kalo kamu nggak mau tidur disini mending kamu pulang aja" gertak Mia.
Bryan pun mengalah
"Iya deh aku tidur sini aja" ucap Bryan.
Ranjang rumah sakit itu memang luas.
Mungkin bisa untuk 3 orang se ukuran Mia.
Maklum guys rumah sakit nya punya Bryan sendiri, jadi bisa request sesuka nya.
Sebenernya bisa aja pesen ruangan yang lebih luas yang ada ranjang khusus orang yang ingin menginap disana, tapi Mia menolak saat siang tadi Bryan mengusulkan hal itu.
Alasan nya karna Mia tidak nyaman jika harus di ruangan luas sendirian.
Bryan ikut berbaring di ranjang itu.
__ADS_1
Mia berbaring miring dan memeluk tubuh suami nya.
Bryan yang semula tidur telentang merubah posisi nya menjadi miring dan membalas pelukan istri nya.
Mereka berdua pun tidur dengan berpelukan.
Pagi hari, Bryan lebih dulu bangun.
Ia tersenyum saat memandangi wajah teduh istri nya yang masih terlelap.
Hari ini bertepatan dengan Libur kerja nya sekaligus dengan hari ini Mia akan pulang dari rumah sakit.
Ia mengusap perut istrinya hingga mendapat beberapa tendangan dari perut istri nya.
Bryan mendengar handphone nya berdering.
Ia segera turun dari ranjang rumah sakit itu.
Ia membuka ponsel nya ternyata penelpon nya adalah sang kekasih, Lisa.
Bryan tersenyum tipis lalu segera mengangkat telepone itu.
"Yang, kapan kita ketemu? Aku bosan bekerja disini. Kapan kita jalan jalan?" Tanya Lisa.
"Aku lagi sibuk yang" jawab Bryan.
"Gimana kalo hari ini? Kamu libur kan?" Tawar Lisa.
"Tidak bisa Lis, aku sedang menemani Mia dirumah sakit"
__ADS_1
"Mia lagi Mia lagi. Kenapa sih kamu sekarang beda banget, bisa nggak sih kamu prioritasin aku"
"Kamu harus ngertiin aku dong, Mia juga lagi mengandung anak ku" Bryan mencoba memberi pengertian kepada sang kekasih.